Kriteria Jodoh Dan Din Dun

Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Tambahkan
...
66
Kriteria Jodoh Dan Din Dun
Penulis : Muhammad Adam Hussein, S.Pd, P.QHi

Kriteria Jodoh Dan Din Dun – Filosofi pasangan hidup dan din dun ini berasal dari kebudayaan orang Sunda. Jadi yang masih berada di lingkungan provinsi Jawa Barat istilah ini tidak asing. Namun hal ini juga menarik untuk dibahas maka dipergunakanlah bahasa Indonesia untuk memudahkan dari berbagai budaya dalam memahaminya. Ketika budaya dilestarikan maka budaya akan terus terjaga namun sebaliknya bila budaya tersebut tidak diindahkan maka budaya akan ditinggalkan dan budaya barat akan mempengaruhi. Jelas-jelas ini berbahaya yang harus diwaspadai. Jadi kriteria pasangan hidup (jodoh) dan din dun ini memang merupakan salah satu budaya sunda yang harus dilestarikan. Dengan demikian, maka termotivasi penulis untuk menuangkan ide tersebut dalam bentuk tulisan. Inilah penjelasan demi penjelasannya mudah-mudahan dapat memberikan pencerahan bagi kita semua.

Dan (dandan atau badan)
Sumber Gambar : 
https://i.ytimg.com/vi/6yjSVLekoAw/hqdefault.jpg
Dan disini merupakan singkatan dari dandan atau badan. Artinya disini kriteria jodoh berdasarkan penampilan fisiknya baik itu karena dandan maupun karena badannya. Kalau kita senang dengan penampilan fisik yang menjadi daya tariknya maka biasanya akan ada kebanggaan tersendiri. Alasan memiliki pasangan hidup maupun jodoh yang cantik menjadi tantangan sendiri. Karena pada umumnya, gadis cantik itu cenderung materialistis karakternya. Bisa dikatakan beruntung lelaki yang bisa mendapatkannya. Apalagi gadis cantik ini materialistis disebabkan mereka memang mempedulikan penampilan dan menjaga kecantikan yang dimilikinya dengan perawatan. Seperti yang kita ketahui, perawatan itu juga mahal dan seringkali tidak bisa dihindarkan selama satu bulan sekali ia pasti akan melakukan perawatan. Alangkah langkanya, gadis cantik sepaket dengan sholehah dan tidak menuntut banyak terhadap pasangannya. Sekalipun dalam jumlah sedikit tetap saja kita harus bisa mengusahakan kalau menginginkan kriteria gadis cantik didapatkan oleh kita. Lelaki mana ketika melihat gadis berisi (montok/bohay) yang tidak tergoda. Karena kebanyakan lelaki menyukai gadis berisi dan bahkan terpesona melihatnya karena ada tantangan tersendiri juga. Jadi intinya, fisik ini bukan dari atas aja juga bagian bawah juga seperti itu yang dimaksudkan.

Din (terjemahan dari bahasa Arabnya adalah agama)
Sumber Gambar :
https://goo.gl/PbRWbn
Di zaman modern dan zaman akhir ini memang dasar keagamaan jarang ditemukan sekalipun ada tidak menyeluruh artinya masih kadang-kadang tidak berjilbab bahkan berjilbab pun masih terlihat lekukan auratnya. Maka benarlah kita sebagai lelaki harus selektif dalam memilih pasangan hidup supaya tidak menyesal di kemudian hari. Bagi wanita yang sudah memiliki dasar agama ketika diarahkan pun tidak akan sesulit wanita yang tidak memiliki dasar agama. Ya jelas, karena wanita yang tidak memiliki dasar agama akan mempertanyakan ini itu, bukan karena ketidakpahamannya melainkan mereka tidak akan puas dengan jawaban yang biasa saja harus sesuai dengan logika mereka. Barulah mereka menyadari kesalahan atau ketidaktahuannya. Bukan hanya itu, tantangan lainnya adalah harus ekstra dalam kesabaran dalam mengarahkan dirinya kepada sosok religius apalagi ia sudah terjerumus ke dalam dunia gemerlap. Butuh waktu yang banyak dan waktu yang lama dalam menempuh proses ini. Sekalipun begitu, kalau berhasil mengubah pasangan yang nakal atau jauh dari Ilahi dan kita berhasil maka pahala berlipat sudah dipersiapkan oleh Ilahi sebagai balasannya. Subhanallah, kan.

Tapi berbeda lagi, kalau beda paham seperti kita aswaja (ahlu sunnah waljamaah) sedangkan pasangan kita adalah persis atau muhammadiyah. Maka akan menyebabkan perselisihan di kemudian hari kecuali kita bisa mengajak pasangan kita mengikuti aswaja maka dalam posisi aman. Sebab kalau pasangan kita itu tidak mengikuti kita tetap pada pahamnya maka anak kita akan lebih cenderung mengikuti paham ibunya. Jelas disini, tidak bisa ditolerir apalagi kalau beda agama kasihinilah anak sebab mereka akan kebingungan apalagi mereka masih dalam usia anak-anak maka mereka hanya mengikuti tanpa tahu bagaimana seharusnya. Jadi tak salah kok kalau tidak meneruskan hubungannya bila permasalahannya seperti itu. Karena ini pun dialami oleh penulis sendiri.

Sumber Gambar :
https://goo.gl/fVgK7L


Jadi intinya, memilih pasangan dari agama dapat dilihat dari akhlak kehidupan sehari-hari bukan dari pemikiran maupun dari keterangan yang disampaikannya sebab seringkali ditemukan antara lisan dengan akhlaknya suka jauh berbeda. Maka jangan sampai kita lengah dalam memilihnya sebab risiko yang akan dirasakan adalah di kemudian hari setelah menikah. Sebab berdasarkan psikologi kepribadian, sifat asli seorang suami atau istri akan terlihat semenjak satu hari ia menikah, maka perhatikanlah sikapnya setelah menikah tersebut umumnya godaan tersebut 10 tahun usia pernikahan bahkan ada juga yang lebih dari itu masih saja dapat ujian dan cobaan terhadap rumah tangganya.

Dun (dunia)
Sumber Gambar :
https://goo.gl/Qwcee2
Dunia yang dimaksud adalah memiliki pekerjaan, punya harta, prestasi atau pengalaman, atau bahkan hal lainnya bersifat materi. Ketika kita memilih pasangan hidup perhatikan juga dari dunianya dimana dengan kita mengetahui dunianya maka kita akan tahu bagaimana respon atau reaksinya terhadap sesuatu. Bisa saja permulaan hubungan asmara didapatkan oleh sebab persamaan pekerjaan, persamaan hobi, persamaan pandangan, persamaan prinsip, persamaan kesukaan, dan persamaan lainnya. Dari sinilah kita akan benar-benar merasakan nyaman bahkan keduanya mendapatkan keserasian karena dijalani atas persamaan sehingga bisa terjaga kebersamaan hidupnya.

Clarissa Tanoesoedibjo, Anak dari Hari Tanoesoedibjo.
Sumber Gambar :

https://i.ytimg.com/vi/05F2L1ztKos/maxresdefault.jpg

Jadi intinya, ketika pasangan kita memiliki kekurangan dari harta wajarlah itu sebab kita seharusnya yang menjadi pelengkapnya. Kalau kita menuntut pasangan untuk dilahirkan dari keturunan kaya hal mustahil terjadi kalau kenyataannya berasal dari keturunan yang biasa-biasa saja. Kalau keduanya bisa mengoptimalkan kebutuhan hidup keluarga dengan memiliki pekerjaan tetap masing-masing maka kebutuhan hidup keluarga akan terpenuhi bahkan akan bisa menutupi dari segala kebutuhan hidup yang mendadak.

Kesimpulan dan Saran
Inti dari kriteria pasangan hidup (jodoh) dan din dun adalah mendapatkan istri dari unsur keturunan yang bagus, unsur kecantikan, dan juga agamanya. 3 kriteria jodoh ini menurut budaya sunda perlu diutamakan untuk kebahagiaan dalam menikah. Sekalipun pada kenyataannya, tidaklah mudah mendapatkan 3 kriteria dalam satu paket yang seringkali ditemukan oleh kita adalah dua kriteria saja. Tapi tetap jangan pesimis terus berjuang pada akhirnya kalau kita dijodohkan dengan yang lebih daripada sebelumnya bisa saja itu terjadi 3 kriteria dalam satu paket.

Sedangkan berbeda sekali dengan filosofi budaya Islam yang menganjurkan agama atau akhlaknya terlebih dahulu dibandingkan kriteria lain. Dimaksudkan untuk tidak mudah terlena dengan pesona dunia tapi melainkan akhlaklah yang menjamin kebahagiaan. Apalagi sebagai suami dan sebagai seorang ayah akan dimintai pertanggungjawaban maka oleh sebab itu istri dan anak perempuan yang sayang ayahnya seharusnya ia menjaga kehormatan dan juga menjaga auratnya dari fitnah.

Renungan yang dapat dijadikan sebagai pedoman dalam kita memilih pasangan hidup (jodoh) berdasarkan syari’at Islam.

“Wanita dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih karena agamanya, sebab kalau tidak demikian, niscaya kamu akan celaka.” [Hadits Shahih Riwayat Bukhari 6:123, Muslim 4:175].

"Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya sebab kecantikan itu akan lenyap. Dan janganlah kamu menikahi mereka karena hartanya sebab harta itu akan membuatnya sombong. Akan tetapi nikahilah mereka karena agamanya, sebab seorang budak wanita yang hitam dan beragama itu lebih utama." [HR. Ibnu Majah].


SUMBER ARSIP

Muhammad Adam Hussein, S.Pd, P.Qhi
Kriteria Jodoh Dan Din Dun
Sukabumi, 11 Februari 2017

Baca Juga

Tersalin!

66 komentar

BACALAH SEBELUM BERKOMENTAR

Dilarang berkomentar dengan akun Unknow, akun Profil Tidak Tersedia, akun yang tidak dengan nama asli. Dilarang berkomentar dengan menaruh link didalam komentar baik link hidup maupun link mati.

Kenapa?
Karena kami tidak akan menayangkan komentar-komentar tersebut. Kami hanya menayangkan komentar yang relevan (sesuai dengan topik yang sedang dibahas) dan komentar yang berbobot dan bermanfaat. Tidak untuk komentar basa-basi seperti: nice info, keren gan, makasih infonya, mantap, dan lainnya. Jadi daripada sia-sia lebih baik ikuti aturan main berkomentar di blog ini.
RevDl
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
wongcrewchild
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
andi nugraha
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
AndiraPutra
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Unknown
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Dwi siswanto
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
regent
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Unknown
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Ahmad Zaelani
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
cahril
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
nikonafian
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
TongkolPedia
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Unknown
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Herlan
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Gudang Akun
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Unknown
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Unknown
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Mocca
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Anonim
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Sir Yoga Project
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Unknown
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Unknown
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
LLENN
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
fans
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Family Attack Cyber
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
fajar herlambang
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
fafa
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Unknown
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Unknown
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Wahyu Diatmika
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
aron
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Unknown
Muhammad Adam Hussein, S.Pd