Dahsyatnya Matematika Sedekah

Oleh: Muhammad Adam Hussein



Sudahkah kita bersedekah hari ini?
Atas niat apa kita bersedekah?
Sedekah apa saja yang telah kita berikan?

       Pertanyaan di atas, sudah seharusnya kita berikan jawaban, jawabannya pasti akan berbeda-beda tiap orangnya. Dari perbedaan itu wajar sebab tiap seseorang menilai sesuatu sesuai pemahaman dan sudut pandang yang melatarbelakanginya. Jadi, kita tidak perlu mempermasalahkan perbedaan tersebut.

Gambar Keutamaan Sedekah
[Klik Gambar untuk memperbesar]


       Sudahkah kita bersedekah hari ini?
       Jawabnya: sudah bersedekah, jumlah sedekah seseorang pasti berbeda-beda itu kembali kepada kesadaran individu dan tergantung materi kepemilikan seseorang. Tidak ada satu orang yang bisa menentukan besarnya sedekah, sedekah juga tidak ditentukan oleh Allah Azza Wajalla.

       Atas niat apa kita bersedekah?
       Jawabnya: Niat seseorang bersedekah pun beraneka ragam, ada yang bersedekah untuk meringankan beban orang lain, ada yang bersedekah untuk membebaskan dosa-dosa yang telah lalu, ada yang bersedekah untuk dikasihani oleh Ilahi Robbi, ada yang bersedekah untuk memamerkan harta, ada yang bersedekah untuk menjadi terkenal, ada yang bersedekah untuk meningkatkan semangat ibadah, ada yang bersedekah untuk Allah menghilangkan penyakit dalam tubuh atau jiwanya, dan masih banyak lagi alasan lainnya dari niat bersedekah itu sendiri. Niat sedekah ini kembali pada motivasi seseorang untuk apa bersedekah ini. Dengan bahan rujukannya pada Hadits Rasululllah Saw yang berbunyi: “Semua amal itu tergantung pada niatnya.” [HR. Bukhari Muslim diambil dari buku Kumpulan Kupas Tuntas Fenomena Remaja Bagian Hitam Putih dalam Menulis Karya Muhammad Adam Hussein (2011 : Hal. 16)].


Download Ebook Dahsyatnya Matemaetika Sedekah
       Sedekah apa saja yang telah kita berikan?
       Sedekah itu beragam bukan hanya berupa materi saja, tapi bisa berupa ilmu bisa disebut sedekah ilmu, dengan menikah itu pun sedekah karena menyalurkan kebutuhan biologis pada jalan yang dibenarkan oleh Ilahi Robbi, mengucap tasbih, takbir, tahmid, dan tahlil itupun termasuk sedekah, apalagi kalau kita mengingatkan seseorang mengarahkan pada nilai kebaikan sehingga terhindarnya berbuat maksiat terhadap dirinya atau terhadap orang lain itupun termasuk sedekah. Jadi, sedekah itu tidak terbatas pada materi berupa uang, pakaian, dan peralatan lainnya. Saudara bebas menyedekahkan apa saja asal itu berstatus Halal dan Layak Pakai keberadaannya itu.

       Biar lebih jelas, saya perkuat argumen di atas sebagaimana dalam dua Hadits Rasulullah SAW sebagai berikut bunyinya:
      
       Dari Abu Dzar RA, Rasulullah Saw bersabda:
       “Beberapa sahabat berkata kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, orang-orang kaya pergi dengan membawa pahala yang banyak. Mereka mengerjakan shalat sebagaimana yang kami kerjakan mereka juga berpuasa sebagaimana yang kami kerjakan, dan mereka juga dapat bersedekah dengan kelebihan harta mereka”. Nabi SAW bersabda, ‘Bukanlah Allah telah menjadikan banyak hal yang dapat kalian sedekahkah? Sesungguhnya, setiap ucapan tasbih adalah sedekah, setiap bacaan takbir adalah sedekah, setiap bacaan tahmid adalah sedekah, setiap bacaan tahlil adalah sedekah, memerintahkan yang ma’ruf juga merupakan sedekah, mencegah kemungkaran adalah sedekah, dan ada pada persetubuhan juga ada nilai sedekah. Mereka bertanya, “Rasulullah, apakah seseorang di antara kami yang menunaikan syahwatnya juga berpahala?” Rasulullah SAW menjawab, “Bagaimana pendapat kalian jika ia menempatkannya pada tempat yang haram, bukanlah ia akan berdosa? Demikian juga jika ia meletakkannya pada sesuatu yang halal maka ia memperoleh pahala.”
       [HR. Muslim diambil dari Buku Berkah & Keajaiban Sedekah oleh Abdurrahim Al-Qahtani (2011 : Hal. 8)].

       Dapat saya jelaskan kesimpulannya dalam hadits di atas adalah:
1.    Ucapan tasbih, takbir, tahmid, dan tahlil itu termasuk sedekah.
2.    Memerintahkan yang ma’ruf (menyuruh kebaikan dan memberi peringatan akan satu perkara) dan mencegah kemungkaran (tindak laku jahat sekalipun  masih tahap niat) itu termasuk sedekah.
3.    Menyalurkan syahwat atau naluri seksual pada tempat yang Halal melalui Menikah, maka hal itupun termasuk sedekah. Jika menyalurkan syahwat atau naluri seksual pada yang tempat yang haram maksudnya belum terikatnya menjadi hubungan suami isteri, misalnya: masih pacaran (apalagi ini tidak ada nash yang mewajibkannya malah sebaliknya dilarangNya karena efek negatif yang begitu besar), masih tahap tunangan itupun tidak termasuk sedekah apabila menyalurkan syahwatnya karena ikatan tersebut belum sah menurut Hukum dan Negara, dengan adanya Surat Nikah dan keabsahan secara Agama sehingga pernikahan tersebut dilindungi secara Hukum baru dapat dikatakan Halal dan termasuk Sedekah.

       Rasulullah SAW juga bersabda:
       “Setiap ruas tulang manusia harus bersedekah setiap hari selagi matahari terbit. Kamu mendamaikan dua orang yang berselisih adalah sedekah, menolong seseorang menaiki kendaraannya atau menaikkan barang-barang ke atas kendaraannya adalah sedekah, ucapan yang baik adalah sedekah, setiap langkah yang digunakan menuju shalat adalah sedekah, dan kamu menyingkirkan gangguan dari jalan juga sedekah.” [HR. Bukhari Muslim diambil dari buku Berkah & Keajaiban Sedekah Karya Abdurrahim Al-Qahthani (2011 : 9)].

       Dapat saya jelaskan kesimpulannya dalam hadits di atas adalah:
1.    Mendamaikan dua orang yang berselisih termasuk sedekah.
2.    Menolong seseorang menaiki kendaraannya atau menaikkan barang-barang ke atas kendaraannya termasuk sedekah.
3.    Ucapan yang baik termasuk sedekah.
4.    Setiap langkah yang digunakan menuju shalat termasuk sedekah.
5.    Menyingkirkan gangguan dari jalan termasuk sedekah.
      
       Setiap ruas tulang manusia harus bersedekah maksudnya: tubuh manusia mempunyai kebutuhan dalam menjaga kesehatan dan mempertahankan hidupnya dengan diberi asupan berupa makanan yang bergizi dan sehat, barangsiapa ia memberi makan bagi tubuhnya saat keadaan lapar maka ia telah sedekah terhadap dirinya, barangsiapa yang ia membiarkan dirinya keadaan lapar maka ia pelit terhadap dirinya (enggan bersedekah untuk tubuhnya). Bahwa, bukan hanya raga saja yang perlu diberi sedekah, rohani juga harus diberi sedekah dengan diberi pencerahan-cerahan, membaca al Qur’an, membaca buku, dan mendapatkan hiburan yang tidak berlebihan.

    
ARTIKEL DAHSYATNYA MATEMATIKA SEDEKAH sudah diebookan, silah download di http://upfile.mobi/434792 dengan judul yang sama Ebook Dahsyatnya Matematika Sedekah


Sumber Pustaka:

Abdurrahim Al-Qahthani. 2011. Berkah & Keajaiban Sedekah. Penerbit Pustaka Sandro Jaya, Jakarta. Cetakan 1, Januari 2011. Hal. 4 – 5 dan 8.

Ali Zaka. 2011. Konsep Matematika Sedekah Ustadz Yusuf Mansur. http://alizaka.blogspot.com/2011/11/konsep-matematika-sedekah-ustad-yusuf.html (diakses pada Senin 5 Maret 2012)

Depatermen Agama Republik Indonesia. Al-Quran dan Terjemahnya, Juz 1 Juz 30. Penerbit PT. Kumudasmoro Grafindo Semarang. Hal. 65, 110, 216, 288, dan 697.

Muhammad Adam Hussein. 2011. Kumpulan Kupas Tuntas Fenomena Remaja. Penerbit CV. Adamssein Media, Sukabumi. Cetakan 1, Desember 2011. Hal. 14, 15 dan 16.

Muhammad Adam Hussein. Maret 2012. Dahsyatnya Matematika Sedekah. http://www.adamsains.us/2012/03/dahsyatnya-matematika-sedekah.html (diakses pada hari Kamis, 8 Maret 2012)

Syeikh DR. Said Abdul Azhim. Mei 2006. Hakikat Bekerja : Wasiat & Renungan untuk Pengusaha dan Karyawan. Penerbit QultumMedia, Depok. Hal. 7.


5 Komentar untuk "Dahsyatnya Matematika Sedekah"

  1. subhanallah luar biasa sekali rahasia yang terdapat dalam sedekah. Allah tidak akan pernah mengingkari janjinya, pasti setiap kebaikan yang dilakukan akan mendapat balasannya

    BalasHapus
  2. Muhammad Adam Hussein Adamssei23 Maret 2012 09.30.00 WIB

    Betul Sodaraku, dari Sedekah, Allah memperlihatkan kekuasaanNya.
    Semoga bermanfaat artikelnya.
    Jangan segan baca artikel lainnya makasih.

    BalasHapus
  3. Bagi yang menyukai artikel nanti ada kelanjutannya tentang Kisah Nyata Matematika Sedekah, nanti juga akan diberitahukan di Buku Tamu, apabila ada yang terbaru.
    Jangan segan-segan mengasih komentar dan usulannya, terimakasih

    BalasHapus
  4. terima kasih atas penjelasannya.. semoga menjadi amal dan di terima sedekah ilmunya. Amin..
    Saya mau bertanya apakah bersedekah kepada pacar (teman dekat) yang keadaannya sudah bekerja namun tidak mencukupi untuk bayar kuliahnya apa termasuk orang yang layak menerima sedekah??
    mohon jawabanya.. Terima Kasih.. :)

    BalasHapus
  5. amien ya robbal a'alamien, hmm, dalam keterangan lain memang disebutkan kalau menyedekah harta ke orang yang sedang mencari ilmu kelipatannya mencapai 40%, tapi kalau hanya terbatas pada pacar saja itu sedekahnya bukan didasari oleh ibadah melainkan karena cinta, sehingga merusak nilai sedekah karena niat yang berubah. Sehingga bisa jadi hanya 10% mendapat pahala sedekahnya. Begitulah penjelasan dari saya.

    BalasHapus

BACALAH SEBELUM BERKOMENTAR

Dilarang berkomentar dengan akun Unknow, akun Profil Tidak Tersedia, akun yang tidak dengan nama asli. Dilarang berkomentar dengan menaruh link didalam komentar baik link hidup maupun link mati.

Kenapa?
Karena kami tidak akan menayangkan komentar-komentar tersebut. Kami hanya menayangkan komentar yang relevan dengan isi pembahasan artikel dan komentar yang berbobot dan bermanfaat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Teh Celup Herbal Bidara Ruqyah

Rp. 30.000 (isi 25 celup/belum ongkir)

PESAN MELALUI WHATSAPPS : 08997527700