Cara Mengetahui Usia Mental Seseorang Online



Cara Mengetahui Usia Mental Seseorang Online
Oleh : Muhammad Adam Hussein, S.Pd, CM

Cara Mengetahui Usia Mental Seseorang Online – Dengan tes usia mental ini kita akan mengetahui tingkat mental kedewasaan seseorang, boleh jadi dari usia kronologisnya terbilang muda tapi dari segi usia mentalnya lebih dewasa atau sebaliknya usia kronologisnya dewasa tapi usia mentalnya kekanak-kanakan dan tiu sering terjadi. Kenapa itu bisa terjadi, ya tentunya ada alasan sebagai penyebabnya, dan penulis akan mengungkapnya disini. Selain itu, kita akan dibimbing bagaimana langkah untuk melakukan tes usia mental kita secara online yang dimaksud. Bila ada pertanyaan seputar tentang kepribadian silahkan, penulis siap sedia menjawab karena memang sebagai Konsultan Kepribadian Bakat Remaja, selain menjadi Motivator Spiritual. Atau bisa konsultasi melalui akun facebook : dewapuitis@ymail.com / Muhammad Adam Hussein.

Daftar Isi
1.   Mengenal Pengertian Usia Mental
2.   Kelompok Umur
3.   Faktor yang Mempengaruhi Pembentukan Usia Mental
4.   Fakta Penelitian Usia Mental Mempengaruhi Masa Depan Seseorang
5.   Langkah Tes Usia Mental


Mengenal Pengertian Usia Mental
Pengertian usia mental yang diartikan oleh Wikipedia Indonesia adalah:
Usia mental adalah perhitungan usia yang didapatkan dari taraf kemampuan mental seseorang. Misalkan seorang anak secara kronologis berusia empat tahun akan tetapi masih merangkak dan belum dapat berbicara dengan kalimat lengkap dan menunjukkan kemampuan yang setara dengan anak berusia satu tahun, maka dinyatakan bahwa usia mental anak tersebut adalah satu tahun. [Lihat sumber referensi lengkapnya di bawah artikel].

Ilustrasi Usia Mental Kedewasaan Seseorang

Secara sederhana, penulis menyimpulkan bahwa usia mental akan bisa berbeda dengan usia kronologis dan usia biologis, untuk mengenal istilah tersebut penulis akan menyampaikannya dalam artikel khusus. Kembali lagi, pada pembahasan kita bahwa usia mental menurut pandangan penulis adalah bawaan karakter seseorang dalam memandang dan menyikapi sesuatu dalam kehidupannya, semakin tinggi tingkat memahami makna kehidupannya maka semakin dewasa pula tingkat emosi dan pikirannya.

Usia mental bisa berubah-ubah tiap tahunnya, bisa sekarang hasilnya pemikirannya dewasa tapi tahun depan pas dites kembali malah tingkat kedewasaan menurun. Ya karena dipengaruhi oleh cara berpikirnya, cara menyikapi, cara menikmati atau cara memahami sesuatu, dan lainnya. Usia mental kedewasaan biasanya akan lebih dari 5 tahun bila lebih tak perlu cemas berarti cara berpikir dan cara menyikapi sesuatunya sangat dewasa.


Kelompok Umur
Kategori Umur menurut Depkes (Departemen Kesehatan) RI (2009):

1. Masa balita = 0 - 5 tahun,
2. Masa kanak-kanak = 5 - 11 tahun.
3. Masa remaja Awal = 12 - 1 6 tahun.
4. Masa remaja Akhir = 17 - 25 tahun.
5. Masa dewasa Awal = 26- 35 tahun.
6. Masa dewasa Akhir = 36- 45 tahun.
7. Masa Lansia Awal = 46- 55 tahun.
8. Masa Lansia Akhir = 56 - 65 tahun.
9. Masa Manula = 65 - sampai atas.

Sebetulnya, dalam teori kategori umur ini berbeda pada berbagai referensi namun penulis lebih mempercayai referensi yang satu ini sebagai rujukan kita.
Untuk lebih jelasnya, akan ada artikel khusus mengenai ini agar menjadi detail.


Faktor yang Mempengaruhi Pembentukan Usia Mental
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pembentukan usia mental menurut Muhammad Adam Hussein, S.Pd, CM (2015 : www.adamsains.us), diantaranya sebagai berikut :
1.   Cara berpikir seseorang akan berbeda.
    Dalam proses persepsi, intropeksi, memori/ingatan, kreativitas, imajinasi, konsepsi, keyakinan, penalaran, kemauan, dan emosi.

2.   Cara merancang masa depan.
    Dimana masa depan pasti banyak tantangan berupa ujian dan coba yang menghadang yang harus dihadapi, tiap orang memiliki cara masing-masing dalam menentukan pilihan dari solusi yang akan ditempuhnya. Dan risiko atas kegagalan itu wajib diterimanya, karena memang konsukuensinya.

3.   Cara mensyukuri sesuatu.
      Tiap orang memiliki perbedaan dalam menikmati kehidupan ini, ada yang menggunakan cara bersenang-senang, ada yang berbagi kesenangan dengan membagi sedekah, ada yang berbagi ilmu karena bisa membuatnya sudah menunaikan kewajibannya sebagai orang yang berilmu, dan lainnya.

4.   Cara memperjuangkan sesuatu.
   Tiap orang memiliki tahapan yang berbeda dalam memenuhi segala yang ingin dicapainya. Ada yang bisa bertahan hingga tercapai tujuannya, ada yang mundur ditengah jalan karena ketahanan mental kurang, ada yang masih plin-plan dengan keputusan dan sikapnya sendiri, dan banyak lagi kasusnya.

5.   Cara dalam meraih ridho Ilahi.
      Tiap orang berbeda cara. Ada yang menempuh cara untuk menyenangi hatinya dengan beribadah fardhu, ada juga yang beribadah sunah yang diluar kewajibannya, ada yang sedekah ke orang-orang yang pantas seperti yatim dan piatu, pesantren, dan lainnya, ada yang mengamalkan ilmunya agar banyak orang yang kesusahan terbantu oleh solusi yang diberikannya.


Fakta Penelitian Usia Mental Mempengaruhi Masa Depan Seseorang
Ketahuilah dengan cara berpikir yang dewasa secara matang akan mempengaruhi masa depan dimana usia kehidupan seseorang akan lebih panjang daripada orang yang memiliki cara berpikir yang kekanak-kanakan yang cenderung berpikir sempit dan berpikir jangka pendek. Alasannya disebabkan orang yang lebih tenang dan lebih bijak dalam menyikapi masalah kehidupan yang dialaminya akan tegar dalam segala rintangan yang berupa godaan dan ujian bagi kehidupannya. Sehingga dengan begitu, usianya akan lebih panjang sebab ia tidak lekas menyerah dengan situasi dan keadaan, ia mau berusaha lebih banyak dan lebih keras dalam mempertahankan hidup atau membahagiakan keluarga dan dirinya, dan inilah sebetulnya yang disukai oleh Ilahi Robbi bila seorang hambanya bisa memahami mengapa godaan dan ujian diciptakanNya.

Berdasarkan penelitian dr Sharon Bergquist dari Universitas Kedokteran Emory bahwa menurutnya, dari hasil penelitian tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa kepribadian dapat berkaitan erat dengan masa depan seseorang. [Lihat sumber referensi lengkapnya di bawah artikel]. Jadi pada dasarnya semakin dewasa tingkat pemikiran dan perasaan seseorang maka mempengaruhi kondisi kesehatan jasmaninya (usia biologisnya) atau bisa memperpanjang usia kronologisnya. Semua itu karena ada usia mental yang mempengaruhi kedua usia seperti: usia kronologis dan usia biologis seseorang. Secara tidak langsung sikap mental seseorang akan mempengaruhi masa depan kesehatan jasmani dan rohani dari diri seseorang dalam jangka panjang. Sekarang jelas usia mental bisa mempengaruhi.   

Langkah Tes Usia Mental
Perlu diketahui bahwa keduanya bisa diakses melalui ponsel, berjalan dengan baik, namun untuk cara keduanya terkadang suka kembali ke pertanyaan sebelumnya ketika dikirim terjadi akses error, tapi keunggulan cara kedua lebih detail hasilnya, sekalipun rincian dari penjelasan masih kurang detail.
 
Cara Pertama
Ada 9 soal yang perlu dijawab oleh kita, jawablah sesuai dengan pengetahuan dan sesuai dengan kenyataannya agar hasil dari analisanya bisa akurat ya? Enaknya lagi ini tak perlu daftar dulu langsung tes aja.
1.   Masuk terlebih dahulu KESINI
2.   Jawablah diantara a, b, dan c sebagai jawaban dari pertanyaan.


3.   Setelah menyelesaikan 9 soal tersebut, maka akan langsung muncul hasilnya.
4.   Pembaca bisa mengirimkannya ke status dinding Facebook, Twitter, agar orang lain penasaran ingin mencobanya. Keren bukan?
5.   Sebagai contoh hasil pengujian usia mental penulis adalah 35 tahun. Dewasa kan lebih dari 8 tahun.

Cara Kedua
Ada yang ini ada 31 pertanyaan yang perlu dijawab, ada beberapa cara yang berbeda bisa dibilang cara ini cukup detail. Namun penulis belum mengetahui apa yang membuatnya itu punya dasar pengetahuan psikologi yang lebih atau hanya berdasarkan secuil ilmunya.

1.   Masuk terlebih dahulu KESINI
2.  Pilih usia sesuai dengan kenyataannya. Misalnya penulis sendiri memilih usia 27 tahun. Lalu tekan tombol Mulai.


3.   Jawablah pertanyaan yang diajukan dengan pilihan yang tersedia antara Ya, Tidak, dan Tidak Keduanya.



4.   Setelah menyelesaikan jawaban untuk 31 soal yang diajukan tunggulah sebentar.
5.  Kemudian hasilnya muncul, disini akan ada menu tab view seperti usia mental, detil, dan bagikan. Dimana usia mental adalah jawaban usia mental kedewasaan itu seusia berapa, kemudian dalam detil akan diberitahukan usia yang sebenarnya, usia mental, taraf lugu, taraf dewasa, taraf kuno. Dan bagikan ini bisa dikirimkan ke status dinding Facebook atau Twitter kita, asik kan.
6. Sebagai contoh dari hasil pengujian usia mental kedewasaan penulis adalah: usia sebenarnya: 27 tahun, usia mentalnya 35 tahun, taraf lugu 36%, taraf dewasa 54%, taraf kuno 39%. 




Cara Mengetahui Usia Mental Online SeseorangDemikianlah yang dapat penulis bagikan kepada sobat pembaca. Bagi yang ingin lebih detail lagi silahkan tanyakan kepada penulis karena penulis sendiri punya soal tersendiri dalam mengetahui usia mental kedewasaan seseorang berdasarkan prosedur psikologi kepribadian. Dan alhamdulillah, dalam bulan ini sudah mengalami peningkatan dalam jumlah pasien yang berkonsultasi tentang kasus psikologi (kepribadian dan bakat) atau berkonsultasi tentang gangguan jin maupun gangguan sihir dengan terapi ruqyah.

Penulis melayani jasa konsultasi kasus psikologi dan jasa terapi ruqyah, yang berminat silahkan bisa melalui akun facebook : dewapuitis@ymail.com / Muhammad Adam Hussein. Atau mau langsung via ponsel yang bisa dihubungi melalui 08997527700.




BONUS APLIKASI JAVA TES KEPRIBADIAN

Aplikasi Java Tes Kesetiaan Pasangan
Download : http://upfile.mobi/728779

Aplikasi Java Tes Pengertian Pasangan
Download :
http://upfile.mobi/728804

Aplikasi Java Tempat Download Game Java
Download : http://upfile.mobi/728817

Aplikasi Java Tes Kepribadian Cinta Online Offline
Download : http://upfile.mobi/728825

Aplikasi Java Kata Mutiara Motivasi Belajar Terlengkap
Download : http://upfile.mobi/728830

Aplikasi Java Cara Membuka Aura Positif
Download :
http://upfile.mobi/728831






SUMBER GAMBAR

Hasil Screen Shoot dari Situs Resmi Tes Usia Mental Online

SUMBER PENGUJIAN USIA MENTAL ONLINE

http://www.arealme.com/mental/id/

http://id.what-character-are-you.com/d/id/69/0.html

SUMBER REFERENSI

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2009.
Profil Kesehatan Indonesia 2009.
Penerbit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Wikipedia Indonesia.
Umur.

http://id.wikipedia.org/wiki/Umur

Edwin Dwi Putranto. Mengaku Lebih Muda Dapat Perpanjang Umur.
http://gayahidup.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/14/12/18/ngrzhv-mengaku-lebih-muda-dapat-perpanjang-umur


SUMBER ARSIP

          Muhammad Adam Hussein, S.Pd, CM
Cara Mengetahui Usia Mental Online Seseorang
Jakarta Barat, 11 Februari 2015.


44 Komentar untuk "Cara Mengetahui Usia Mental Seseorang Online "

  1. sangat menarik nih mas Adam bahasannya, ternyata lewat cara ini kita bisa dapat tahu gambaran usia sebenarnya, mental dan lainnya :)

    oh ya mas, untuk sekarang ini sih kondisinya udah surut dan balik normal. moga bebrapa hari kedepan hujannya gak sampai awet kayak sebelumnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, ini mempermudah kita dalam mengetahui usia mentl secara detailnya, sekalipun hanya berupa persentase, untuk penjelasan detail bisa mas tanyakan juga kepada penulis, saya.

      Oh begitu, alhamdulillah soale besok saya harus ke daerah Jendral Sudirman, makasih juga buat infonya.

      Hapus
  2. saya mau nanya nih mas...kalau usia mental itu menetukan cara berpikir kayaknya sejalan dengan pertumbuhan mental mereka kali ya...nah yang menjadi pertanyaannya ketika penjelasan cara berpikir seseorang akan berbeda?
    bukankah itu didasari pada hal tingkat pendidikan....masalahnya semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka dia akan semakin faham akan dilakukan dalam bertindak dan menentukan masa depan....

    selanjutnya bagaimana dengan gejala kepikinan...kalau yang mengalami umur sekitar 40 dan 45 tahun, apakah bisa usia mentalnya digolongkan menjadi orang yang lanjut usia...karena ini kemungkinan adalah penyakit mas....makanya bisa aja pikun dalam usia dini gitu mas...menurut mas bagaimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul sesuai dengan perkembangan mental seseorang dan untuk itu perlu dijaga kesehatan mentalnya, karena ujian dan cobaan akan selalu hadir dalam kehidupan kita. Latar pendidikan hanya faktor pendukungnya saja, sebab masih ada pola pikir mahasiswa-mahasiswi yang berpikir pendek salah satunya mereka berbuat bebas di luar pernikahan. Itu artinya mereka berisiko menanggung dosa yang besar. Ini karena mereka enggak tahan dengan mengendalikan nafsunya sebaliknya malah mengikuti nafsunya.

      Kalau pikun itu tak bisa dihindarkan karena penyakit yang tidak obatnya. Berdasarkan hadits yang satu ini :

      Mereka bertanya, “Ya Rasulullah, apakah kami berobat?” Beliau menjawab, “Ya, wahai hamba-hamba Allah. Sesungguhnya Allah meletakkan penyakit dan diletakkan pula penyembuhannya, kecuali satu penyakit yaitu penyakit ketuaan (pikun)”. (HR. Ashabussunnah)

      Jadi cara berpikir orang itu akan beubah tiap waktunya, cuma untuk kepikunan itu memang sudah sunatullah, sehingga tidak bisa diatasi dengan terapi apapun.

      Semoga bermanfaat.

      Hapus
    2. iya juga ya..berarti faktor pendidikan adalah salah satu faktor pendukung menuntukan langkah dan pilihan dalam hidup...sementara yang membentengi itu adalah iman dan ketaqwaan yang akhirnya dapat memberi jalan terang menuju Rhido Ilahi....kalau masalah usia tua itu takdir, karena sesuai dengan peredaran waktu...yang akan kembali ke awal lagi. tua akan kembali pemikirannya seperti anak kecil....sungguh rahasia Allah yang tiada berbatas gan...ok terima kasih ilmunya...

      Hapus
    3. Nah itu dia mas, sebab itulah pentingnya sifat menerima kenyataan dan menerima kekurangan atau keterbatasan kita agar kita tidak berlaku sombong, sebab kita juga membutuhkan orang lain, seringkali seorang ahli bidang sesuatu harus meminta orang ahli lain. Sebagai contoh tukang cukur hanya bisa dicukur oleh tukang cukur lainnya sebab kalau oleh dirinya sendiri itu kurang maksimal hasilnya.

      Maka dari itu wajib sekali, tauhid, fiqih, dan dan ilmu agama lainnya kita ketahui dengan baik agar hidup kita semakin terarah dan terencana, makasih.

      Hapus
    4. contohnya seperti tukang bangunan yang juga memerlukan tukan lainnya untuk membantu dan saling mengisi...sama mas konsep kehidupan, itu juga harus saling membantu dan saling mengisi...karena dalam kehidupan tidak mungkin manusia bisa hidup sendiri dan untuk berarti ia juga harus mengisi kehidupan dengan hal berguna bagi sesama...

      sementara mengenai syariat, tariqat, hakiat, dan makrifat ada baiknya dipelajari dan sifahami dengan hati...karena semua adalah tuntunan menuju hidup sebagai manusia yang indah...saya tidak berani mengatakan sebagai manusia yang sempurna, karena segala kesempurnaan hanya milikNYA, kita hanya disempurnakan dan dihidupkan untuk memahami kebesaran dan kekuasaannya sebagai manusia...ok makasih ya mas.

      Hapus
    5. Ya betul mas, seperti yang sudah saya jelaskan di atas, bahwa manusia itu selain makhluk individu, juga ia sebagai makhluk sosial dimana saling membutuhkan satu sama lain.

      Betul dalam kehidupan kita harus ada keseimbangan anatara syariat, tariqat, hakikat, dan makrifat agar iman dan tauhid semakin kuat sebab orang yang kuat pegangan hidupnya ia akan dibimbing jalannya menuju ridho Ilahi.

      Karena banyak sekali orang yang di sekitar kita, hanya menjalankan beberapa unsur atau bahkan cuma satu unsur sehingga keseimbangan hidup dan iman bisa mudah tergoyahkan.

      Semoga dengan ini kita bisa bijak pak, dalam menjalani kehidupan,

      Sama-sama kembali.

      Hapus
  3. wah bisa dicoba ngintip usia temen ni mas

    BalasHapus
  4. Dunia memang serba canggih zaman sekarang, bahkan mental pun bisa dihitung secara online...apakah mental yang bersifat ukhrowi juga bisa dihitung ya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa mas, kalau untuk soal ini ada buatan saya sendiri, berminat silahkan hubungi, ada biaya atas jasa ini, makasih. ^.^

      Hapus
  5. Usia mental seseorang selalunya terus berubah ya pak, meski demikian dlm menghadapi segala sesuatu di usahakan untuk selalu berpikir positif. Seperti yg di utarakan di atas :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak, karena pola pikir atau pola rasa bisa saja berubah makanya disini kita harus bisa menjadi sosok yang konsisten dan bertanggungjawab sehingga kedewasaan bisa stabil dengan berbagai situasi dan keadaan.

      Semohga bermanfaat dan bisa membantu dalam mengenali usia mentalnya.

      Hapus
  6. Mantap mas, untuk kelompok umur berarti saya termasuk kedalam golongan masa remaja akhir, sekalian mau nyoba aplikasi tes kepribadiaanya mas..

    Mampir ya mas ke blog saya, sekalian silaturahmi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan aja mas semoga beri manfaat ya, jadi amal nantinya buat saya, hehe.

      Siap mas, saya duah melakukan kunjungan baliknya.

      Hapus
  7. walah ternyata kualitas mental manusia juga bisa dtrabar secara online yh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya bisa mas, silahkan dicoba kalau ada yang ingin ditanyakan, silahkan. ^.^

      Hapus
  8. Wah bermanfaat banget ni gan, wajib untuk di miliki supaya dapat mengetahui secara mendetil usia mental diri pribadi, apkah sudah dewasa atau masih anak2.


    Saya mohon ijin untuk bookmark ya mas, nanti mau download

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mas, semoga bisa membantu dalam mengenal dirinya, bila ada yang mau ditanyakan silahkan penulis siap jawab.

      Silahkan mas semoga jadi manfaat.

      Hapus
  9. o begitu ya cara mengetahui usia mental seseorang mas.pakai acara kuis2an

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya begini contohnya, silahkan dicoba, jangan malu-malu sekalipun udah tua eh dewasa maksudnya hehe

      Hapus
  10. wah saya paling suka tu pak tentang uji coba seperti di atas, apalagi terkait dengan uji mental. Oya kalau tes otak kanan atau IQ belum ada ya pak di sini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum ada pak, insya Allah lain waktu buat referensinya, silahkan pak dicoba semoga bermanfaat, kalau ada ditanyakan sialhkan.

      Hapus
  11. Betul itu mas, semakin tinggi tingkat kematangan seseorang akan semakin baik dalam menentukan masa depannya :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul mas, maka dari itu kita perlu menggunakan akal pikiran sebab itu udah kewajiban bagi manusia yang bertanggungjawab terhadap segala sesuatunya, silahkan dicoba, dan semoga memberi manfaat ya?

      Hapus
  12. Rupanya mental seseorang tidak hanya dinilai dari segi umur ya gan..
    Bisa saja seseorang umurnya masih muda, tetapi mentalnya sudah dewasa..

    Artikel yang sangat menarik. trims

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul mas, maka dari itu penting untuk kita ketahui, silahkan deh mas tes sendiri, saya alhamdulillah udah mencobanya. ^.^

      Hapus
  13. Wah saya termasuk masa remaja akhir, terimakasih infonya sangat bermanfaat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sip deh mas, bisa menggolongkan usia sendiri, alhamdulilah jadi bermanfaat. Dan sama-sama kembali.

      Hapus
  14. menarik juga mas, coba cari tau usia temen blogger :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya silahkan aja mbak sendiri yang melakukannya, karena pasti mereka menjawab atas kemauan sendiri dan kita enggak bisa memaksa untuk memilih seperti yang kita pilih, ^.^

      Hapus
  15. artikelnya lengkap banget mas, saya pernah nyoba aplikasi online ini dan ternyata usia mental saya 7 tahun lebih tua :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya alhamdulillah mas biar pembaca lebih puas membacanya dan juga dapet wawasan tambahan dari artikel yang saya buat, ^.^

      Oh begitu, alhamdulillah itu artinya mas berpikir dewasa tinggal tingkatkan dan pertahankan aja, ya?

      Hapus
  16. haha skarang ga usah pake kuesioner yang di bagiin pake kertas lagi, secara online lbih praktis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas jadi lebih simpel, dan selamat mencoba, jangan malu-malu. ^.^

      Hapus
  17. Umur mental ku 21, dua tahun lebih muda dari usia yang sekarang :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti masih kekanak-kanakan alias ga sesuai dengan umurnya hehe.

      Hapus
  18. thanks udah share mas, jadi ga perlu ke psikolog lagi hehe
    -keep sharing-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama kembali mas, jangan sungkan, toh saya sendiri juga psikolog mas.

      Bertanyalah mumpung ada ahlinya di blog ini.

      Hapus
  19. Terima Kasih sudah mau berbagi. :)
    Saya mendapatkan hasil pemikirannya 3 tahun lebih tua, dengan tingkat keluguan 80%, tingkat kedewasaan 43% dan tingkat kedewasaan 39%.

    Banyak hal yang Mas sudah bagikan, kurang lebih situs ini menjadi salah satu inspirasi untuk saya.

    Salam Blogwalking ^^,
    Sanz Yu (Sanzeda Fay Lupe)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama kembali, syukurlah berarti cukup dewasa dalam hal ini, semoga selalu meningktkan terus tingkat kedewasaannya, makasih juga atas kunjungannya.

      Hapus
  20. tes pertama 65,
    yg kedua 35, lebih tua 13 tahub... disebutkan bahwa saya terlalu khawatir
    emang bener sih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebab itu kendali emosi, ego dan nafsu perlu ditingkatkan agar semakin bertambah tingkat kedewasaannya ya?

      Kalau ada yang ingin ditanyakan silahkan, saya siap menjawab.

      Hapus

BACALAH SEBELUM BERKOMENTAR

Dilarang berkomentar dengan akun Unknow, akun Profil Tidak Tersedia, akun yang tidak dengan nama asli. Dilarang berkomentar dengan menaruh link didalam komentar baik link hidup maupun link mati.

Kenapa?
Karena kami tidak akan menayangkan komentar-komentar tersebut. Kami hanya menayangkan komentar yang relevan dengan isi pembahasan artikel dan komentar yang berbobot dan bermanfaat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Teh Celup Herbal Bidara Ruqyah

Rp. 30.000 (isi 25 celup/belum ongkir)

PESAN MELALUI WHATSAPPS : 08997527700