Empat Sikap Hidup Manusia

Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Tambahkan
...
52
Empat Sikap Hidup Manusia
Penulis : Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Motivator Spiritual

Empat Sikap Hidup Manusia – Seperti yang kita ketahui bahwa kehidupan ini tidak akan selamanya di dunia akan ada kehidupan lain seperti kehidupan alam barzah (alam kubur) dan alam akhirat. Sikap hidup manusia dalam memaknai kehidupannya sangat berbeda satu sama lainnya. Sikap hidup ini tergantung dari sudut pandang mana ia memandangnya. Sikap hidup itu seperti reaksi atau respon seseorang terhadap harapan, tujuan hidup, kasih sayang dari pasangan dan seterusnya. Sikap hidup ini umumnya akan diperlihatkan dengan ekspresi wajah dan sikap yang dominan. Untuk mengetahui empat sikap hidup manusia yang dimaksud maka akan dijelaskan terperinci berikut ini. Silakan disimak aja sampai selesai.

Jalan Hidup Manusia itu Cenderung dengan Pilihan
Sumber Gambar : 
https://penulisiseng.files.wordpress.com/2013/07/road-not-taken-1.jpg?w=690


1.     Hidup mulia di dunia tapi hina di akhirat.

Hidup itu ditentukan oleh pilihan kita.
Sumber Gambar : https://osolihin.files.wordpress.com/2014/01/persimpangan.jpg
Ada orang yang memiliki kehidupan yang layak dan memiliki kekayaan harta yang banyak sehingga kehidupannya di dunia terasa begitu indah, menyenangkan, dan mengesankan. Tapi sayangnya, harta yang ia miliki telah membuatnya lupa untuk mengingat Allah, hingga akhirnya ia lupa diri karena mengurusi harta dan pekerjaannya. Karena ia takut apa yang sudah dimilikinya ini akan hilang suatu hari nanti. Dengan mengurusi harta dan jabatan dalam pekerjaan telah membuatnya menjadi keras hati, dimana istri dan anaknya kurang diberikan perhatian dari kasih sayangnya. Hingga akhirnya, anak yang kurang perhatian dan kurang kasih sayang itu melakukan kecerobohan dan kenekatan yang menyebabkan nama baiknya dan nama baik orangtuanya tercoreng. Sang anak beralasan, “jangan salahkan saya tapi salahkah orangtua saya yang telah melalaikan kasih sayang pada saya. Karena saya sendiri bukan membutuhkan uang yang banyak yang saya butuhkan adalah perhatian dan kasih sayang dari mereka.” Memang tak seratus persen kesalahan anak ada di tangan mereka, tapi orangtuanya yang akan ikut dipersalahkan. Karena kurang perhatian dan kurang kasih sayang sehingga mereka mencari perhatian dengan cara yang tak diduga oleh orangtuanya.

Jadi yang membuat bahagia itu bukanlah terletak pada kekayaan harta yang banyak, jabatan dalam pekerjaan yang tinggi, dan segala apapun yang terpenuhi. Melainkan, kebahagiaan itu terletak dari kesederhanaan, hemat dalam pengeluaran kekuangan, membeli sesuatu sesuai yang dibutuhkan pada saat itu bukan sesuai dengan diinginkan, dan bisa berbagi kepada sesamanya. Seperti halnya, orang gaji besar sekalipun belum tentu ia bisa menghemat maupun menabung sebaliknya mereka malah meminjam uang kepada temannya yang gajinya jauh lebih rendah daripada dirinya. Tapi seseorang yang menurut penglihatan orang lain bahwa ia termasuk orang tidak mampu anehnya ia bisa memberikan sesuatu pada siapapun padahal ia sendiri sedang mengalami kesusahan. Namun kekayaan hatinya jauh lebih baik daripada yang kaya hartanya. Oleh sebab itu, tak heran orang yang bisa dikatakan miskin dan ia mampu menjalani kehidupannya dengan pasrah dan terus berusaha maka ia akan mendapatkan kebahagiaan batin yang jauh lebih nikmat daripada kenikmatan apapun itu. Tapi bila sebaliknya orang yang miskin tersebut cenderung mengeluh, tidak sabar, dan lebih parahnya suka marah-marah akhirnya bukan hanya penyakit yang akan diperolehnya melainkan ia tidak akan mampu merasakan kenikmatan dan kebahagiaan batin yang selama ini ia cari.

Sederhananya, seseorang yang bisa bersabar dengan menjalani segala sesuatunya dengan berbaik sangka kepadaNya sekalipun banyak ujian yang dihadapi. Sesungguhnya diuji untuk dinaikkan derajat dan martabatnya dan sebab itu tak heran kelak di akhirat ia akan mendapatkan banyak pahala dan kebahagiaan yang tak akan bisa dimiliki oleh orang lain. Sesungguhnya orang yang dicintai oleh Ilahi senantiasa diberikan ujian dan cobaan kepadanya untuk ia terlatih mental dan iman dari segala apa yang menjadi permasalahannya.

Dan Allah pun telah memberikan petunjuknya dengan mengajarkan doa dalam ayat suci Al-Qur’an berikut bunyinya:

“Dan di antara manusia ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.” [QS. Al Baqarah (2) : 201).

Sesungguhnya bahagia di dunia dan bahagia di akhirat menjadi keinginan setiap manusia. Namun untuk bahagia di dua kehidupan tidaklah mudah bahkan yang terjadi kita malah hanya bisa bahagia salah satunya. Yang tak mau memilih pun pasti harus memilih salah satunya. Karena tak jarang di kehidupan kita untuk mendapatkan satu kebahagiaan harus mengorbankan kebahagiaan yang lain. Contohnya: mengadaikan kebahagiaan akhirat demi kebahagiaan dunia. Misalnya: ia bosan dengan kehidupan miskin kemudian ia mau menukar kebahagiaan akhiratnya itu demi kepentingan kebahagiaan yang didapatkan di dunia. Namun sesungguhnya, ia tertipu dengan kesenangan dan kebahagiaan yang sesaat dan sementara itu. Maka Allah telah mengingatkan kita dengan ayat suci al-Qur’an yang bunyinya seperti berikut:

“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.”
[QS. Hud (11) ayat 15-16]


Jadi janganlah tertipu dengan kesenangan dan kenikmatan sesaat sesungguhnya hal itu akan membuat apa yang dikerjakan dan apa yang diusahakan akan menjadi sia-sia kelak di akhirat tidak akan mendapat balasan pahalanya. Karena pahalanya sudah diminta secara penuh dan secara sempurna menjadi kebahagiaan di dunia. Sungguh disayangkan sekali, bila ada orang yang menukar kebahagiaan di akhirat menjadi kebahagiaan di dunia.

 Artikel ini akan dibukukan jadinya tidak semua saya tampilkan, sekalipun ditampilkan juga belum tentu dibaca sampai akhir juga kan? Hehe. Nah, akan dituangkan dalam buku yang berjudul Bijak Memaknai Kehidupan merupakan buku pertama dalam tema motivasi karena sebelumnya tema selain itu. Rencananya, sedang diusahakan untuk diterbitkan oleh penerbit mayor biar masuk toko buku. 

Menurut kamu, judul buku  Bijak Memaknai Kehidupan mempunyai kesan seperti apa? 





Baca Juga

Tersalin!

52 komentar

BACALAH SEBELUM BERKOMENTAR

Dilarang berkomentar dengan akun Unknow, akun Profil Tidak Tersedia, akun yang tidak dengan nama asli. Dilarang berkomentar dengan menaruh link didalam komentar baik link hidup maupun link mati.

Kenapa?
Karena kami tidak akan menayangkan komentar-komentar tersebut. Kami hanya menayangkan komentar yang relevan (sesuai dengan topik yang sedang dibahas) dan komentar yang berbobot dan bermanfaat. Tidak untuk komentar basa-basi seperti: nice info, keren gan, makasih infonya, mantap, dan lainnya. Jadi daripada sia-sia lebih baik ikuti aturan main berkomentar di blog ini.
dennyaditia
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Ikhsan Maulana
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Riyan Satria
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Unknown
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Mangs Abdul
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Mangs Abdul
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Mangs Abdul
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Eko Sutrisno
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Unknown
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Mas Poniran
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Wahab Saputra
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Unknown
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Unknown
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
wongcrewchild
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Sir Yoga Project
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Unknown
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Unknown
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Dwi Sugiarto
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Kang Nurul Iman
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Unknown
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Asep Ramdan
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Admin
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Unknown
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Hanan M
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Fazri
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Tergaul
Muhammad Adam Hussein, S.Pd