Rahasia Empat Perkara

Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Tambahkan
...
14
Rahasia Empat Perkara
Oleh: Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Penulis Buku Fenomena Remaja

Rahasia Empat perkara ini mengajarkan banyak hal dalam menyikapi sesuatu hal yang sering dilupakan oleh kebanyakan orang. Dengan membaca renungan-renungan ini yang muncul dari pikiran orang bijak dan dari sabdanya Rasulullah Saw. Semoga kita mendapat berkah dan manfaatnya, aamiin. Bila memang hal ini bermanfaat jangan lupa pula diberitahukan teman atau siapa yang dikenal untuk membacanya. Dengan begitu kalianpun mendapat pahalanya karena memberitahukan adanya artikel yang bisa diambil pelajaran dan pembelajarannya.

Rahasia empat perkara ini dapat disimak dibawah disusun sesuai manfaatnya. Selamat merenungkannya ya sobat!

Ilustrasi Gambar Rahasia Empat Perkara
Ilustrasi Gambar Rahasia Empat Perkara

Empat perkara yang menimbulkan cinta, diantaranya: wajah bercahaya (karena senyum), ringan tangan, mencari persesuaian, dan sama di mulut dengan di hati.

Empat perkara ciri budiman, diantaranya: menjauhi banyak bicara, menjauhkan tangan dari mengganggu, cepat memberikan penghargaan, dan lambat baru menjauhkan dari tuduhan.

Empat perkara alamat durjana, diantaranya: membuka rahasia kawan, memungkiri janji, mempergunjingkan orang, dan menyakiti hati/fisik tetangga.

Empat hilang karena empat perkara, diantaranya: pandai menutupi kemiskinan, ridha dengan kekuatan karena mencari musuh, hilang kekuasaan karena kelalaian, hilang kesempatan karena memandang ringan.

Empat macam perkara dipantangkan oleh empat macam orang, diantaranya: perkara-perkara kecil bagi orang yang berjiwa besar, mendorong-dorong bagi orang yang cendekia, berbuat cabul bagi orang yang tahu harga diri, berbuat sewenang-wenang bagi orang yang mengenang hari depan.

Empat membawa empat perkara, diantaranya: mengunci mulut membawa selamat, berbuat baik membawa kepada kemuliaan, menolong orang yang lemah membawa kepada pimpinan, dan mensyukuri nikmat membawa kepada tambahan nikmat.

Empat dikenal dengan empat perkara, diantaranya: pengarang karena karangannya, orang alim karena jawabannya, orang bijaksana karena perbuatannya, dan orang yang tabah karena kesanggupannya bertahan.

Empat perkara menujukkan akal, diantaranya: menyukai ilmu pengetahuan, tenang sikapnya, tepat jawabannya, dan banyak benarnya.

Empat perkara yang menunjukkan orang yang tak dapat diberi tanggungjawab, diantaranya: kacau tadbirnya, keji tuturnya, sedikit i’tibarnya, dan banyak sombongnya.

Empat perkara yang menunjukkan seorang ahli siasat, diantaranya: tak berubah air mukanya karena kritik, tajam matanya melihat kesempatan, dapat memilih pendapat yang berbeda-beda, dan senyum mukanya berhadapan dengan lawan.

Empat sempurna karena empat perkara, diantaranya: sempurna ilmu karena amal, sempurna agama karena takwa, sempurna amal karena niat, dan sempurna kehormnatan diri karena gengsi/wibawa.

Empat tak dapat dipisahkan dari empat perkara, diantaranya: rakyat yang tak dapat dipisahkan dari politik, tentara tak dapat dipisahkan dari pimpinan, pendapat tak dapat dipisahkan dari musyawarah, ‘azam tak dapat dipisahkan dari istikharah.[1]

Empat perkara yang bisa menguatkan badan, diantaranya: makan daging, memakai wewangian, kerap mandi, dan berpakaian dari kapas.

Empat perkara yang bisa melemahkan badan, diantaranya: banyak berhubungan badan, selalu cemas, banyak minum air ketika makan, dan banyak makan bahan yang asam.

Empat perkara yang bisa menajamkan mata, diantaranya: duduk menghadap kiblat, bercelak sebelum tidur, memandang yang hijau, dan berpakaian bersih.

Empat perkara yang bisa merusakkan mata, diantaranya: memandang najis, melihat orang dibunuh, melihat kemaluan, dan membelakangi kiblat.

Empat perkara yang bisa menajamkan pikiran, diantaranya: tidak berbuat bohong/menipu, rajin gosok gigi, berbicara dengan orang sholeh, dan bergaul dengan para ulama.

Empat perkara cara tidur, diantaranya: tidur para nabi (tidur terlentang sambil berpikir tentang kejadian langit dan bumi), tidur para ulama/ahli ibadah (miring ke sebelah kanan untuk memudahkan terjaga untuk shalat malam), tidur para raja yang haloba (miring ke sebelah kiri untuk mencernakan makanan yang banyak dimakan), dan tidur setan/syaiton (menelungkup/tiarap seperti tidurnya ahli neraka).[2]
Empat perkara amalan yang sulit dilakukan menurut Ali Bin Abi Tholib, diantaranya:
1.    Memberi maaf pada waktu marah.
2.    Suka memberi pada waktu susah.
3.    Menjauhi yang haram pada waktu sunyi.
4.    Mengatakan yang hak kepada orang yang ditakuti atau kepada orang yang diharapkan sesuatu darinya.
Empat jenis orang yang hanya diketahui nilainya oleh orang tertentu menurut Hatim Al-Asom, diantaranya:
1.    Nilai masa muda hanya diketahui oleh orang tua-tua.
2.    Nilai kedamaian hanya diketahui oleh orang yang pernah ditimpa bencana.
3.    Nilai kesehatan hanya diketahui oleh orang-orang sakit.
4.    Nilai kehidupan hanya diketahui oleh orang-orang yang telah mati.[3]
Empat perkara yang mendatangkan kesia-siaan menurut Syaqiq bin Ibrahim dalam Kitab Tanbighul Ghafilin, diantaranya: 1. Dia mengaku sebagai hamba, tetapi bertindak sebagai juragan. 2. Mengaku bahwa Allah yang menjamin rizkinya, tapi hati mereka tak tenang bila tak punya harta. 3. Mengaku bahwa Akhirat adalah lebih utama dan lebih baik daripada dunia, namun mengumpulkan harta hanya untuk kepentingan dunia. 4. Mengaku pasti akan mati, tapi berbuat seolah-olah dapat hidup selamanya.
Empat Perkara yang ditanyakan kelak di akhirat saat hari penghisaban, diantaranya: umur sampai saat ini untuk apa kamu gunakan, anggota tubuh kamu untuk apa kamu pakai, ilmu pengetahuan yang kamu dapat apakah diamalkan atau disia-siakan, dan harta benda yang kamu miliki diperoleh darimana dan kamu belanjakan untuk apa. (HR. Muttafaq ‘Alaih – Hadits Lima Imam, hadits ini sangat shahih nilainya).

Empat perkara yang berharga dalam diri manusia, diantaranya: akal, agama, malu dan amal soleh. Akal bisa hilang disebabkan marah. Agama bisa hilang disebabkan dengki. Malu bisa hilang disebabkan tamak. Amal soleh bisa hilang dan terhapus disebabkan suka menceritakan keburukan orang lain. (HR. Muslim).

Empat macam perkara kriteria manusia menurut Al-Khalil Ibnu Ahmad, diantaranya:
1.   Orang yang mengetahui dan ia mengetahui. Maka dia itu ialah orang yang berilmu. Ikutilah dia.
2.    Orang yang mengetahui dan tidak tahu bahwa ia mengetahui. Maka dia itu ialah orang yang tidur. Bangunkanlah ia.
3.     Orang yang mengetahui dan tahu bahwa ia tidak mengetahui. Maka dia ialah orang yang meminta petunjuk. Tunjukilah ia.
4.    Orang yang tidak mengetahui dan tidak tahu bahwa dia tidak mengetahui. Maka dia ialah orang yang jahil. Tolaklah ia.[4]

Empat perkara ciri orang beruntung menurut Abdullah Ibnu Al-‘Abbas, diantaranya: benar, malu, bagus akhlak, dan zuhud.[5]

Rahasia Empat Perkara ini selesai juga dikumpulkan semoga setelah membacanya bakal ada perubahan sikap yang lebih baik daripada sebelumnya. Sehingga kita dapat melakukan instropeksi, membenahi diri (yaitu tindakan dari hasil introspeksi), dan mengevaluasi diri setelah adanya sikap dan tindakan. Alhasil menjadi aktualisasi dari semua itu. Subhanallah, semoga kita menjadi lebih matang kedewasaan dengan terus bersemangat dalam menjalani hidup dan dalam menjaga kualitas diri dan kualitas iman.

Saran dan Kritik dapat disampaikan ke dewapuitis@ymail.com


CATATAN KAKI

[1]  A. Noe’man. 1984. Hikmah Kehidupan. Penerbit Perpustakaan Salman Institut Teknologi Bandung. Hal. 71.

[2]    http://solehlutiana.wordpress.com/tag/4-perkara/

[3] Sefrian. Maret 2012. Empat Perkara Sabda Nabi Muhammad Saw. http://sefrian92.blogspot.com/2012/03/empat-perkara-sabda-nabi-muhamad-saw.html

[4]  A. Noe’man. 1984. Hikmah Kehidupan. Penerbit Perpustakaan Salman Institut Teknologi Bandung. Hal. 5.

[5]  A. Noe’man. 1984. Hikmah Kehidupan. Penerbit Perpustakaan Salman Institut Teknologi Bandung. Hal. 1.


SUMBER PUSTAKA

A. Noe’man. 1984. Hikmah Kehidupan. Penerbit Perpustakaan Salman Institut Teknologi Bandung. Hal. 1, 5, dan 71.

http://solehlutiana.wordpress.com/tag/4-perkara/

Sefrian. Maret 2012. Empat Perkara Sabda Nabi Muhammad Saw. http://sefrian92.blogspot.com/2012/03/empat-perkara-sabda-nabi-muhamad-saw.html

SUMBER ARSIP

Muhammad Adam Hussein, S.Pd.
Rahasia Empat Perkara.
Jakarta Barat, 18 Februari 2014.



Baca Juga

Tersalin!

14 komentar

BACALAH SEBELUM BERKOMENTAR

Dilarang berkomentar dengan akun Unknow, akun Profil Tidak Tersedia, akun yang tidak dengan nama asli. Dilarang berkomentar dengan menaruh link didalam komentar baik link hidup maupun link mati.

Kenapa?
Karena kami tidak akan menayangkan komentar-komentar tersebut. Kami hanya menayangkan komentar yang relevan (sesuai dengan topik yang sedang dibahas) dan komentar yang berbobot dan bermanfaat. Tidak untuk komentar basa-basi seperti: nice info, keren gan, makasih infonya, mantap, dan lainnya. Jadi daripada sia-sia lebih baik ikuti aturan main berkomentar di blog ini.
Claresta
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Unknown
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Wahyu Eka Prasetiyarini
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Mus Jono
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Fazri
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Gupitan
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Wahyu Eka Prasetiyarini
Muhammad Adam Hussein, S.Pd