Nama Bukan Sekedar Identitas


Nama Bukan Sekedar Identitas
Muhammad Adam Hussein

Penanya:          "Apa arti Nama sebenarnya ?"
Adamssein: "Nama menurut Bahasa merupakan sebutan sebagai identitas yang tidak berubah dipakai untuk memanggil. Namun Nama menurut Istilah merupakan inisial merupakan huruf pertama mewakili kata atau sebuah nama."

Penanya:          "Benarkah nama tak ada arti dan tak ada yang tersembunyi dalam sebuah nama? Seperti halnya yang diucapkan William Shakespare (Apalah Arti Sebuah Nama)?"
Adamssein:     "Tidaklah benar. Karena secara logika nama itu mempunyai arti berupa mengandung doa dan harapan, selain itu pula dari sebuah nama bisa mencirikan karakter asli seseorang".

Penanya:          "Jadi, nama bukan sekedar identitas dong ?"
Adamssein: "Benar, tidak sekedar identitas. Nama bisa membedakan karakter, bisa mengungkapkan kepribadian asli seseorang, tentu saja sebuah nama itu menjadi lebih penting untuk seseorang. Bukankah begitu ?"

Penanya:          "Emang bener sih! Lalu atas apa, dalilnya ?"
Adamssein:     Sesuai Hadits Nabi:
"Muliakanlah anak-anakmu dan baikkanlah nama-namanya." (HR. Ibnu Majah).

Dalam hadits diatas dianjurkan muliakanlah dengan memberi nama yang sebaik-baiknya, janganlah sembarangan memberi nama.

"Selain itu, 'Dari Abu Darda Ra berkata: Rasulullah Saw bersabda: ''Sesungguhnya kamu diseru pada hari Kiamat dengan nama-namamu dan nama-nama ayahmu, maka baikkanlah nama-namamu."
(HR. Abu Dawud dan Ibnu Hibban).

         Maksud hadits diatas, berikan nama agar memudahkan membedakan seorang dengan seorang yang lainnya. Makanya nama bukan sekedar identitas. Selain itu, disarankan menggunakan akhir nama dari nama ayah sendiri. Misalnya Abdul Bin Al-Fattah atau Abdul Said Al-Fattah maksudnya Abdul atau Abdul Said, nah akhirnya ada Al-Fattah itu adalah nama ayah.

Penanya:          ”Adakah saran Nabi Saw untuk memberikan nama?"
Adamssein:     Ada. Sebagaimana dalam hadits dibawah:
1. "Dan dari Ibnu Umar Ra bersabda : "Nama yang paling disukai oleh Alloh adalah Abdullah, Abdurrahman." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majjah).
2.   Dari Abu Wahab Al Jusyammi, dia mempunyai sahabat Ra ia berkata, Rasulullah Saw bersabda: "Hendaklah kalian memberi nama dengan nama para nabi."
      (HR. Abu Dawud).
3.   Didalam Musnad Al Harits bin Usamah bahwa :
      "Barangsiapa mempunyai tiga orang anak dimana ia tidak memberi nama salah seorang daripadanya, dengan Muhammad, maka ia telah bodoh."

Penjelasan Hadits :
1. Nabi Saw menganjurkan untuk memberikan nama Abdullah, Abdurrahman, dan sebagainya, karena sangat disukai oleh Allah Swt. Arti Abdul adalah hamba dan Allah diambil dari kata Allah. Jadi, Abdullah mempunyai arti hamba Allah, hamba Tuhan, atau Makhluk Ciptaan Allah. Sedangkan Abdurrahman. Abdu artinya hamba dan Rahman artinya Penyayang. Jadi, Abdurrahman mempunyai arti hamba penyayang.
2. Nabi menganjurkan nama anak itu dari nama nabi misalnya; Muhammad Faizal, Ibnu Ibrohim Isa, Dawud Maulana, dan sebagainya.
3.   Hadits ini perlu diperhatikan maksudnya, nanti kita pasti kaget dibilang Bodoh, 'kalau tidak memberi nama Muhammad ketika dalam keluarga sudah 3 anak tentunya pasti ada salah satu anak laki-laki'. Karena dengan diberi nama Muhammad agar mudah diberikan syafa'at (pertolongan) oleh Nabi Muhammad Saw untuk diajukan kepada Allah Ta'ala.

Penanya:          "Adakah nama-nama yang dilarang oleh Nabi Muhammad Saw atau bahkan oleh Allah Swt ?"
Adamssein:     Jelas ada. Sebagaimana dalam hadits dibawah ini:
1. Dari Abu Hurairah Ra, Sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda : "Nama yang paling khianat disisi Allah 'Azza wa Jalla adalah seorang laki-laki yang mempunyai nama Malikal Amlak (penguasa/raja di atas segala yangberkuasa." (HR. Bukhari Muslim).
2. "Sesungguhnya nama yang paling khianat disisi Allloh adalah seorang laki-laki yang bernama Syahan Syah (raja di raja), Malikul Amlak (raja di raja), karena tidak ada raja (di raja) kecuali Alloh Ta'ala." (Hadits Shohih).
Penjelasan untuk kedua hadits diatas :
Dilarang menggunakan nama seperti contoh dalam hadits; Malikul Amlak (raja di raja) ataupun Syahan Syah (raja di raja) dikarenakan nama tersebut mempunyai arti ingin menandingi kekuatan Allah Ta'ala sebagai Pencipta Alam semesta beserta isinya. Maka dari situlah, nabi melarang jika nama yang bermuatan menantang atau menandingi sang Pencipta tidak diperbolehkan. Namun jika menggunakan Syah tapi tidak menggunakan kata yang membuat lebih tinggi dari kekuasaan Tuhan itu tidak boleh. Misal:

1.   Yang diperbolehkan:
      Adam Syah Maulana
      Zaky Malik
      Malik Abdul Hamid
      dan seterusnya.

2.   Yang tidak diperbolehkan:
      Agung Syah Malik: Ada 3 nama yang berkaitan Agung dan Syah dan Malik. Malik Ibrohim Syah: Ada 2 nama yang berkaitan Malik dan Syah, dan seterusnya.

Penanya:          "Pernahkah Nabi menganjurkan atau memberi ganti untuk seseorang ?"
Adamssein:     "Pernah."

Penanya :         "Apa dalilnya?"
Adamssein:     "Sebagaimana hadits di bawah ini:
                        1.   "Dari Siti Aisyah Ra sesungguhnya Rasulullah Saw selalu mengubah nama yang jelek (dengan nama yang baik)." (HR, Tirmidzi).
                        2.  "Dari Umar Ra Sesungguhnya putri Umar diberi nama Ashiyah (wanita yang maksiat), maka Rasulullah Saw mengganti namanya dengan Jamilah (cantik)."
                              (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majjah).
                        3.   "Dari Abu Hurairah ra Sesungguhnya Zainab binti Abi Salamah semula namanya Barrah (sangat berbuat baik), maka dikatakan kepadanya supaya membersihkan dirinya. Lantas Rasulullah Saw memberikan nama Zainab (nama pohon)."
                              (HR. Bukhari, Muslim, Ibnu Majjah dan lain-lain).

Penanya:          "Kapan waktu memberikan nama yang seharusnya dilakukan ?"
Adamssein:     "Sebagaimana Rasululloh bersabda: 'Tiap anak itu tergadai dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuhnya dan pada hari itu dia diberi nama dan dicukur rambutnya."
                        (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa'i, dan Ibnu Majjah).

                        Penjelasan hadits diatas:
                        Waktu memberikan nama seorang bayi baik laki-laki maupun perempuan, pada hari ketujuh dibarengi dengan penyembelihan aqiqah sekaligus dicukur rambutnya. Penyembelihan aqiqah disitu sebagai tanda syukur saja kepada Allah Ta’ala yang telah memberikan kesehatan untuk setiap seorang bayi baik laki-laki maupun perempuan.

Penanya:          "Bagaimanakah cara memberi nama secara Islami ?"
Adamssein:     "Ketika akan memberikan nama untuk seorang bayi.
1.      Untuk bayi laki-laki ucapkan:
'Sammainaaka bismilladzii sammaakallaahu bi ................ bin ................... Al Fatihah.’
Artinya: "Kami memberi nama kamu dengan nama yang Allah memberi nama kamu dengan ........ putra ......... Kemudian hadirin membawa Al-Fatihah.
2.Untuk bayi perempuan ucapkan :
‘Sammainaaki bismilladzii sammaakillaahaa bi .............. binti .................. Al Fatihah.’
Artinya: "Kami memberi nama kamu dengan nama yang Alloh memberi nama kamu dengan ........ putri ......... Kemudian hadirin membawa Al-Fatihah”.

                        Lalu mengucapkan ...

Untuk bayi laki-laki ucapkan:

‘Al-Fatihah, bi-annallaha yaj’alusmahu mubaarakatan lahu, Al-Fatihah.’
Artinya:
“(Bacalah) Al-Fatihah, semoga Alloh menjadikan namanya diberkahi, (bacalah) AlFatihah!”

Untuk bayi perempuan ucapkan:
“Al-Fatihah, bi-annallaha yaj’alusmahaa mubaarakatan lahaa, Al-Fatihah.”
Artinya:
“(Bacalah) Al-Fatihah, semoga Alloh menjadikan namanya diberkahi, (bacalah) AlFatihah!”

Lalu mengucapkan:
Untuk bayi laki-laki ucapkan:
Al Fatihah, bi-annallaha yuthawwilu ‘umrahu fii thaa’atillaahi wa thaa’atir rasuuli wa fii shihhatin wa salaamah, Al-Fatihah!

Artinya :
“Bacalah Al Fatihah ! Semoga Alloh memanjangkan umurnya dalam ketaatan kepada Allah dan ketaatan kepada Rasul, dan dalam sehat dan selamat. Bacalah Al Fatihah!”

Untuk bayi perempuan ucapkan:
Al Fatihah, bi-annallaha yuthawwilu ‘umrahaa fii thaa’atillaahi wa thaa’atir rasuuli wa fii shihhatin wa salaamah, Al-Fatihah!

Artinya:
“Bacalah Al Fatihah ! Semoga Allah memanjangkan umurnya dalam ketaatan kepada Allah dan ketaatan kepada Rasul, dan dalam sehat dan selamat. Bacalah Al Fatihah!”

Catatan Penting Dari Adamssein (Penulis) :
         Dari tulisan ini kita mengetahui bahwa memberikan nama untuk seseorang itu penting karena nama bukan sekedar identitas, melainkan mencirikan karakter pribadi. Nah, untuk itu Adamssein sarankan untuk mendalami arti nama-nama agar tidak salah dalam memberikan sebuah nama biasanya dari kamus arti nama. Usahakan kamus arti nama yang lengkap menampung banyak kosa kata nama, mungkin harganya pun lumayan sedikit mahal tapi seimbang-lah. Jika sodara pembaca ingin mengetahui nama sendiri yang sudah diurai misalnya Muhammad Adam Hussein Adamssein itu artinya seperti bla .. bla ... kemudian inilah kepribadian yang tersimpan dalam nama tersebut. Atau bila sobat pembaca ingin mengonsultasikan arti nama untuk anak silahkan hubungi via e-mail penulis lihatlah di Tentang Penulis. Jika kita ingin mempunyai anak karakter pribadinya seperti diinginkan, cobalah lakukan saran Adamssein. “Bulan ketiga atau bulan keeempat pada usia kandungan seorang bayi berdo’alah kepada Allah tentang karakter pribadi anak secara jelas dan mendetail agar tidak lebih sempurna karena pada saat itu menurut Islam Roh seorang anak akan dimasukkan kedalam tubuh seorang anak. Dan sesuai kedokteran anak bahwa bayi dalam kandungan pada bulan keempat penyempurnaan pertumbuhan seluruh organ-organ bayi terbentuk dan sekarang dia harus tumbuh dalam ukurannya. Pada bulan keempat, bayi menjadi lebih aktif dan mendorong-dorong dengan tangan atau kakinya di dalam rahim dimana ia berada”.

         Sebagaimana dalam hadits, Rasulullah Saw bersabda:
“Salah seorang dari kalian, penciptaannya dihimpun dalam perut ibunya selama empat puluh hari, lalu ia menjadi ‘alaqah selama empat puluh hari, kemudian menjadi mudhghah selama empat puluh hari. Kemudian seorang malaikat diutus untuk meniupkan ruh kepadanya, dan perintah dengan empat kalimat, mencatat rezekinya, ajalnya, amalnya, sengsara dan bahagia ...” (HR. Muslim, kitab Qadar, bab Bagaimana Penciptaan Manusia dalam Perut Ibunya, jilid II, hlm. 451).

Tiga masa kehamilan ini, nuthfah, ‘alaqah dan mudhghah, masing-masing memakan waktu empat puluh hari sebelum beralih ke fase selanjutnya. Apabila janin telah mencapai masa 120 hari, maka tiupkanlah kepadanya ruh dan menjadi ciptaan yang baru.



Sumber Pustaka:

.............., Permata Hatiku. Wyeth Mitra Gizi Keluarga Anda, Wyeth Ayerst International Inc.

Barzanji, Syakh. Al Maulidun Nabawi. Penerjemah : H. Moh. Zuhri. CV. Toha Putra.Semarang.

Syauman, DR. Abbas. Hukum Aborsi dalam Islam. Penerbit Cendekia Sentra Muslim, Jakarta Selatan. Cetakan Pertama, Februari 2004. Halaman 27 dan 38.

Sumber Arsip Artikel:
Hussein, Muhammad Adam. Nama Bukan Sekedar Identitas.





2 Komentar untuk "Nama Bukan Sekedar Identitas"

  1.  nama emang penting bgt ya

    walaupun nama fty 18 huruf dan kesulitan dalam membulatkan saat un


    tp arti nya sangat mulia

    makasih buat mama

    BalasHapus
  2. Sip anak berbakti nih de Fetty, hehe. ^.^

    Semoga aja harapan mama de tercapai dengan nama yang sedang disandang sekarang.

    BalasHapus

BACALAH SEBELUM BERKOMENTAR

Dilarang berkomentar dengan akun Unknow, akun Profil Tidak Tersedia, akun yang tidak dengan nama asli. Dilarang berkomentar dengan menaruh link didalam komentar baik link hidup maupun link mati.

Kenapa?
Karena kami tidak akan menayangkan komentar-komentar tersebut. Kami hanya menayangkan komentar yang relevan dengan isi pembahasan artikel dan komentar yang berbobot dan bermanfaat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Teh Celup Herbal Bidara Ruqyah

Rp. 30.000 (isi 25 celup/belum ongkir)

PESAN MELALUI WHATSAPPS : 08997527700