Filosofi dan Khasiat Surat Yaasiin

Filosofi dan Khasiat Surat Yaasiin
Muhammad Adam Hussein



Ketahuilah bahwa surat Yasin itu merupakan surat bagian dari al-Qur'an, memiliki banyak menyimpan khasiat dibanding dengan surat lain, sehingga tak aneh bila umat Islam banyak yang membacanya dan lebih baik lagi bila isinya diamalkan. Huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan sebagian dari surat-surat Al Quran seperti: alif laam miim, alif laam raa, alif laam miim shaad, termasuk yaasiin, dan sebagainya.  Diantara ahli-ahli tafsir ada yang menyerahkan pengertiannya kepada Allah karena dipandang termasuk ayat-ayat mutasyaabihaat, dan ada pula yang menafsirkannya.

Golongan yang menafsirkannya ada yang memandangnya sebagai nama surat, dan ada pula yang berpendapat bahwa huruf-huruf abjad itu gunanya untuk menarik perhatian para pendengar supaya memperhatikan Al Quran itu, dan untuk mengisyaratkan bahwa Al Quran itu diturunkan dari Allah dalam bahasa Arab yang tersusun dari huruf-huruf abjad. Kalau mereka tidak percaya bahwa Al Quran diturunkan dari Allah dan hanya buatan Muhammad Saw semata-mata, maka cobalah mereka buat semacam Al Quran itu.

Filosofi Surat Yaasiin
Surat Yaasiin terdiri atas 83 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Jin. Urutan surat ke 36 dari al-Qur'an. Dinamai Yaasiin karena dimulai dengan huruf "Yaasiin". Sebagaimana halnya arti huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan beberapa surat Al Quran, maka demikian pula arti Yaasiin yang terdapat pada ayat permulaan surat ini, yaitu Allah mengisyaratkan bahwa sesudah huruf tersebut akan dikemukakan hal-hal yang penting antara lain: Allah bersumpah dengan Al Quran bahwa Muhammad Saw. benar-benar seorang rasul yang diutus-Nya kepada kaum yang belum pernah diutus kepada mereka rasul-rasul.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahwa surat Yaasiin termasuk ayat-ayat mutasyaabihaat, dimana artinya itu hanya Allah Azza Wajjala saja yang mengetahui secara jelasnya, nah pengertiannya kita serahkan saja kepada Allah Azza Wajjala.

Kandungan Surat Yaasiin
Kandungan Surat Yaasiin, diuraikan dalam Terjemahan Al Quran dari Depag RI, berikut ini;
1.      Keimanan:
Bukti-bukti adanya hari berbangkit; Al Quran bukanlah syair; ilmu, kekuasaan dan rahmat Allah; syurga dan sifat-sifat-Nya yang disediakan bagi orang-orang mukmin; mensucikan Allah dari sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya; anggota badan manusia menjadi saksi pada hari kiamat atas segala perbuatannya di dunia.
2.     Kisah:
Kisah utusan-utusan Nabi Isa a.s dengan penduduk Anthakiyah.
3.     Dan lain-lain:
Tidak ada faedah peringatan bagi orang-orang musyrik; Allah menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan; semua bintang- bintang di cakrawala berjalan pada garis edar yang telah ditetapkan Allah; ajal dan hari kiamat datangnya secara tiba- tiba; Allah menghibur hati Rasulullah Saw terhadap sikap kaum musyrikin yang menyakitkan hatinya.

Secara keseluruhan bisa disebutkan seperti berikut ini;
Peringatan untuk beriman untuk saling mengingatkan dan mendekatkan diri kepada Alloh Swt, menjelaskan segala amal baik dan buruk yang dikerjakan dikumpulkan dalam sebuah kitab yang diberi nama Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh), menceritakan orang Kafir tidak mempercayai kebenaran yang dibawa Nabi Muhammad Saw karena dia juga manusia biasa (padahal sudah jelas Nabi Muhammad Saw itu diutus tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas), mengungkapkan tanda kekuasaan seperti dalam surat Yaasiin ayat 33, berbunyi;
("Kami keluarkan biji-bijian, maka daripadanya mereka makan"), menciptakan semuanya berpasang-pasangan, diciptakanNya siang hari agar dunia tidak gelap terus menerus (sehingga agar ada perputaran waktu antara matahari dan bulan memutari bumi dalam setiap saat yang ditetapkanNya), orang Kafir tidak takut terhadap janji Allah Swt dengan siksaan malah menyepelakannya, menceritakan dibangunkannya kita semua dari alam kubur dengan tiupnya Sangsakala, semua pada ketakutan dengan teriak yang dashyatnya, kemudian kita ditimbang amal baik dan buruknya untuk diberi ganjaran yang setimpal dengan yang dikerjakannya selama di dunia, berbahagialah bagi orang Beriman karena kehidupan sehari-harinya hanya penuh dengan kesenangan, diberikan ucapan "Salam", sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang, kita semua diperintahkan menyembah dan beribadah hanya kepada Allah Swt,
selain itu juga diperintahkan untuk menjauhi segala laranganNya termasuk jangan berteman dengan Syetan, selain itu juga bila dipanjangkan umurnya oleh Allah Swt, kembali menjadi lemah dan kurang akal. (Astagfirullohil 'adzhim; Ya Alloh, jauhilah kami dari godaan yang menjerumuskan, dan dari siksa api NerakaMu),

Al-Qur'an itu bukan syair, tetapi itu benar-benar firman Alloh Swt yang wajib diimani sebagai pembawa peringatan dan pedoman hidup, Manusia ditegur oleh Allah Swt, "Mengapa tidak bersyukur?", kita ini diciptakan dari setetes mani (maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata), Allah berkuasa menghidupkan dan mematikan, hanya Dialah yang Tuhan Maha Kuasa.

Semoga kita ini, bisa beriman dengan mengusahakannya dengan sebaik-baiknya dan sekuat mungkin karena godaan dari hiasan Dunia ini sangatlahberat karena berupa hal yang mengiurkan seperti; Harta, Tahta, Wanita, dan Anak. Hanya kepada Allahlah, kita meminta ampunan ataupun meminta pertolongan dan perlindungan, agar terhindar dari siksaanNya yang Maha Dasyhat, marilah kita tingkatkan keimanan kita? Ayo bergegaslah? Kapanlagi, bila bukan sekarang!
Sebelum Maut Menjemput Nyawa, perbanyaklah dzikir bisa; "Astagfirullohil A'dzhim, Alloh Alloh Alloh, Subhanallohil A'dzhimi, Subhanaman Buitsu, dan sebagainya."

Terjemahan Ayat Demi Ayat dari Surat Yaasiin;

1.      Yaa siin
2.      Demi Al Quran yang penuh hikmah,
3.      Sesungguhnya kamu salah seorang dari rasul-rasul,
4.      (yang berada) diatas jalan yang lurus,
5.      (sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang,
6.  Agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai.
7.      Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka, kerena mereka tidak beriman.
8.      Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu dileher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, maka karena itu mereka tertengadah.
9.      Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.
10.    Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.
11.     Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatnya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.
12.    Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).
13.    Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka.
14.    (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga utusan itu berkata: "Sesungguhnya kami adalah orang-orang di utus kepadamu."
15.    Mereka menjawab: "Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka."
16.    Mereka berkata: "Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu."
17.    Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas."
18.    Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami."
19.    Utusan-utusan itu berkata: "Kemalangan kamu adalah karena kamu sendiri. Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu bernasib malang)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampui batas."
20.   Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas-gegas ia berkata: "Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu."
21.    Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.
22.    Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakanku dan yang hanya kepada-Nya-lah kamu (semua) akan dikembalikan?
23.    Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain Nya jika (Allah) Yang Maha Pemurah menghendaki kemudharatan terhadapku, niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku?
24.    Sesungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata.
25. Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku.
26.    Dikatakan (kepadanya): "Masuklah ke syurga". Ia berkata: "Alangkah baiknya sekiranya kamumku mengetahui.
27.    Apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan."
28. Dan kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukanpun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya.
29.    Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati.
30. Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang rasulpun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya.
31.    Tidakkah mereka mengetahui berapa banyaknya umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, bahwasanya orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka.
32.    Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami.
33.    Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan dari padanya biji-bijian, maka daripadanya mereka makan.
34.    Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air,
35.    Supaya mereka dapat makan dari buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?
36. Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.
37.    Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan.
38.   Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
39.    Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.
40.   Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.
41.    Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan.
42.    Dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu.
43.    Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka, maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan.
44.    Tetapi (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai kepada suatu ketika.
45.    Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Takutlah kamu akan siksa yang dihadapanmu dan siksa yang akan datang supaya kamu mendapat rahmat", (niscaya mereka berpaling).
46.    Dan sekali-kali tiada datang kepada mereka suatu tanda dari tanda tanda kekuasaan Tuhan mereka, melainkan mereka selalu berpaling daripadanya.
47.    Dan apabila dikatakakan kepada mereka: "Nafkahkanlah sebahagian dari reski yang diberikan Allah kepadamu", maka orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman: "Apakah kami akan memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki tentulah Dia akan memberinya makan, tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata."
48.   Dan mereka berkata: "Bilakah (terjadinya) janji ini (hari berbangkit) jika kamu adalah orang-orang yang benar?."
49.    Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar.
50.    Lalu mereka tidak kuasa membuat suatu wasiatpun dan tidak (pula) dapat kembali kepada keluarganya.
51.    Dan ditiuplah sangkalala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.
52.    Mereka berkata: "Aduhai celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat-tidur kami (kubur)?." Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul- rasul(Nya).
53.    Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja, maka tiba- tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami.
54.    Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak dibalasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan.
55.    Sesungguhnya penghuni syurga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka).
56.    Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan.
57.    Di syurga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta.
58.    (Kepada mereka dikatakan): "Salam", sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.
59.    Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir): "Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, hai orang-orang yang berbuat jahat.
60.   Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu",
61.    Dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus.
62. Sesungguhnya syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar diantaramu, Maka apakah kamu tidak memikirkan ?.
63.    Inilah Jahannam yang dahulu kamu diancam (dengannya).
64. Masuklah ke dalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya.
65.    Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.
66.    Dan jikalau Kami menghendaki pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka; lalu mereka berlomba-lomba (mencari) jalan, Maka betapakah mereka dapat melihat(nya).
67.    Dan jikalau Kami menghendaki pastilah Kami ubah mereka di tempat mereka berada; maka mereka tidak sanggup berjalan lagi dan tidak (pula) sanggup kembali.
68.   Dan barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian(nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan?
69.    Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya. Al Quran itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan.
70.    Supaya dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orang-orang kafir.
71.    Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebahagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri, lalu mereka menguasainya?
72.    Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka; maka sebahagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebahagiannya mereka makan.
73.    Dan mereka memperoleh padanya manfaat-manfaat dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?
74.    Mereka mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar mereka mendapat pertolongan.
75.    Berhala-berhala itu tiada dapat menolong mereka; padahal berhala- berhala itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga mereka.
76.    Maka janganlah ucapan mereka menyedihkan kamu. Sesungguhnya Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan.
77.    Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata!
78.    Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?"
79.    Katakanlah: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk.
80.   Yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu."
81.    Dan tidaklah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan yang serupa dengan itu? Benar, Dia berkuasa. Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.
82. Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia.
83.   Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.

Khasiat Surat Yaasiin
   Dan disinilah waktunya engkau (pembaca) mengetahui Khasiatnya Surat Yaasiin, tolong baca dengan pikiran tenang, dan semoga kita dapat mengamalkannya. Amien. Alfatihah, ...

1.      Meringankan Keluarnya Ruh
         Orang yang memakai susuk yang belum dikeluarkan susuknya, orang yang memakai jimat dalam tubuhnya, orang yang memiliki banyak dosa apa terhadap orangtua, ataupun masyarakat, nah saat yang tepat seperti
inilah Surat Yaasiin, bisa mempermudah sekaligus mempercepat keluarnya ruh dari raga.
Bacakanlah Surat Yaasiin didekat telinga, atau kalau tidak bacalah bareng-bareng agak sedikit keras suaranya biar kedengaran orang sedang sakratul maut.
  
         Sebagaimana dalam Rasulullah Saw, bersabda;
         "Bacakanlah untuk orang (yang akan) mati surat Yaasiin".
         (HR. Sunan Abu Dawud).

2.     Mendapat Pahala Seperti Membaca Al-Qur'an 10 Kali (x)
         Maksudnya; kita membaca surat Yaasiin dikalikan 10 kali lipat pahala membacanya, misalnya bila kita membaca 3 kali balik surat Yaasin,
jadi 3x (membaca Yaasiin) X 10x (seperti membaca al-Qur'an yang telah khotam) = 30 Point Pahalanya. Nah tuh, enakkan? Makanya sering-sering aja membaca surat Yaasiinnya, yah? Adamssein sendiri biasanya malam Selasa (19:00 - 19:50 Wib) dan malam Jum'at (19:00 - 19:50 Wib), tapi khusus bulan Puasa jadi Selasa (17:00 Wib - hingga buka bersama) dan Kamis (17:00 Wib - hingga buka bersama), ataupun habis sholat Fardhu (itupun kadang-kadang). Pokoknya sesering mungkin itu lebih baik.
  
         Dari Anas ra berkata Rasulullah Saw bersabda,
         "Sesungguhnya setiap sesuatu itu ada jantung hatinya, sedangkan jantung hati al-Qur'an adalah surat Yaasiin. Barangsiapa membaca surat Yaasiin, maka Alloh menetapkan baginya seperti membaca al-Qur'an sepuluh kali." (Hadits Nabi).

3.     Dapat memberikan syafaat bagi pembaca dan bahkan bagi pendengarnya juga, ketakutan akan hari kiamat akan redup, terlindung dari segala macam tindakan kejahatan dari oranglain, dan cepat dikabulkan doa (permintaannya).
         Jadi surat Yaasiin ini berkhasiat bukan bagi pembacanya saja, tapi sudah meliputi pendengar pembacaan surat Yaasiin, begitulah besarnya manfaat, jadi tak perlu heran bila banyak orang yang menganjurkan membaca surat Yaasiin.
         Untuk itulah, bacalah surat Yaasiin itu sesering mungkin, untuk kebaikan diri sendiri dan bagi kebaikan orang lain yang ada disekitar saat pembacaan surat Yaasiin tersebut.
  
         Dari Aisyah ra bahwa Rasulullah Saw, bersabda;
         "Bahwa di dalam al-Qur'an itu ada satu surat yang dapat memberi syafaat kepada pembacanya dan memberi ampunan bagi pendengarnya, ketahuilah yaitu surat Yaasiin, yang dalam Taurat dinamakan "al-Mu'ammah." Ditanyakan: Ya Rasulullah, apakah al- Mu'ammah itu? Beliau bersabda: "Yang menjadi penyebab bagi orang yang membaca dan mendengar mendapatkan kebaikan di dunia dan menghilangkan ketakutan di Akhirat. Dan surat Yaasiin itu juga disebut "Ad-Dafi'ah" dan "al-Qadiyah." Ditanyakan oleh sahabat: "Ya Rasululloh, mengapa demikian?" Beliau bersabda: "Karena dapat menolak kejahatan dan dikabulkan segala hajatnya bagi orang yang membacanya." (Hadits Nabi).

4.     Dapat Meringankan Siksa Kubur
         Siksa kubur itu ada, bisa karena dari kesalahan yang belum dimaafkan atau belum sempat untuk tobat, jika selama hidup kita sering membaca surat Yaasiin, dengan kehendak Allah, kita akan terhindar dan diselamatkan dari siksa kubur. Selain itupun bagi pembacanya sendiri, akan diberi pahala sesuai orang yang ada di pemakaman, jadi bukan berdasarkan berapa kali yang dibacanya. Begitulah, pentingnya membaca surat Yaasiin, dan penjelasannya dari hadits derikut ini.

         Dari Anas ra bahwa Rasululloh Saw, bersabda;
         "Barangsiapa masuk ke perkuburan lalu membaca surat Yaasiin, maka Alloh meringankan siksa ahli kubur pada hari itu, dan pembacanya memperoleh kebaikan sebanyak orang yang ada didalamnya." (Hadits Nabi).

5.     Mendapat Ampunan Alloh, jika dibaca pada malam Jum'at
         Bila dibacanya surat Yaasiin, pada malam Jum'at, maka akan mendapat ampunan dari Alloh Swt, maka tak heran membaca surat Yaasiin pada malam Jum'at menjadi Budaya di Masyarakat.
 
         Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasululloh Saw, bersabda;
          “Barangsiapa membaca surat Yaasiin pada malam Jum'at, maka paginya mendapat ampunan." (Al-Hadits).

6.     Dapat memperoleh kemudahan
         Membaca surat Yaasiin juga bisa mendatangkan kemudahan dari segala kesulitan yang melilit hidup kita, untuk itu bacalah haditsnya dibawah ini.

         Disebutkan dalam Hadits Ad-Darimi dari Syahr bin Hausab, ia berkata, Ibnu Abbas berkata;
         "Barangsiapa membaca surat Yaasiin di waktu pagi, maka akan mendapatkan kemudahan di hari itu hingga sore. Dan siapa yang membacanya di permulaan pada malam itu sampai pagi."

7.         Menurut Pakar Ilmu Hikmah, "Jika surat Yaasiin dibaca ditengah malam sebanyak 4 kali atau 35 kali secara rutin, maka khasiatnya dapat memperluas rezeki dan memperlancar datangnya rezeki. Begitu juga jika dibaca 41 kali, maka hajatnya dikabulkan oleh Allah Swt”.



Catatan Penulis:
Bacalah surat Yaasiin dengan dibiasakan pasti akan lebih mudah, memang membiasakan membutuhkan kesabaran dan kesadaran sendiri, selain itu juga harus mantap tajwidnya (cara membacanya), membacanya dengan tenang penuh kekhusyuan, semoga dengan cara seperti ini khasiat surat Yaasiin itu berfungsi sesuai proses khasiatnya. Amien Ya Robbal A'lamiin.

Akhirnya selesai sudah penyusunan tulisan yang berjudul; Filosofi dan Khasiat Surat Yaasiin.


Sumber Pustaka:

Depatermen Agama Republik Indonesia. Al-Qur'an dan Terjemahnya, Juz 1 - Juz 30. Penerbit PT. Kumudasmoro Grafindo, Semarang.

Taufiqurrahman, Drs. Abu. Terjemah Majmu' Syarif. PT. Karya Toha Putra, Semarang.

Sumber Arsip Artikel:
Hussein, Muhammad Adam. Filosofi dan Khasiat Surat Yaasiinhttp://www.adamsains.us/2011/07/filosofi-dan-khasiat-surat-yaasiin.html

2 Komentar untuk "Filosofi dan Khasiat Surat Yaasiin"

  1. mas saya fikri bagaimana kalau orang yang hafal surat yasin

    BalasHapus
  2. Itu sangat luar biasa, Saudaraku, karena dengan menghapalnya, energi dan manfaat surat yasin, sudah menerap kedalam jiwaraga yang akhirnya memiliki dampak luar biasa, insya Allah dunia akhiratnya bahagia, amien. Dengan adanya pancaran energi dan manfaat surat yasin yang ada dalam diri, ini saya tinjau secara Ilmu Hikmah.

    BalasHapus

BACALAH SEBELUM BERKOMENTAR

Dilarang berkomentar dengan akun Unknow, akun Profil Tidak Tersedia, akun yang tidak dengan nama asli. Dilarang berkomentar dengan menaruh link didalam komentar baik link hidup maupun link mati.

Kenapa?
Karena kami tidak akan menayangkan komentar-komentar tersebut. Kami hanya menayangkan komentar yang relevan dengan isi pembahasan artikel dan komentar yang berbobot dan bermanfaat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Teh Celup Herbal Bidara Ruqyah

Rp. 30.000 (isi 25 celup/belum ongkir)

PESAN MELALUI WHATSAPPS : 08997527700