Efek Jilbab Tanpa Ilmu dan Solusinya!


Efek Jilbab Tanpa Ilmu dan Solusinya!
Muhammad Adam Hussein

         Jilbab menjadi kewajiban bagi tiap muslimah yang harus dikenakan untuk menjadi hijab (penyembunyi aurat), malah ada yang mengatakan bahwa Jilbab itu menjadi pembeda bagi muslimah beriman dan wanita kafir. Sungguh sangat disayangkan ternyata dibalik Jilbab ada budaya yang berlainan dengannya, yaitu wanita-wanita berjilbab tapi telanjang artinya berjilbab tanpa ilmu sehingga tidak memenuhi syarat jilbab menurut Syariat Islam, lambat laun citra wanita berjilbab menjadi buruk disebabkan sebagian menggunakan Jilbab tidak dengan sepenuh hati hanya berdasarkan mengikuti trend, padahal itu sama sekali tidak artinya saudari tersebut telah bersikap berbohong pada diri sendiri maupun orang lain.
         Simaklah ulasan fenomena Efek Jilbab Tanpa Ilmu dan temukan diakhir solusi untuk diterapkan, semoga artikel ini bermanfaat bagi saudari muslimah.

Dalil Kewajiban Berjilbab

Dalil Pertama
Firman Allah yang berbunyi:
         “Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkann jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab ayat 59)

         Dalam ayat ini, Allah SWT memperintah kepada Nabi untuk mengatakan kepada istri-istri, anak-anak perempuan Nabi, bukan terbatas pada hal itu muslimah siapa saja pun termasuk didalamnya untuk mengenakan jilbab. Jilbab disini haruslah diketahui yang sesuai dengan ketentuan Syariat Islam. Jilbab mempunyai kedudukan sebagai Hijab (penyembunyi aurat) sebab jika aurat atau lekukan tubuh wanita itu terlihat oleh kaum adam (pria) akan menyebabkan terrangsangnya birahi jika kaum adam tersebut birahinya naik maka bisa terjadi tindak pelecehan seksual atau malah untuk itulah berjilbab bukan hanya berjilbab tapi harus mengikuti ketentuan yang sesuai Syariat Islam agar faidahnya itu dapat terrealisasikan sebagai bukti nyata kemanfaatan/hikmahnya.





Dalil Kedua
Firman Allah yang berbunyi:
         “Hendaklah mereka menahan pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka atau ayah suami mereka (mertua) atau putra-putra mereka atau putra-putra suami mereka atau saudara-saudara mereka (kakak dan adiknya) atau putra-putra saudara laki-laki mereka atau putra-putra saudara perempuan mereka (keponakan) atau wanita-wanita Islam atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti aurat wanita …” (QS. An-Nuur ayat 31)

         Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata dalam Tafsirnya: Janganlah kaum wanita menampakkan sedikitpun dari perhiasan mereka kepada pria-pria ajnabi (yang bukan mahram/halal nikah), kecuali yang tidak mungkin disembunyikan. Ibnu Masud berkata : Misalnya selendang dan kain lainnya. Maksudnya adalah kain kudung yang biasa dikenakan oleh wanita Arab di atas pakaiannya serta bagian bawah pakaiannya yang tampak, maka itu bukan dosa baginya, karena tidak mungkin disembunyikan.

         Al-Qurthubi berkata: Pengecualian itu adalah pada wajah dan telapak tangan. Yang menunjukkan hal itu adalah apa yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari Aisyah bahwa Asma binti Abu Bakar menemui Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam sedangkan ia memakai pakaian tipis. Maka Rasulullah berpaling darinya dan berkata kepadanya : Wahai Asma! Sesungguhnya jika seorang wanita itu telah mencapai masa haid, tidak baik jika ada bagian tubuhnya yang terlihat, kecuali ini. Kemudian beliau menunjuk wajah dan telapak tangannya. Semoga Allah memberi Taufik dan tidak ada Rabb selain-Nya.

Kesimpulan:
         Dari kedua dalil diatas dalam surat Al-Ahzab ayat 59 dan An-Nuur ayat 31 sudahlah jelas berjilbab harus dikenakan tatkala seorang muslimah sudah baligh menurut Fiqih Sunnah, agar tidak menyebarnya fitnah mata sebab dosanya mata adalah melihat aurat yang bukan muhrimnya, disitulah Islam menganjurkan untuk menutupnya, sebab aurat wanita itu dari mulai kepala hingga kaki kecuali hal yang harus ditampakkan dalam hal ini pada wajah dan telapak tangan seperti kesepakatan para ulama kita. Berjilbab jika engkau itu muslimah yang beriman, sebab wanita kafir itu tidak mengenakan jilbab sekali. Belajarlah berjibab sesuai tuntunan Islam.

Fenomena Kerudung Gaul
Orang-orang lebih menyebutnya dengan “kerudung gaul, kudung gaul, jilbab modern style”. Atau diistilahkan Milasari Astuti –dalam artikelnya di sebuah situs Islam— dengan istilah “jilbab cekek”, karena memang benar-benar hanya sebatas nyekek leher. Maksudnya, seorang perempuan muslim mengenakan kerudung yang menutupi kepala dan rambutnya, namun berpakaian tipis, transparan, atau ketat sehingga menampakkan lekuk tubuhnya. Semisal, kepala dibalut kerudung atau jilbab, namun berbaju atau kaos ketat, bercelana jean atau legging yang full pressed body, dan lain sebagainya.  


Lihat gambar ini memakai jilbab, tapi dada dibusungkan ke depan, seakan-akan menantang. Ini pun sama sekali tak berjilbab, hanya mengikuti tren.
 


Lihat gambar ini kepalanya memakai jilbab, tapi terbuka dari atas paha sampai ke bawah. Sama sekali tak berjilbab, hanya mengikuti tren.
 
http://kumpulrame.com/wp-content/uploads/2011/03/Fenomena-Foto-Cewek-Berjilbab-Masa-Kini-1.jpg    http://kumpulrame.com/wp-content/uploads/2011/03/Fenomena-Foto-Cewek-Berjilbab-Masa-Kini-3.png




Lihat gambar ini berjilbab tapi berbuat mesum dipohon yang rindang. Ini termasuk Jilbab Tanpa Ilmu
 


Lihat gambar ini tali celana dalamnya kelihatan, ini termasuk Jilbab Tanpa Ilmu.
 
       http://kumpulrame.com/wp-content/uploads/2011/03/Fenomena-Foto-Cewek-Berjilbab-Masa-Kini-4.jpg
  

Fenomena kerudung gaul atau jilbab cekek adalah fenomena yang sangat membingungkan bagi setiap muslim atau muslimah yang memahami ajaran Islam dengan benar. Ini mengingat, seorang perempuan atau wanita muslim yang mengenakan kerudung gaul, dalam benaknya dia ingin menutup aurat, namun juga ingin tampil pamer modis dan cantik.
Beberapa gelintir perempuan berkomentar, Lho, masih mending memakai kerudung atau jilbab gaul, daripada tidak sama sekali?!” Yang lainnya menyatakan, “Ini kan masih belajar untuk menutup aurat.” Ya, kerudung gaul selalu dianggap lebih baik daripada tidak menutup aurat sama sekali. Atau juga dianggap sebagai sebuah proses belajar menutup aurat. Pernyataan-pernyataan tersebut sekilas tampak benar, namun sejatinya sungguh keliru. Karena seorang muslim diharuskan untuk menjalani setiap perintah syariat secara total atau kaffah.
Alih-alih menggunakan kerudung gaul untuk proses belajar menutup aurat, namun setelah itu terkadang lupa akan aturan syariat yang sebenarnya. Walaupun kemudian mereka sadar akan aturan yang sesungguhnya, namun kemudian sulit untuk berubah. Alih-alih dipandang sebagai sebuah kebaikan daripada tidak menutup aurat sama sekali, mereka justru beriman setengah-setengah.
… kerudung gaul tak ubahnya melecehkan syariat Islam dan sebagai bentuk penyaluran selera pribadinya semata. Mereka mengenakan simbol islami, tapi juga nggak mau meninggalkan mode yang sedang booming …
Begitulah, bisa jadi, para wanita muslim berkerudung gaul berniat hendak menutup aurat, namun memiliki paradigma bahwa perempuan harus ‘mensyukuri’ keindahan tubuh yang telah Allah anugerahi, lalu memamerkannya kepada orang lain. Paradigma ‘bersyukur’ ini semakin meluas di negara-negara yang dikenal ketat menjaga tradisi keagamaan seperti di Timur-Tengah (Timteng). Lihat saja, kini sudah banyak majalah di negara-negara Timteng yang sampulnya memamerkan pose perempuan yang memperlihatkan perut dan bagian-bagian tubuh lainnya. Di luar negara-negara Timteng lainnya, sudah lebih parah dan berani lagi.
Bahkan lucunya, kini semacam ada pandangan yang menyatakan bahwa perempuan yang memilih untuk berjilbab panjang dan mengenakan gamis rapih, maka mereka akan kehilangan respek dari kaum lelaki. Padahal, ditilik dari sudut pandang Islam, perempuan dewasa yang tidak menutup aurat, justru merekalah yang akan kehilangan respek dari setiap muslim dan muslimah, dan kehilangan respek dari Allah tentunya.
Maraknya fenomena penggunaan kerudung gaul atau jilbab nyekek oleh para remaja putri dan wanita muslim, boleh jadi disebabkan pengetahuan mereka yang minim mengenai hijab (jilbab). Sehingga mereka hanya ikut-ikutan saja, sebab pemahaman keislamannya belum mumpuni. Atau mereka termakan berbagai propaganda musuh-musuh Islam yang ingin menggiring kaum muslimah keluar rumah dalam keadaan ‘telanjang’. Propaganda-propaganda yang menyimpulkan bahwa jilbab adalah pakaian adat wanita Arab saja, sampai kepada pelecehan dengan istilah pakaian tradisional. Hingga banyak dari kalangan kaum muslimah termakan olehnya dan meninggalkan jilbab yang syar’i.
Padahal, jilbab yang dikehendaki syariat bermakna milhâfah, berarti baju kurung atau semacam abaya yang longgar dan tidak tipis, atau kain (kisaa‘) apa saja yang dapat menutupi, atau pakaian (tsaub) yang dapat menutupi seluruh bagian tubuh. Di dalam kamus Al-Muhith dinyatakan bahwa ilbab itu laksanasirdab (terowongan) atau sinmar (lorong), yakni baju atau pakaian yang longgar bagi wanita selain baju kurung atau kain apa saja yang dapat menutupi pakaian kesehariannya seperti halnya baju kurung.
Jika seorang wanita muslimah memakai hijab (jilbab), secara tidak langsung dia berkata kepada semua kaum laki-laki, “Tundukkanlah pandanganmu, aku bukan milikmu serta kamu juga bukan milikku, tetapi aku hanya milik orang yang dihalalkan Allah bagiku. Aku orang yang merdeka dan tidak terikat dengan siapa pun, dan aku tidak tertarik kepada siapa pun, karena aku jauh lebih tinggi dan terhormat dibanding mereka yang sengaja mengumbar auratnya supaya dinikmati oleh banyak orang.”
Sementara seorang wanita muslim yang mengenakan kerudung gaul atau jilbab nyekek, ber-tabarruj atau pamer aurat dan menampakkan keindahan tubuh di depan kaum laki-laki lain, akan mengundang perhatian laki-laki hidung belang dan serigala berbulu domba. Secara tidak langsung dia berkata, “Silahkan kalian menikmati keindahan tubuhku dan kecantikan wajahku. Adakah orang yang mau mendekatiku? Adakah orang yang mau memandangiku? Adakah orang yang mau memberi senyuman kepadaku? Atau manakah orang yang berseloroh “Aduhai betapa cantiknya?”
…. Wanita yang mengenakan kerudung gaul itu pamer aurat dan keindahan tubuh di depan kaum laki-laki lain. Mereka mengundang perhatian laki-laki hidung belang dan serigala berbulu domba ….
Setiap laki-laki pun sontak berebut menikmati keindahan tubuhnya dan kecantikan wajahnya. Mata mereka akan menelanjanginya dari atas hingga mata kaki. Sehingga membuat laki-laki terfitnah, maka jadilah dia sasaran empuk laki-laki penggoda dan suka mempermainkan wanita.
Inilah mengapa para pengguna kerudung gaul diibaratkan berpakaian namun telanjang. Hal ini sebagaimana disinyalir Rasulullah dalam sabda beliau, “Dua golongan dari ahli neraka yang tidak pernah aku lihat: seorang yang membawa cemeti seperti ekor sapi yang dia memukul orang-orang, dan perempuan yang berpakaian tetapi telanjang, berlenggok-lenggok, kepalanya bagaikan punuk onta yang bergoyang. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mendapatkan baunya, sekalipun ia bisa didapatkan sejak perjalanan sekian dan sekian. (HR. Muslim)
Ketika ditanya mengenai sabda Nabi: “Berpakaian tapi telanjang”, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin menjawab, “Yakni wanita-wanita tersebut memakai pakaian, akan tetapi pakaian mereka tidak tertutup rapat (menutup seluruh tubuhnya atau auratnya).”
Ibnu ‘Abdil Barr mengatakan, “Makna kasiyatun ‘ariyatun (berpakaian namun telanjang) adalah para wanita yang memakai pakaian yang tipis yang menggambarkan bentuk tubuhnya, pakaian tersebut belum menutupi (anggota tubuh yang wajib ditutupi dengan sempurna). Mereka memang berpakaian, namun pada hakikatnya mereka telanjang.” (Lihat: Jilbab Al-Mar‘ah Muslimah, 125-126).
Al-Munawi, dalam Faidh Al-Qadir, mengatakan mengenai makna ‘berpakaian namun telanjang’, “Senyatanya memang wanita tersebut berpakaian, namun sebenarnya dia telanjang. Karena wanita tersebut mengenakan pakaian yang tipis sehingga dapat menampakkan kulitnya. Makna lainnya adalah dia menampakkan perhiasannya, namun tidak mau mengenakan pakaian takwa. Makna lainnya adalah dia mendapatkan nikmat, namun enggan untuk bersyukur pada Allah. Makna lainnya lagi adalah dia berpakaian, namun kosong dari amalan kebaikan. Makna lainnya lagi adalah dia menutup sebagian badannya, namun dia membuka sebagian anggota tubuhnya (yang wajib ditutupi) untuk menampakkan keindahan dirinya.”

Hal senada juga dikatakan oleh Ibnul Jauzi yang berpendapat bahwa makna kasiyatun ‘ariyatun ada tiga makna. Pertama, wanita yang memakai pakaian tipis, sehingga nampak bagian dalam tubuhnya. Wanita seperti ini memang memakai jilbab, namun sebenarnya dia telanjang. Kedua, wanita yang membuka sebagian anggota tubuhnya (yang wajib ditutup). Wanita ini sebenarnya telanjang. Ketiga wanita yang mendapatkan nikmat Allah, namun kosong dari syukur kepada-Nya.
Kesimpulannya, wanita berpakaian telanjang adalah wanita yang memakai pakaian tipis, sehingga nampak bagian dalam tubuhnya, atau memakai pakaian ketat, sehingga terlihat lekuk tubuhnya, dan wanita yang membuka sebagian aurat yang wajib dia tutup.
Efek Jilbab Tanpa Ilmu
         Jilbab Tanpa Ilmu ini atau istilahnya Jilbab Gaul bukan terjadi di Indonesia saja di sejumlah negara Timur Tengah sudah mengalami krisis semacam ini. Disebabkan karena sebagai berikut:
1.      Kurangnya memahami berpakaian jilbab yang sesuai tuntunan Islam.
2.      Berjilbabnya hanya berdasar mengikuti tren yang sedang booming,
3.      Tanpa kesadaran yang tinggi dalam menerapkan Islam, artinya setengah-setengah, masih meragukan manfaat jilbab itu sendiri.
4.      Tidak konsisten masih labil dalam menentukan gaya hidup yang dipilih, saking banyak pertimbangan dari usul-usulan.
5.      Gengsi takut dengan komentar umum yang menganggap tidak gaul atau ketinggalan zaman identiknya dengan style modern, sehingga antara jilbab dengan gaya gaul digabung jadilah Jilbab Gaul.
         Ini terjadi pengaruh dari kurang iman, sehingga godaan dan anggapan umum yang salah diterima oleh individu tersebut, kemudian anggapan salah tersebut direalisasikan dalam wujud perilaku dan penampilan akhirnya semua itu tidak bisa dihindari.

         Efek Jilbab Tanpa Ilmu ini menurut Muhammad Adam Hussein sendiri, diantara sebagai berikutnya:
1.      Merangsang birahi lelaki sehingga timbulkan pelecehan seksual dan pemerkosaan disebabkan tidak berjilbab dengan semestinya.
2.      Merendahkan syariat Islam padahal Islam bermaksud mengangkat harkat dan martabat wanita muslim (muslimah) dengan mengenakan jilbab agar terhindar dari pelecehan seksual.
3.      Mencerminkan kualitas iman jika keimanannya masih labil dalam artian jika mempunyai kesadaran ia akan berjilbab dan saat di waktu yang lain tidak berjilbab, ada juga yang karena terpaksa berjilbab tapi tak mau meninggalkan gaya gaul.           

         Ada Puisi yang melukiskan Jilbab Gaul Tapi Bertelanjang yang diberi judul Seloka Aurat oleh Saiedahsyamielah dan Tomygnt-Tomygnt, silahkan baca dan pahami maknanya apa. Puisinya berirama dan punya persamaan bunyi di akhir. Sungguh mantap.

pakai jilbab tapi telanjang
itulah gaya wanita sekarang
pembungkus body semuanya tegang
menebar fitnah simata jalang

baju tipis nampak bayang
pakai jilbab seperti selendang
dada montok sengaja dipampang
jalan gemulai melenggang-lenggang

baju ketat celana ketat
pakai jilbab tapi di ikat ikat
dari semula memang bukan adat
di sudut agama pun gaya tak berkat

jilbab tipis bajupun tipis
sengaja dipakai biar nampak narcis
mata orang terbeliak, kamu koq membengis
bila kena kutuk, kenapa menangis

tutup aurat bukan disuruh berselubung
sampai tak nampak muka dan hidung
yang faham tuntunan amat beruntung
taklah bersungut mulut pun muncung

kalau semula tak minat nak bertudung
cobalah disesuaikan apa yang disarung
kalau masih rasa jiwa mu mendung
maknanya nafsu itu belum dapat dibendung

berjilbab itu bukan satu paksaan
namun lebih kepada keinsyafan
selalu nafsu masih dikuasai syaitan
itulah sebabnya pakaianpun yang bukan bukan

baik tak usah berjilbab kalau hanya menentang hadis
padahal islam suruh pakai yang sopan dan manis
sudahlah pakaian mengalahkan pengemis
atas tutup, bawah buka, ini apa nama punya jenis ?

kita memang hidup dalam era serba maju
sungguhlah iman tak dinilai ikut baju
kalau bertudung tapi pakai yang gitu-gitu .. (maaf ya ibu2)
kita pun susah nak kenal manusia apa hantu

tutup aurat perintah Allah ... (QS. 24:31)
bukanlah pakaian adat timur tengah
bukti cinta Allah padamu hai Muslimah
Agar surga firdaus kelak tempatmu hijrah

harap maafkanlah kalau terlalu panjang
bukan sengaja untuk yang bukan bukan
berpantun seloka bukan sekedar hiburan
yang mana betul jadikanlah pedoman


Manfaat Jilbab Selain Kewajiban Muslimah
            Dari artikel Berjilbab Bikin Cantik Dan Sehat Jilbab Dalam Segi Kesehatan yang dikutip dari http://gadisberjilbab.tumblr.com/post/5007833522/berjilbab-bikin-cantik-dan-sehat-jilbab-dalam-segi menyebutkan Wanita cenderung lebih besar risikonya dibanding pria untuk terkena skin cancer (kanker kulit) jika terlalu sering terpajan oleh sinar matahari yang banyak mengandung sinar UV (pada pukul 09.00-16.00). Dengan menutup aurat menggunakan jilbab dan khimar/kerudung maka kulit dan rambut kita akan terjaga dan kemungkinan terkena kanker itu menjadi lebih kecil. Apakah Saudari juga tahu ternyata baju yang kita pakai itu mengandung SPF hampir sama dengan sunblock/sunscren. Poin-poinnya simaklah dibawah ini.
1.      Mencegah dari penyakit kulit
Jilbab mencegah berbagai penyakit kulit. Kulit kita terdiri dari epidermis, dermis, dan subcotaneous layers. Banyaknya penyakit kulit di sebabkan oleh sinar matahari yang secara langsung terkena kulit terutama sinar UV. Apa lagi pada saat ini telah banyaknya lapisan ozon yang berkurang mengakibatkan semakin banyaknya sinar UV yang masuk ke bumi. Lapisan ozon berfungsi menyerap semua sinar bergelombang pendek agar tidak mengenai bumi. Sinar UV adalah sinar tak nampak yang merupakan bagian dari energi yang dipancarkan matahari. Sinar ini memiliki 3 panjang gelombang yang berbeda, yaitu; A,B,C. Panjang gelombang A berkisar 315-400 nm, gelombang jenis A menyebabkan kulit terbakar (sunburn) setelah terkena sinar matahari dalam waktu yang lama. Panjang gelombang jenis B berkisar antara 280-315 nm, gelombang jenis B menyebabkan kanker kulit setelah terkena sinar matahari beberapa tahun. Panjang gelombang C berkisar 150-280 nm, sinar jenis C adalah gelombang sinar yang paling berbahaya dan mematikan. Sinar UV jenis C biasa di gunakan dalam sterilisasi karena kemapuannya membunuh bakteri dan virus.
Sinar A dan B menyebabkan kanker kulit bagi manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Sinar A menembus kulit lebih dalam dari pada B, akan tetapi daya rusaknya lebih rendah. Sinar A merusak sebagian sel yang di kemudian hari menyebabkan kanker kulit. Sinar B menyebabkan kanker kulit secara langsung, karena daya rusaknya lebih besar dari A, terutama bagi mereka yang terlalu sering terkena sinar matahari secara langsung.
Jilbab mencegah kontak lansung antara kulit dan cahaya matahari sehingga kulit terlindung dari bahaya terkena matahari secara langsung. Secara ilmiah terbukti bahhwa terkena sinar matahari secara langsung dapat menyebabkan berbagai macam penyakit kulit yang berbahaya bagi manusia. Diantaranya adalah:
a)      Sunburn (terbakar sinar matahari)
Sunburn terjadi akibat sengatan matahari yang kadarnya melebihi daya tahan kulit terhadap UV. Seperti luka bakar karena api baik gejala maupun tingkatannya. Suburn terjadi pada orang berkulit cerah setelah terkena terik matahari kurang dari seperempat jam. Sedangkan orang berkulit coklat (gelap) mampu bertahan di bawah terik matahari yang sama selama 3-9 jam.
Gejala sunburn tidak nampak seketika setelah terkena sinar matahari, akan tetapi setelah beberapa waktu. Gejalanya bermula dari rasa perih dan muncul warna merah.
Rasa perih akan mencapai puncaknya setelah 6-48 jam tersengat matahari. Umumnya terjadi pembengkakan kulit, terutama kulit kaki. Biasanya terik matahari di iringi hembusan hawa panas, dan hal ini kadang mengakibatkan demam.
b)      Solar keratoses (peradangan kulit luar karena matahari)
Bentuknya seperti sisik-sisik kasar yang nampak pada bagian kulit yang terbakar. Keadaan ini dapat berkembang menjadi kanker kulit yang menyerang sel gepeng squamous cell.
Radang juga sering dijumpai pada tempat-tempat yang berulang kali terkena sengatan sinar matahari, terutama punggung tangan dan wajah. Bagian wajah yang sering radang adalah hidung, tonjolan pipi, bibir atas dan dahi. Penyakit ini lebih sering terjadi pada orang yang bekerja di area terbuka dalam jangka waktu lama. Pencegahan dapat dilakukan dengan melindungi kulit dari radiasi sinar UV.
c)      Solar urticaria (gatal-gatal karena matahari)
Penyakit ini terjadi pada laki-laki maupun perempuan, namun jarang terjadi. Kebanyakan kasus terjadi sebelum usia 40 tahun. Gejalanya langsung nampak seketika setelah terkena sengatan matahari. Penyakit ini biasa menyerang wajah dan punggung tangan. Kondisi ini akan semakin parah seiring dengan makin lamanya seseorang terkena sengatan matahari.
d)      Photosensitivity (kulit sensitif terhadap matahari)
Sifat sensitif pada cahaya terjadi akibat reaksi tak wajar, baik dari segi kualitas maupun kuantitas, antara kulit dan cahaya. Yang paling umum di dapati ialah reaksi antara sinar UV jenis B dengan sel-sel kulit. Efek yang timbul ialah kudis berwarna merah yang membengkak dan menimbulkan rasa nyeri. Hal ini dapat berlangsung dalam beberapa hari hingga berminggi-minggu.
e)      Kanker kulit
Semua jenis kanker kulit adalah akibat dari terkena sinar matahari, terutama saat terik matahari dari pukul 10 pagi hingga pukul 4 sore. Para ilmuan meyakini bahwa sinar UV dapat merusak DNA dalam sel-sel kulit dan mengubahnya menjadi tumor kanker. Adapun daerah yang paling potensial terkena kanker kulit ialah wajah, telapak tangan, lengan dan betis.
Kulit-kulit yang terkena sunburn lebih potensial terkena kanker kulit. Seperti mereka yang menjemur tubuhnya dalam keadaan telanjang secara berkala (sunbath).
Sinar-sinar tersebut dapat merusak atau minimal melemahkan sel-sel antibodi yang tersebar di permukaan kulit. Akibatnya, pertumbuhan tumor kanker pun semakin ganas. Sinar-sinar tersebut juga berpengaruh pada kesehatan kulit dan keindahannya.
f)      Squamous cell carcinoma (kanker sel gepeng / sel squama)
Penyakit ini tergolong kanker kulit yang paling luas penyebarannya. Penderitanya kebanyakan orang yang sensitif terhadap matahari. Penyakit ini di mulai dari peradangan kulit akibat terkena sinar matahari. Penyakit ini di mulai dari timbulnya sisi-sisik kecil yang muncul di wajah, telinga, dan tangan orang kulit putih, yang selama bertahun-tahun berjemur sambil telanjang di bawah sinar matahari.
g)      In situ squamous cell carcinoma (kanker sel gepeng yang terlokalisir)
Juga dikenal dengan nama bonz. Sel-sel kankernya berkonsentrasi pada bagian luar kulit saja, luasnya berkisar antara satu hingga beberapa sentimeter. Penyebab utama dari kanker parsial ini adalah terkena sinar matahari yang mengandung UV.
h)      Melanoma
Penyakit kanker yang berbahaya yang dapat diobati jika diketahui sejak dini. Ia merupakan pertumbuhan sel-sel kromatin pada lapisan luar kulit dan lapisan di bawahnya secara tak terkendali. Seperti halnya kanker lainnya, jenis ini mulanya seperti penyakit kulit, kemudian menyebar ke tempat-tempat lainnya seperti mata, mulut, dan otak. Penyakit ini dapat menjakiti semua umur, namun kebanyakan yang berumur 50-70 tahun. Korban yang meninggal dunia karenanya mencapai ratusan tiap tahun. Penyebab utama penyakit ini karena sering terkena sinar matahari ketika kanak-kanak.
2.      Mencegah penuaan dini
Fungsi kulit pada tubuh wanita tidaklah sama dengan fungsi kulit pada tubuh laki-laki. Pada wanita kulit juga berfungsi sebagai kosmetik. Kulit terdiri dari dua lapisan utama yaitu lapisan epidermis dan lapisan dermis.
Lapisan epidermis merupakan lapisan tipis yang tersusun dari sel-sel kromatin. Sel epidermis juga menghasailkan pigmen, yaitu warna pada kulit manusia. Sel-sel yang terdapat pada epidermis, 90%-nya merupakan sel tanduk yang menghasilkan serabut-serabut protein yang disebut keratin, sel-sel tersebut bersifat melindungi kulit. lapisan permukaan ini memperbaharui diri secara otomatis setiap bulan.
Diantara sel-sel keratin terdapat sel kromatin yang tersebar. Sel ini menghasilkan zat berwarna gelap yang disebut melanin. Zat inilah yaang memberi warna pada kulit dan melindunginya dari radiasi sinar ultra violet (UV) yang berbahaya, yaitu dengan menyerap atau menghancurkannya. Bila sel-sel ini terkena sengatan matahari dalam jangka waktu lama, ia akan mengeluarkan melanin dalam jumlah besar. Sehinnga mengakibatkan warna coklat, suatu warna yang kurang cerah yang terjadi sebagai bagian dari fenomena penuaan
Lapisan kedua adalah lapisan dermis, Lapisan dermis lebih tebal dan lebih kuat dibandingkan dengan lapisan epidermis. Lapisan dermis tersusun dari anyaman jaringan ikat, pembuluh darah, saraf, kelenjar dan berbagai macam struktur, sepeti kelenjar lemak serta kelenjar keringat.
Kelenjar keringat berfungsi sebagai stabilisator suhu tubuh. Kelenjar keringat berfungsi mempekakan kulit terhadap pengamanan fisik dan psikis, serta menjaga agar keseimbangan susunan elektrolit dalam serum terpelihara.
Kelenjar lemak menghasilkan lemak yang melumasi kulit dan melindunginya dari sengatan matahari dan terpaan angin. Kulit yang berlemak merupakan akibat dari produksi lemak oleh kelenjar lemak secara kontinu. Kulit kering disebabkan karena produksi lemak yang menurun atau terhenti sama sekali.
Di samping menghasilkan lemak dan keringat, dermis juga mengandung sistem limfe yang kompleks yang berfungsi menanggulangi infeksi. Sedangkan sistem saraf berfungsi menerima dan menghantarkan informasi atau impuls dari luar.
Dalam lapisan dermis juga terdapat bahan kimiawi yang disebut kolagen. Kolagen adalah protein yang merupakan komponen terbesar bagi lapisan dermis. Kolagen berfungsi menentukan peringkat kelenturan di kulit. Kolagen menjaga agar kelenturannya tetap optimal. Kolagen juga memelihara agar tekstur kulit tetap lembut.
Sinar matahari yang tampak (visible light, 400-800 nm) tidak menimbulkan kerusakan, tapi di sebelahnya terdapat sinar infra merah (infra red=IR, 1300-1700 nm) yang 40% bagiannya mencapai bumi dan berpengaruh terhadap proses photo daging (penuaan yang disebabkan sinar matahari).
Pengaruh sinar matahari menahun/kronik juga dapat menyebabkan kerusakan kulit akibat efek fotobiologik sinar UV yang menghasilakn radikal bebas, akan menimbulkan kerusakan protein dan asam amino yang merupakan struktur utama kalogen dan elastis, kerusakan pembuluh darah kulit dan menimbulkan kelainan pigmentasi kulit.
Usia secara berangsur-angsur akan menurunkan derajat kecantikan seorang wanita. Usia menyebabkan penumpukan pigmen di kulit tidak terdistribusi secara merata dan menyeluruh, melainkan timbul bercak-bercak. Semakin tinggi usia semakin cepat terjadinya akumulasi sel-sel mati di lapisan epidermis. Sehingga mengakibatkan perubahan pada kelenturan dan tekstur kulit yang mengakibatkan kekeringan, kekakuan, dan keriput-keriput di kulit
Semua proses penuaan di atas dapat di percepat pada kulit yang sering terkena matahari secara langsung, termasuk polusi kiamiawi dalam atmosfer.
Dengan berjilbab dapat mencegah penuaan secara dini karena melindungi kulit kita dari cahaya matahari, angin, polusi udara secara langsung.
         Dapat disimpulkan jika berjilbab itu bermanfaat untuk: (1) Mencegah dari penyakit kulit dan (2) Mencegah penuaan dini.  Hal ini terbukti wanita berjilbab yang sesuai syarat dan ketentuan Syariat Islam wajahnya lebih cerah berbeda dengan berjilbab tanpa ilmu dan sama sekali tanpa jilbab wajahnya seakan-akan pucat memerah (wajah ketuaan/pudar kebeningan) disebabkan tidak adanya menghalang sinar matahari, makanya wanita berjilbab yang sudah semestinya lebih awet muda dibanding wanita yang lainnya, sebab pengaruh dari menjaga harga diri, menjaga aurat tertutup, dan terhindarnya dari mendatangkan dosa untuk orang lain yang melihatnya.

Solusi Akhir (Saran dan Implementasi)
         Syarat Pakaian Penutup Aurat Wanita
         Perlu diperhatikan apa saja yang harus remaja putri dan wanita dewasa dalam menerapkan pakaian dan jilbab sebagai hijab yang dikenakan mesti sesuai tuntunan Islam. Diantaranya: 1. Kainnya Tidak Transparan 2. Harus Longgar (Tidak Ketat) Sehingga Tidak Dapat Menggambarkan Sesuatu Dari Tubuhnya 3. Tidak diberi wangi-wangian 4. Tidak Menyerupai Pakaian Laki-Laki 5. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir dan 6. Bukan Pakaian Syuhrah (Untuk Mencari Popularitas).
        
1.      Kainnya Tidak Transparan
         Sebab yang namanya menutup itu tidak akan terwujud kecuali tidak trasparan. Jika transparan, maka hanya akan mengundang fitnah (godaan) dan berarti menampakkan perhiasan. Dalam hal ini Rasulullah telah bersabda: Pada akhir umatku nanti akan ada wanita-wanita yang berpakain namun (hakekatnya) telanjang. Di atas kepala mereka seperti punuk unta. Kutuklah mereka karena sebenarnya mereka adalah kaum wanita yang terkutuk. (At-Thabrani Al-Mujamusshaghir : 232). Di dalam hadits lain terdapat tambahan yaitu: Mereka tidak akan masuk surga dan juga tidak akan mencium baunya, padahal baunya surga itu dapat dicium dari perjalanan sekian dan sekian. (HR.Muslim)

         Ibnu Abdil Barr berkata: Yang dimaksud oleh Nabi adalah kaum wanita yang mengenakan pakaian yang tipis, yang dapat mensifati (menggambarkan) bentuk tubuhnya dan tidak dapat menutup atau menyembunyikannya. Mereka itu tetap berpakaian namanya, akan tetapi hakekatnya telanjang. (Tanwirul Hawalik III/103).

         Dari Abdullah bin Abu Salamah, bahwasanya Umar bin Al-Khattab pernah memakai baju Qibtiyah (jenis pakaian dari Mesir yang tipis dan berwarna putih) kemudian Umar berkata : Jangan kamu pakaikan baju ini untuk istri-istrimu! Seseorang kemudian bertanya : Wahai Amirul Muminin, Telah saya pakaikan itu kepada istriku dan telah aku lihat di rumah dari arah depan maupun belakang, namun aku tidak melihatnya sebagai pakaian yang tipis!. Maka Umar menjawab: Sekalipun tidak tipis, namun ia menggambarkan lekuk tubuh. (HR. Al-Baihaqi II/234-235).

         Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Akan ada nanti di kalangan akhir umatku para wanita yang berpakaian tapi hakikatnya mereka telanjang … bersabda. Kemudian Beliau Shallallahu ‘alaihi wassalam: “… laknatlah mereka karena sesungguhnya mereka itu terlaknat”. (HR. Ath Thabrani dalam Al Mu`jamush Shaghir dengan sanad yang shahih sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Albani dalam kitab beliau Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah, hal. 125)

2.      Harus Longgar (Tidak Ketat) Sehingga Tidak Dapat Menggambarkan Sesuatu Dari Tubuhnya

Usamah bin Zaid berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam memakaikan aku pakaian Qibthiyah yang tebal yang dihadiahkan oleh Dihyah Al Kalbi kepada beliau maka aku memakaikan pakaian itu kepada istriku. Suatu ketika Beliau Shallallahu ‘alaihi wassalam bertanya: “Mengapa engkau tidak memakai pakaian Qibthiyah itu?” Aku menjawab: “Aku berikan kepada istriku”. Beliau berkata : “Perintahkan istrimu agar ia memakai kain penutup setelah memakai pakaian tersebut karena aku khawatir pakaian itu akan menggambarkan bentuk tubuhnya”. (Diriwayatkan oleh Adl Dliya Al Maqdisi, Ahmad dan Baihaqi dengan sanad hasan, kata Syaikh Al-Albani t dalam Jilbab, hal. 131)
Aisyah pernah berkata: Seorang wanita dalam shalat harus mengenakan tiga pakaian: Baju, jilbab dan khimar. Adalah Aisyah pernah mengulurkan izar-nya (pakaian sejenis jubah) dan berjilbab dengannya. (Ibnu Sad VIII/71). Pendapat yang senada juga dikatakan oleh Ibnu Umar: Jika seorang wanita menunaikan shalat, maka ia harus mengenakan seluruh pakainnya: Baju, khimar dan milhafah (mantel). (Ibnu Abi Syaibah: Al-Mushannaf II:26/1).

3.      Tidak diberi wangi-wangian
         Karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Wanita mana saja yang memakai wangi-wangian lalu ia melewati sekelompok orang agar mereka mencium wanginya maka wanita itu pezina.” (HR. An Nasai, Abu Daud dan lainnya, dengan isnad hasan kata Syaikh Al-Albani dalam Jilbab, hal. 137)
Dari Abu Musa Al-Asyari bahwasannya ia berkata: Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam bersabda: Siapapun wanita yang memakai wewangian, lalu ia melewati kaum laki-laki agar mereka mendapatkan baunya, maka ia adalah pezina. (Al-Hakim II/396 dan disepakati oleh Adz-Dzahabi). Dari Zainab Ats-Tsaqafiyah bahwasannya Nabi bersabda shalallahu ‘alahi wa sallam: Jika salah seorang diantara kalian (kaum wanita) keluar menuju masjid, maka jangan sekali-kali mendekatinya dengan (memakai) wewangian. (Muslim dan Abu Awanah).

         Dari Musa bin Yasar dari Abu Hurairah: Bahwa seorang wanita berpapasan dengannya dan bau wewangian tercium olehnya. Maka Abu Hurairah berkata : Wahai hamba Allah! Apakah kamu hendak ke masjid? Ia menjawab : Ya. Abu Hurairah kemudian berkata : Pulanglah saja, lalu mandilah! karena sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah bersabda: Jika seorang wanita keluar menuju masjid sedangkan bau wewangian menghembus maka Allah tidak menerima shalatnya, sehingga ia pulang lagi menuju rumahnya lalu mandi. (Al-Baihaqi III/133).
         Alasan pelarangannya sudah jelas, yaitu bahwa hal itu akan membangkitkan nafsu birahi. Ibnu Daqiq Al-Id berkata : Hadits tersebut menunjukkan haramnya memakai wewangian bagi wanita yang hendak keluar menuju masjid, karena hal itu akan dapat membangkitkan nafsu birahi kaum laki-laki. (Al-Munawi : Fidhul Qadhir). Syaikh Albani mengatakan: Jika hal itu saja diharamkan bagi wanita yang hendak keluar menuju masjid, lalu apa hukumnya bagi yang hendak menuju pasar atau tempat keramaian lainnya? Tidak diragukan lagi bahwa hal itu jauh lebih haram dan lebih besar dosanya. Berkata Al-Haitsami dalam AZ-Zawajir II/37 Bahwa keluarnya seorang wanita dari rumahnya dengan memakai wewangian dan berhias adalah termasuk perbuatan dosa besar meskipun suaminya mengizinkan.

4.      Tidak Menyerupai Pakaian Laki-Laki
         Karena ada beberapa hadits shahih yang melaknat wanita yang menyerupakan diri dengan kaum pria, baik dalam hal pakaian maupun lainnya. Dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah melaknat pria yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian pria. (Al-Hakim IV/19 disepakati oleh Adz-Dzahabi).
         Dari Abdullah bin Amru yang berkata: Saya mendengar Rasulullah shalallahu alahi wa sallam bersabda: Tidak termasuk golongan kami para wanita yang menyerupakan diri dengan kaum pria dan kaum pria yang menyerupakan diri dengan kaum wanita. (Ahmad II/199-200)

         Dari Ibnu Abbas yang berkata: Nabi shalallahu ‘alahi wa sallam melaknat kaum pria yang bertingkah kewanita-wanitaan dan kaum wanita yang bertingkah kelaki-lakian. Beliau bersabda: Keluarkan mereka dari rumah kalian. Nabi pun mengeluarkan si fulan dan Umar juga mengeluarkan si fulan. Dalam lafadz lain: Rasulullah melaknat kaum pria yang menyerupakan diri dengan kaum wanita dan kaum wanita yang menyerupakan diri dengan kaum pria. (Al-Bukhari X/273-274).

         Dari Abdullah bin Umar, Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam bersabda: Tiga golongan yang tidak akan masuk surga dan Allah tidak akan memandang mereka pada hari kiamat; Orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang bertingkah kelaki-lakian dan menyerupakan diri dengan laki-laki dan dayyuts (orang yang tidak memiliki rasa cemburu). ( Al-Hakim I/72 dan IV/146-147 disepakati Adz-Dzahabi).

         Abu Hurairah mengatakan: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki”. (HR. Abu Daud, Ibnu Majah dan lainnya. Dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam Jilbab, hal. 141)
         Dalam hadits-hadits ini terkandung petunjuk yang jelas mengenai diharamkannya tindakan wanita menyerupai kaum pria, begitu pula sebaiknya. Ini bersifat umum, meliputi masalah pakaian dan lainnya, kecuali hadits yang pertama yang hanya menyebutkan hukum dalam masalah pakaian saja.

5.      Tidak menyerupai pakaian wanita kafir
Karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam dalam banyak sabdanya memerintahkan kita untuk menyelisihi orang-orang kafir dan tidak menyerupai mereka baik dalam hal ibadah, hari raya/perayaan ataupun pakaian khas mereka.
Bukan merupakan pakaian untuk ketenaran, yakni pakaian yang dikenakan dengan tujuan agar terkenal di kalangan manusia, sama saja apakah pakaian itu mahal/mewah dengan maksud untuk menyombongkan diri di dunia atau pakaian yang jelek yang dikenakan dengan maksud untuk menampakkan kezuhudan dan riya.
Berkata Ibnul Atsir: Pakaian yang dikenakan itu masyhur di kalangan manusia karena warnanya berbeda dengan warna-warna pakaian mereka hingga manusia mengangkat pandangan ke arahnya jadilah orang tadi merasa bangga diri dan sombong. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: Siapa yang memakai pakaian untuk ketenaran di dunia maka Allah akan memakaikannya pakaian kehinaan pada hari kiamat kemudian dinyalakan api padanya”. (HR. Abu Daud, Ibnu Majah dengan isnad hasan kata Syaikh Albani dalam Jilbab, hal. 213)
         Syariat Islam telah menetapkan bahwa kaum muslimin (laki-laki maupun perempuan) tidak boleh bertasyabuh (menyerupai) kepada orang-orang kafir, baik dalam ibadah, ikut merayakan hari raya, dan berpakain khas mereka.

         Dalilnya Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala surat Al-Hadid ayat 16, yang artinya: Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka) dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.

         Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam surat Al-Hadid ayat 16, yang artinya: Janganlah mereka seperti … merupakan larangan mutlak dari tindakan menyerupai mereka, di samping merupakan larangan khusus dari tindakan menyerupai mereka dalam hal membatunya hati akibat kemaksiatan. (Al-Iqtidha… hal. 43).

         Ibnu Katsir berkata ketika menafsirkan ayat ini (IV/310): Karena itu Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang orang-orang beriman menyerupai mereka dalam perkara-perkara pokok maupun cabang. Allah berfirman : Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad). Raa’ina’tetapi katakanlah Unzhurna dan dengarlah. Dan bagi orang-orang yang kafir siksaan yang pedih. (Q.S. Al-Baqarah:104).

         Lebih lanjut Ibnu Katsir berkata dalam tafsirnya (I/148): Allah melarang hamba-hamba-Nya yang beriman untuk mnyerupai ucapan-ucapan dan tindakan-tindakan orang-orang kafir. Sebab, orang-orang Yahudi suka menggunakan plesetan kata dengan tujuan mengejek. Jika mereka ingin mengatakan Dengarlah kami, mereka mengatakan Raa’ina sebagai plesetan kata Raa’uunah (artinya ketotolan) sebagaimana firman Allah dalam surat An-Nisa ayat 46. Allah juga telah memberi tahukan dalam surat Al-Mujadilah ayat 22, bahwa tidak ada seorang mukmin yang mencintai orang-orang kafir. Barangsiapa yang mencintai orang-orang kafir, maka ia bukan orang mukmin, sedangkan tindakan menyerupakan diri secara lahiriah merupakan hal yang dicurigai sebagai wujud kecintaan, oleh karena itu diharamkan.

6.      Bukan Pakaian Syuhrah (Untuk Mencari Popularitas)
         Berdasarkan hadits Ibnu Umar, Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam bersabda: Barangsiapa mengenakan pakaian (libas) syuhrah di dunia, niscaya Allah mengenakan pakaian kehinaan kepadanya pada hari kiamat, kemudian membakarnya dengan api neraka. (Abu Daud II/172).

         Syuhrah adalah setiap pakaian yang dipakai dengan tujuan untuk meraih popularitas di tengah-tengah orang banyak, baik pakain tersebut mahal, yang dipakai oleh seseorang untuk berbangga dengan dunia dan perhiasannya, maupun pakaian yang bernilai rendah, yang dipakai oleh seseorang untuk menampakkan kezuhudannya dan dengan tujuan riya (Asy-Syaukani: Nailul Authar II/94). Ibnul Atsir berkata : A’yuhrah artinya terlihatnya sesuatu. Maksud dari Libas Syuhrah adalah pakaiannya terkenal di kalangan orang-orang yang mengangkat pandangan mereka kepadanya. Ia berbangga terhadap orang lain dengan sikap angkuh dan sombong.
         Jika poin-poin diatas direaliasasikan dalam perilaku muslimah sehari-hari insya Allah hal negatif yang akan mengancam diri itu tidak akan begitu berpengaruh, karena Allah menganjurkan sesuatu bagi makhlukNya adalah terbaik bagi kita meski dalam pandangan manusia buruk atau tidak gaul artinya tidak mengikuti mode, tapi hal itu demi kebaikan muslimah agar terjaga kesucian dan kehormatan dirinya.

         Sebagaimana yang ditegaskan oleh Allah SWT dalam FirmanNya:
         “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 216)

         Jadi, janganlah berprasangka buruk terhadap Ilahi sebab ia lebih mengetahui dibanding kita, ilmuNya lebih luas sedang ilmu manusia sangatlah terbatas. Jadi, sudah menjadi keharusan kita mengingatkan saudari-saudari muslimah untuk berjilbab dengan semestinya agar ridho Allah Ta’ala selalu menyertai dan bukan hanya itu jilbab termasuk ciri-ciri wanita dunia yang menghuni surga dalam keadaan berjilbab, untuklah itulah pentingnya jilbab yang semestinya sesuai tuntunan Islam. Mengenakan jilbab saat dikerumunan orang banyak seperti pasar, sekolah, kantor, dan hal lainnya, sedang jika dirumah boleh saja dilpeas asal tidak bertemu dengan lelaki yang bukan muhrim. Lebih jelasnya lihat surat An-Nuur ayat 31.
        
         Saran dari penulis, pakailah jilbab bukan karena kewajiban tapi jadikanlah kebutuhan dalam menjaga kulit dari sinar matahari di siang hari panasnya bukan main dan kebutuhan lainnya yang bermanfaat misalnya: menjaga agar kaum lelaki tidak melakukan pelecehan seksual, selain itu berbanggalah memakai jilbab berarti menghormati dan menjaga harkat martabat diri sendiri dan kelak di akhirat wanita-wanita berjilbab termasuk orang pilihan yang akan menghuni Syurga dan menjadi Bidadari bagi laki-laki yang beriman, bisa saja bertemu kembali dengan suaminya jika suami tersebut di dunianya berat timbangan kebaikannya yang bisa membawanya ke syurga. Satu hal lagi, untuk jaga diri dari kaum lelaki yang ingin melakukan pelecehan seksual, coba dari sekarang belajar ilmu beladiri khusus wanita agar bisa menjaga kehormatan diri kelak suami nanti akan bangga dengan keperawanan dan pandai menjaga diri sehingga suami tidak waswas jika istrinya keluar kemana-mana tanpa dibarengi oleh suami.





Sumber Pustaka:

Albani, Asy-Syaikh Nasrudin. Kitab Jilbab Al-Mar’ah Al-Muslimah fil Kitabi was Sunnah. http://tomygnt-tomygnt.blogspot.com/2010/02/seloka-aurat.html

Berjilbab, Gadis. Berjilbab Bikin Cantik Dan Sehat Jilbab Dalam Segi Kesehatan.http://gadisberjilbab.tumblr.com/post/5007833522/berjilbab-bikin-cantik-dan-sehat-jilbab-dalam-segi

Hafid, Ummu Abdillah Al-Wadi‘iyyah. Jilbab Yang Sesuai Dengan Syariat dalam kitab Nashihati Lin Nisa. Dikutip dari: http://www.asysyariah.com atau di http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/06/09/jilbab-yang-sesuai-dengan-syariat/

Pryadha, Ganna. Jilbab Gaul Berpakaian Tapi Telanjang. http://www.voa-islam.com/teenage/smart-teen/2010/10/22/11191/jilbab-gaul-berpakaian-tapi-telanjang/
Departemen Agama Republik Indonesia. Alquran dan Terjemahnya. Penerbit: PT. Kumudasmoro Grafindo, Semarang. Cetakan 1994.

Sumber Gambar:

http://kumpulrame.com/fenomena-cewek-berjilbab-masa-kini/fenomena-foto-cewek-berjilbab-masa-kini-1/

http://kumpulrame.com/fenomena-cewek-berjilbab-masa-kini/fenomena-foto-cewek-berjilbab-masa-kini-3-2/

http://kumpulrame.com/fenomena-cewek-berjilbab-masa-kini/fenomena-foto-cewek-berjilbab-masa-kini-4/


Sumber Arsip Artikel:
Hussein, Muhammad Adam. Efek Jilbab Tanpa Ilmu dan Solusinya.


4 Komentar untuk "Efek Jilbab Tanpa Ilmu dan Solusinya!"

  1. wah ternyata Allah dan Rasulullah menyuruh makai jilbab  untuk kesehatan kita  juga ya selain sebagai kehormatan kita

    BalasHapus
  2. yupz betul de, begitulah kemuliaan dan sesuai fitrah manusia ajaran Islam itu. ^.^

    BalasHapus
  3. terimakasih atas artikelnya. semoga mendapat ridho dan rohmat dari Allah SWT.Amien

    BalasHapus
  4. sama-sama, amien, alhamdulillah artikel ini udah dibukukan di Buku Kumpulan Kupas Tuntas Fenomena Remaja. Bila berminat pemesanan di 08997527700

    BalasHapus

BACALAH SEBELUM BERKOMENTAR

Dilarang berkomentar dengan akun Unknow, akun Profil Tidak Tersedia, akun yang tidak dengan nama asli. Dilarang berkomentar dengan menaruh link didalam komentar baik link hidup maupun link mati.

Kenapa?
Karena kami tidak akan menayangkan komentar-komentar tersebut. Kami hanya menayangkan komentar yang relevan dengan isi pembahasan artikel dan komentar yang berbobot dan bermanfaat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Teh Celup Herbal Bidara Ruqyah

Rp. 30.000 (isi 25 celup/belum ongkir)

PESAN MELALUI WHATSAPPS : 08997527700