Berhentilah Menyalahkan Diri Sendiri

Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Tambahkan
...
32
Berhentilah Menyalahkan Diri Sendiri
Oleh: Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Penulis Buku Fenomena Remaja

Berhentilah menyalahkan diri sendiri karena biasanya orang galau menyalahkan diri sendiri. Semoga setelah membaca artikel ini pembaca dapat lebih bijak dalam menyikapi kejadian atau masalah yang dihadapi. Semata-mata tulisan ini menjadi motivasi untuk mengubah konsep diri yang negatif menjadi konsep diri yang positif. Mudah-mudahan kita bisa lebih baik daripada sebelumnya.
                                                                                                                           
Berhentilah menyalahkan diri sendiri karena dampaknya sangat besar bila tidak dikendalikan.

Dampak Menyalahkan Diri Sendiri

Dampak menyalahkan diri sendiri itu berakibat bila dipandang secara psikologis, diantaranya:
(1) menimbulkan kepercayaan terhadap diri sendiri berkurang;
(2) menurunkan gairah hidup sehingga seringkali bermalas-malasan.
(3) seringkali bersikap tidak berprofesional terhadap kewajiban pribadi dalam   pekerjaan, ibadah, belajar, dan semacamnya.
(4) dalam bertindak kurang matang pemikiran terkesan tergesa-gesa.
(5) menimbulkan gejala stres stadium satu, seperti: kegalauan dalam menentukan      sesuatu, bingung harus melakukan apa dengan mondar-mandir tingkahlakunya.

Setelah kita mengetahui dampak dari menyalahkan diri sendiri. Maka, saatnya kita menganalisa lebih jauh. Sebaiknya, pembaca atur nafas terlebih dahulu baru kemudian lanjutkan membacanya.

Pertanyaan yang seringkali ditanyakan pada diri sendiri, diantaranya:
kenapa sih aku enggak bisa, kenapa sih aku yang disalahkan, kenapa sih aku ceroboh, kenapa sih aku enggak dapat yang kuinginkan, dan sebagainya.

Ilustrasi Berhenti Menyalahkan Diri Sendiri
Ilustrasi Gambar Berhentilah Menyalahkan Diri Sendiri

Ketahuilah bahwa setiap manusia mempunyai keterbatasan yang harus dimaklumi, jangan sampai kita bisa memaklumi kesalahan orang tapi tak bisa memaklumi kesalahan diri sendiri itu salah, sobat. Sebaiknya, maklumi kesalahan diri sebelum memaklumi kesalahan orang, itu langkah bijaknya.

Dengan seringnya menyalahkan diri sendiri banyak tekanan emosi/batin yang tertampung tanpa disadari. Semakin lama semakin banyak pula tekanan emosi/batinnya. Akhirnya mengundang sifat ketidakpedulian terhadap siapapun, apapun, bahkan juga dirinya sendiri kepentingannya dilupakan.


SARAN
Sadarilah bahwa manusia mempunyai keterbatasan dari kemampuannya dan juga tidak mampu menentukan takdirnya hanya bisa berusaha sebisa-bisanya. Karena Ilahi Robbi tepatnya yang memberi keputusan takdir mana yang akan terjadi bagi hambaNya. Jadi, perlu kita berbaik sangka terhadap rencana atas takdir yang telah ditetapkanNya.

Karena Ilahi Robbi mengatakan dalam firmanNya:

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."
(QS. Al Baqarah: 216)

Dari ayat di atas jelaslah permasalahan kita perlu tetap berikhtiar, bila hasilnya berbeda berbaik sangka saja mungkin itu belum layak/tak jodoh jadinya sering terjadi apa yang tidak diharapkan. Bertanyalah langsung kepada Ilahi Robbi dengan melakukan sholat Istikharah pada sepertiga malam tepatnya jam 3 hingga adzan subuh. Misalnya: Ya Allah, berilah petunjuk pada hamba diantara pekerjaan ini dan itu mana yang cocok menurut Engkau agar hamba bisa menjalankannya dengan tenang

Jadi hargailah diri sendiri seberapa besar kurangnya diri kita masih ada waktu kok buat memperbaikinya sebelum kita benar-benar tiada di dunia ini lagi alias meninggal yang memisahkan. Yakinlah pada diri sendiri bila hal itu benar bukan dari sudut pandang sendiri dan sudut pandang kebanyakan orang tapi benar dari sudut pandang Islam (alQur'an dan Hadits). Percayalah pada kemampuan diri sendiri dengan begitu kamu akan melakukan segala sesuatunya dengan maksimal. Percayalah, saya jamin itu.

Berhentilah Menyalahkan Diri Sendiri akhirnya tulisan ini dapat diselesaikan dengan segera. Penulis berharap tulisan ini menjadi sumber renungan dalam membentuk kepribadian dan menjadi pembelajaran hidup untuk kelak lebih bijak. Penulis enggak bermaksud menggurui loh. Penulis hanya berbagi terapi aja dengan sudut pandang Islam dan Psikologi atau bisa disebut Psikologi Islam.

Jika ada yang ingin berkonsultasi secara langsung saya persilahkan berkomentar aja di kolom komentar yang disediakan setelah isi pesan komentar sudah dianggap selesai lalu pilih akun Facebook berlogo F setelah itu klik nama Facebooknya. Makasih, sampai jumpa dalam tulisan lainnya.


Kata Kunci
berhentilah menyalahkan diri sendiri, dampak menyalahkan diri sendiri, psikologi kepribadian, psikoterapi Islam, kesehatan mental.



SUMBER PUSTAKA

Departemen Agama Republik Indonesia. Alqur'an dan Terjemahnya. Penerbit: PT. Kumudasmoro Grafindo, Semarang. Cetakan 1994.


SUMBER GAMBAR

http://www.mynevadacounty.com/nc/hhsa/bh/PublishingImages/Depressed%20Person.jpg


SUMBER ARSIP

Muhammad Adam Hussein, S.Pd.
Berhentilah Menyalahkan Diri Sendiri.
Jakarta Barat, 4 Maret 2014.
 

Baca Juga

Tersalin!

32 komentar

BACALAH SEBELUM BERKOMENTAR

Dilarang berkomentar dengan akun Unknow, akun Profil Tidak Tersedia, akun yang tidak dengan nama asli. Dilarang berkomentar dengan menaruh link didalam komentar baik link hidup maupun link mati.

Kenapa?
Karena kami tidak akan menayangkan komentar-komentar tersebut. Kami hanya menayangkan komentar yang relevan (sesuai dengan topik yang sedang dibahas) dan komentar yang berbobot dan bermanfaat. Tidak untuk komentar basa-basi seperti: nice info, keren gan, makasih infonya, mantap, dan lainnya. Jadi daripada sia-sia lebih baik ikuti aturan main berkomentar di blog ini.
Unknown
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Anonim
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Aries Asharry
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Hendrik
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Anonim
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Saryono
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Unknown
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Unknown
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Wahyu Eka Prasetiyarini
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Denif
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Dhicomp
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Saling indonesia
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Claresta
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Unknown
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Unknown
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
baho-punya.blogspot.com
Muhammad Adam Hussein, S.Pd