Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengalaman Menjadi Terapis Pijat Saraf

Pengalaman Menjadi Terapis Pijat Saraf


Pengalaman yang berharga pasti tak mudah untuk dilupakan bahkan pengalaman seringkali mengajarkan kita untuk menangani atau menghadapi dengan tenang alias tidak ceroboh. Kecerobohan dan kelalaian yang seringkali membuat segala sesuatunya menjadi panik bahkan menemui kegagalan. Sebabnya itu, perlu kehati-hatian dalam penanganan terhadap pasien. Nah dengan adanya artikel ini penulis akan berbagi cerita apa adanya paling tidak bisa dapat gambaran umum dan jelas tentang profesi terapis pijat saraf.

Pengenalan Pijat Saraf

Pijat saraf merupakan bagian dari cabang pijat refleksi seperti halnya pijat urut. Bedanya pijat saraf ini langsung ke titik saraf tertentu tergantung pada keluhan yang diderita pasien sehingga lebih terarah dan fokus terhadap keluhan yang ingin diobati. Sebab itu, sebelum dimulai pengobatan pijat saraf perlu adanya mengisi formulir pasien sehingga ketahuan keluhan yang diderita lalu didiagnosa bagian mana saja yang harus dipijat. Pada umumnya pijat saraf menerapkan titik saraf pada bagian kaki dan tangan. Dan khususnya di bagian tertentu yang dirasakan sakit atau nyeri oleh pasien. Sedangkan pijat urut umumnya seluruh badan dipijat.

Pijat urut bisa memakan waktu lama lebih dari 2 jam sedangkan pijat saraf paling cepatnya 1 jam dan paling lamanya 2 jam. Jadi dari waktu lebih efisien pijat saraf daripada pijat urut. Begitupun dari reaksi yang dirasakan oleh pasien secara spontan. Berbeda dengan pijat urut beberapa jam kemudian barulah dirasakan. Berapa kali untuk pengobatan pijat saraf mencapai maksimalnya? Antara 2-3 kali tapi bila dirasa kurang cukup bisa sampai 5 kali. Sampai benar-benar tidak ada rasa sakit sedikitpun artinya hingga tuntas keluhan.

Jadi pilih mana pijat urut (tradisional) atau pijat saraf?


SOP Terapis Pijat

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh terapis sebelum menterapi diantaranya:
1.     Mendiagnosa sebelum mengobati.

Tidak boleh sembarangan memijat karena apabila salah saja dalam titik pemijatan maka efeknya kebalikannya malah membuat parah. Sebab itu, kenali dulu keluhan yang dirasakan pasien sehingga titik saraf yang pijat tepat. Alhasil, pemijatan bisa maksimal.

 

2.     Memakai sarung tangan.

Kenapa perlu memakai sarung tangan saat pemijatan karena untuk menjaga diri dari fitnahan, menjaga diri dari efek pijat, dan tetap berusaha bersih tanpa menyentuh langsung pasien.


3.     Tidak memijat dibagian sensitif.

Apabila pasien adalah wanita bermanfaat sekali sarung tangan yang digunakan untuk menghindari dari fitnahan. Dan memijat pun terbatas pada bagian kaki dan tangan saja. Kalau bagian lain harus ada izin dari pihak keluarga dan tetap memakai sarung tangan.


4.     Menggunakan alat bantu memijat.

Alat bantu memijat biasanya ada yang berupa kayu, plastik atau lainnya. Misalnya, alat pijat kayu segitiga, alat pijat kayu tusuk sendi, dan lainnya.


5.     Menggunakan minyak urut sebagai pelumas.

Minyak urut sebagai pembantu dalam pelumasan sehingga licin dan memudahkan dalam  pemijatan. Bisa menggunakan minyak zaitun, minyak bidara Arab, minyak urut HNPI, minyak urut Sumbawa, dan lainnya.


Pengalaman Menjadi Terapis Pijat Saraf

   Cerita Pertama

       

Pasien Terapi Pijat Saraf


        Di tahun 2020 pernah dipanggil ke Perum didaerah Cisaat Sukabumi, Jawa Barat. Pasien mengeluhkan sakit pegal linu dibagian tangan sampai lengan, kaki dan beberapa bagian lain. Kemudian penulis setelah mengetahui keluhan melalui diagnosa barulah melakukan pemijatan didaerah kaki, tak lama saat pemijatan pasien pun mulai bereaksi ngilu dan nyut-nyutan sampai-sampai wajahnya berkerut menahan rasa sakit. Setelah lama proses pemijatan tiba-tiba mertuanya yang ada dibelakang kentut spontan. Sontak saja langsung tertawa-tawa. Pemijatan masih berlanjut saat istri menahan suaminya yang sedang dipijat pun tiba-tiba spontan kentut. Alhasil tertawa lagi. Pemijatan pindah ke area tangan sambil gulang-guling bapaknya menahan rasa nyeri eh tiba-tiba keluar kentut. Tertawa lagi dah jadinya. Setelah finishing pemijatan tanpa sadar penulis yang sedang melakukan pemijatan kentut dengan suara kecil. Jadi, yang dipijat satu orang tapi manfaatnya dirasakan oleh sekeluarga. Setelah selesai proses pemijatan, penulis bertanya bagaimana setelah dilakukan pemijatan saraf? "Pertamanya, saya dipijat saraf biasanya dipijat urut pak baru kali tiap pijatan langsung bereaksi. Sampai-sampai saya tidak tertahan keluar kentutnya. Memang diawal-awal terasa sakit dan nyeri tapi setelah pijat loh kok jadi lebih enteng ya", sahut pasien. "Coba bapak sekarang jalan ke belakang dan ke depan rasakan sensasinya masih terasa sakit dan nyeri enggak?", minta penulis. "Sudah enak pak, jalannya juga enteng enggak kaku dan enggak ngilu", sahut pasien lagi. "Alhamdulillah kalau begitu, kalau ada keluhan lain dikabari aja pak. Sekalian saya izin pamit", pamit penulis.

   Cerita Kedua

        Sering marah-marah kepada istri, karena mengeluhkan jalan sempoyongan dan kaku banget. Istrinya jadi pelampiasan dari rasa sakit yang diderita. Penanganan pasien kedua didaerah Skip, Secapa Bhayangkara, Sukabumi, Jawa Barat. Keluhan didiagnosa terlebih dahulu setelah titik penyakit langsung siap-siap dititik pemijatan. Langsung melakukan pemijatan didaerah kaki, kemudian pasien menjerit-jerit menahan rasa sakit. Namun bujuk penulis, demi kesembuhan tahan sebentar ya pak. Akhirnya bapak tersebut tidak mengeluarkan jeritan karena sambil memeluk bantal. Tak lama mengalihkan pemijatan ke daerah tangan langsung gemetaran saking terasa sakit katanya. Pemijatan difokuskan didaerah tersebut hingga pasien tidak merasakan sensasi saat dipijat didaerah itu. Baru dialihkan ke kepala dengan pemijatan halus. Biar otot-otot yang tegang kembali rileks setelah pikiran lega. Alhamdulillah, setelah beberapa kali pengulangan pemijatan pasien merasakan enak. Lalu dilatih berjalan, Masya Allah saking pengen segera sembuh jalannya pun berusaha untuk tidak dibantu oleh kami yang ada disekitarnya. Setelah beberapa kali dilatih jalan alhamdulilah seketika bisa jalan cepat bahkan lari. Akhirnya pasien pun terharu sendiri melihat kesembuhan yang didapatkan. Dan setelah itu, penulis pun menganjurkan pada hari itu juga untuk meminta maaf pada istrinya, supaya tidak ada kebencian sedikitpun dan kesembuhan total tanpa sisa. Alhamdulillah, pasien pun menyetujui dan akhirnya sembuh seperti yang diharapkan. Alhamdulillah.

  Cerita Ketiga

        Pasien yang mengeluhkan tidak bisa jalan bahkan jalan pun harus dibantu. Tiba-tiba saja melemah jalan tak berdaya. Hingga akhirnya memutuskan untuk dipijat saraf. Dikhawatirkan ada gangguan dari saraf jadi berpengaruh terhadap kesehatan kakinya. Alhasil, dipanggillah penulis ke rumahnya untuk melakukan pengobatan pijat saraf. Ketika dilakukan pemijatan dengan pelan-pelan tiba-tiba pasien berteriak hebat dan bilang "waduh ketahuan sudah tempat persembunyian saya." Sontak saja keluarganya kaget kenapa ibunya bilang begitu ketika dipijat. Langsung penulis menepuk punggungnya sambil mengucapkan syahadat alhasil langsung muntah pasiennya. Setelah muntah, dilanjutkan pemijatan hingga akhirnya pasien tersebut dilatih untuk berjalan. Dan alhamdulilah bisa berjalan lancar, tak ada lemas seperti sebelumnya. Ternyata penyakit susah berjalan karena syaitan menutup aliran sarafnya setelah keluar gangguan jinnya maka pasien kembali pulih. Alhamdulillah.

   Cerita Keempat

        Ada pasien yang mengeluhkan tidak bisa duduk lama-lama dan tidak bisa berjalan berlama-lama. Sering merasakan kram dibagian tubuh tertentu. Setelah mengetahui melalui diagnosa kemudian langsung melakukan pemijatan. Ketika dipijat sambil nyengir-nyengir karena geli sekaligus nyeri. Namun kesabaran pasien dalam menahan rasa sakit saat dipijat. Alhasil, lalu dilatih menggerakkan badan setelah tiga hari langsung memberi kabar. Alhamdulillah sekarang tidak mengeluhkan sakit seperti sebelumnya bahkan duduk atau berjalan berlama-lama menjadi tidak masalah.

        Demikianlah beberapa cerita dari pengalaman menjadi terapis pijat saraf. Ada kebanggaan tersendiri setelah berhasil melakukan pengobatan pijat saraf dan adakalanya terharu melihat kebahagiaan keluarga saat ada anggota keluarganya sembuh setelah dilakukan pijat saraf. Sungguh, sangat berkesan pengalaman demi pengalaman yang didapatkan berbeda kasus, berbeda sensasi, dan bahkan banyak hal-hal yang baru ditemukan. Semoga Allah meridhoi apa yang penulis lakukan ini demi kesehatan kita bersama. Insya Allah, dilain waktu kita bercerita lagi seputar dunia pijat-memijat. Terimakasih. [Muhammad Adam Hussein, S.Pd]


Pernahkah merasakan sensasi dipijat baik itu pijat urut (tradisional) maupun pijat saraf?

Bagaimana rasanya?

 

 

Muhammad Adam Hussein, S.Pd di Rumah Sehat Adamssein Medika
Muhammad Adam Hussein, S.Pd di Rumah Sehat Adamssein Medika



RUMAH SEHAT ADAMSSEIN MEDIKA

(An. Muhammad Adam Hussein, S.Pd)

Jln. Taman Bahagia No. 25 RT. 01 RW. 02, Sebrang Pabrik Mie Ayam Benteng,

Kel. Benteng – Kec. Warudoyong

SUKABUMI 43132 – Jawa Barat.

Whatsapp : 08997527700

YT : www.youtube.com/adamsseinmedika

Landing Produk Herbal : www.adamsseinherba.biz.id

 


2 komentar untuk "Pengalaman Menjadi Terapis Pijat Saraf"

  1. Kalau pijat urut udh pernah tapi kalau pijat saraf belum pernah, belum tau rasanya pijat saraf

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh begitu, yang jelas beda mas langsung kerasa karena dipijat titik sarafnya. Kebanyakan memang ga kuat tapi demi kesembuhan mereka rela menahannya. Alhasil terasa perubahannya.

      Hapus
loading...
loading...



Teh Celup Herbal Bidara Ruqyah

KLIK GAMBAR UNTUK PEMBELIAN/PEMESANAN

Berlangganan via Email