Mimpi Basah dalam Fenomena Seksual

Mimpi Basah dalam Fenomena Seksual
Oleh: Muhammad Adam Hussein, S.Pd
[Penulis Buku Fenomena Remaja]


      Mimpi basah sering dianggap sebagai kelainan seks, hal itu tidaklah benar. Mimpi basah merupakan tanda kewajaran seseorang yang mengalami masa transisi (perubahan) dari masa kanak-kanak ke masa pubertas (baca: remaja). Mimpi Basah perlu diketahui sejak dini agar mudah menentukan sikap saat seseorang di antara kita mengalaminya, dan mimpi basah tak terbatas pada laki-laki saja melainkan perempuan pun dapat mengalami mimpi basah ini.  
Ilustrasi Mimpi Basah
[Klik gambar untuk memperbesar]

      Tugas artikel ini ingin memberi penjelasan sedetail mungkin diolah dari berbagai sumber sehingga alhasil dapat menjawab keraguan-keraguan yang muncul karena tak mengetahuinya. Dengan hal ini, penulis berharap artikel ini dapat menjadi rujukan utama bagi yang membutuhkan tentu siapa lagi kalau bukan pembaca.

A.  Pengertian Mimpi Basah
      Mimpi Basah didefinisikan dalam Wikipedia Indonesia sebagai berikut:
      Mimpi basah (emisi nokturnal) adalah pengeluaran cairan semen (mani) di waktu tidur dan hanya dialami oleh laki-laki. Mimpi basah sering dialami oleh remaja laki-laki, yang sekaligus menjadi tanda bahwa ia telah memasuki masa pubertas. Hal ini bisa dipicu mimpi yang erotis maupun tidak, tergantung dari yang mengalami mimpi itu sendiri (khususnya bila ia seorang pria dewasa). Pengeluaran ini dapat terjadi tanpa disertai ereksi atau ejakulasi. Semakin bertambahnya umur maka mimpi basah ini semakin jarang dialami. Mimpi basah tergantung dari respons fisik orang yang mengalami mimpi tadi. Peristiwa ini adalah mekanisme yang alami akibat seorang vesikula seminalis (kantong sperma) telah penuh dengan sperma yang dihasilkan oleh testis. Akibatnya kantong sperma yg telah penuh tidak bisa menampung lagi, dan akhirnya dikeluarkan melalui penis pada saat laki laki mengalami mimpi basah.[1]

      Berbeda dengan definisi Mimpi Basah menurut Utsman Ath-Thawill dalam bukunya Ajaran Islam tentang Fenomena Seksual (2000 : 28), ia mengatakan:
      Mimpi basah merupakan aktivitas seksual bawah sadar yang dialami oleh laki-laki dan perempuan sejak memasuki usia baligh. Ia merupakan aktivitas psikologis untuk melepaskan muatan seksual yang tersimpan. Dimana biasanya orang yang bermimpi tersebut langsung terjaga dari tidurnya, serta dapat merasakan kenikmatan seks ringan. Tetapi sering pula seseorang tidak dapat mengingat kembali apa yang telah terjadi pada dirinya sewaktu tidur, kecuali ketika bangun ia melihat tanda-tanda bahwa dirinya mengeluarkan mani.
     
      Mimpi basah, disamping mimpi dengan lawan jenis tanpa senggama, dapat juga mimpi dengan senggama sampai mengeluarkan air mani bagi laki-laki dan bukan air mani bagi perempuan. Hal-hal ini adalah normal, dan dapat dialami oleh semua orang alam kondisi dan waktunya yang berbeda-beda. Kadang-kadang bisa terjadi pada malam atau siang hari, terkadang dua atau tiga kali dalam seminggu, kemudian terhenti untuk jangka waktu yang agak lama, mungkin sampai berbulan-bulan.

      Definisi Mimpi Basah menurut Kedokteran pun hampir sama dalam menetapkan pengertiannya, sebagai berikut:
      Mimpi basah (orgasme spontan) atau dalam dunia kedokteran dikenal dengan emisi nokturnal, merupakan pengeluaran cairan semen di waktu tidur yang biasanya terjadi ketika seorang anak laki-laki sudah memasuki masa pubertas. Tapi ternyata emisi nokturnal atau mimpi basah juga bisa terjadi pada perempuan. Tidak seperti ejakulasi pada laki-laki, emisi nokturnal pada perempuan terjadi karena adanya lubrikasi (pelumasan) pada vagina.[2]

      Disini, penulis menyimpulkan dari definisi yang ada, mimpi basah merupakan tanda kewajaran seseorang yang mengalami masa transisi (perubahan) dari masa kanak-kanak ke masa pubertas (baca: remaja) baik pada laki-laki maupun dapat dialami oleh perempuan. Seperti yang saya jelaskan pada pengantar tulisan ini, lihat kembali di atas. Dapat diperjelas, mimpi basah ini memang pada dasarnya akan membawa pada kenikmatan seks muncul dari dorongan bawah sadar seseorang yang telah menyimpan hasrat biologis sehingga hal ini memang menjadi kewajaran sebab ada dari kodratnya dalam memenuhi kebutuhan biologis tapi karena belum waktunya maka diperlihatkan melalui mimpi. Wajar karena siapapun dapat mengalaminya, dan nantinya akan kembali normal. Sayangnya bila hal ini pemicu penasaran yang hebat bisa mendorongnya mencoba-coba (dengan menjadikan pacar sebagai lampiasan nafsunya) atau malah menjadi mendorongnya pada kebiasaan onani bagi perempuan atau masturbasi bagi laki-laki. Dorongan seks ini perlu kita arahkan jangan sampai menjadi bumerang yang membahayakan bagi kesehatan fisik dan mental. Kita harus yakin seyakin-yakinnya dapat mengarahkan dorongan seks pada tempatnya dan waktunya.


B.  Usia Seseorang Mulai Mengalami Mimpi Basah
      Mimpi basah sebagai pertanda baligh seseorang menunaikan kewajiban seperti sholat, puasa, zakat, dan ibadah lainnya dimana perbuatan ibadah tersebut sebagai bekal kelak. Landasan mimpi basah sebagai pertanda baligh, sebagaimana dalam hadits yang satu ini: “Diangkat qolam (pena) dari tiga jenis orang: dari anak-anak sampai ia bermimpi, dari orang gila sampai ia sadar, dan dari orang yang tidur sampai ia terjaga.” [HR. Abu Daud dan Ibnu Majah diambil dari Ajaran Islam tentang Fenomena Seksual karya Utsman Ath-Thawill, hal 16] Diangkat qolam artinya, seseorang tidak dibebani kewajiban menjalankan hukum-hukum syariat atasnya selagi ia masih dalam tiga kondisi tersebut.
Pertumbuhan manusia dari anak kecil, remaja, hingga umur dewasa.
[Klik gambar untuk memperbesar]

Ilustrasi Pertumbuhan Fisik Manusia
[Klik gambar untuk memperbesar]

      Dalam mimpi basah ternyata tidak terbatas pada umur kapan mulainya, sebab seringkali hal ini berbeda pendapat ada yang berpendapat dari umur 9 – 14 tahun menurut Organisasi Kisara Online (kisara.or.id), dalam ilmu Fiqih umur 15 tahun, sedang menurut pandangan penulis sendiri dari sejak 9 tahun hingga menikah bagi perempuan dan mulai dari 15 tahun hingga menikah bagi laki-laki. Alasan mengapa penulis berpendapat hingga menikah dari yang saya amati kebanyakan seseorang setelah menikah mimpi basah akan berhenti karena penumpahan hasrat birahi tersebut dapat secara langsung dilakukan dengan adanya hubungan suami-isteri sebab itu memang kebutuhan biologis yang harus dipenuhi. Jadi, artinya ada tempat untuk mencurahkan spermanya ke dalam sel telur dan bertemu di singgasana rahim.

      Mula-mula, saat remaja menemui celananya basah dalam kondisi bangun dari tidurnya niscaya akan kebingungan dan bertanya-tanya, apa yang terjadi hingga celananya basah padahal tidak main air ataupun berenang. Ya, perlu diketahui bahwa mimpi basah ini tidak disadari oleh remaja itu sendiri sebab bisa jadi keasyikan mimpi apa semalam hingga membuatnya terlena dan bertanya-tanya, apa yang saya rasakan itu betapa nikmat, celakanya jika hal ini ditanyakan pada seorang teman yang kurang paham dalam mengarahkan keingintahuannya bisa jadi mencoba-coba dengan merayu pacarnya untuk berbuat seperti dalam mimpi basahnya, sehingga perlu kiranya orangtua mengarahkan agar anak remajanya dapat terkendali rasa keingintahuannya sehingga orangtua tidak lagi waswas saat anaknya sudah dewasa mengalami perubahan kondisi fisik dengan berfungsinya alat reproduksi anak remajanya. Begitupun dengan remaja putra maupun putri harusnya menyadari fungsi alat reproduksinya sehingga tidak mengabaikan kesehatan reproduksi tersebut. Sebab tak jarang banyak remaja yang menyalahgunakan alat reproduksinya (vagina/penis) dengan bermain cinta yang diharamkan diluar jalur kebolehan Islam, sehingga terjadi hamil diluar nikah ataupun menodai gadis remaja yang belum sah dimiliki sebagai isterinya.   

      Sudah semestinya, kita mengarahkan dorongan seks kita pada jalurnya jangan sampai belum waktunya kemudian malah membuat onar alhasil merusak masa depan sendiri dan merusak masa depan perempuannya, sungguh tidak adil apabila perempuan saja yang menanggung akibat kecerobohan tersebut. Jadi, saya tekankan disini jangan terlalu banyak mengosumsi hal yang berbau seks jika tidak mau kena pengaruh dahsyatnya. Sebab, setan dapat menyalahgunakan kelemahan kita dengan dibisikkan terus menerus kenikmatan seks yang sesaat itu pada nafsu kita, apabila akal tunduk pada nafsu maka kekalahanlah bagi kita. Ingat, setan selalu mencari kelemahan-kelemahan kita dimana ada celah untuk menggoda disitu setan berada. Semoga kita semua dilindungi dari godaan setan manusia dan setan jin, agar akal pikiran kita sesuai jalan iman yang dikehendaki Allah, bukan akal pikiran menjalankan perbuatan atas kehendak nafsu yang dihasud oleh setan laknatulloh.

      Bisakah seorang perempuan mengalami mimpi basah?
Jawabnya, bisa sebagaimana penjelasan ilmiah yang satu ini.
Wanita yang bermimpi basah
[Klik gambar untuk memperbesar]

Wanita yang bermimpi basah
[Klik gambar untuk memperbesar]
 
Pada laki-laki, emisi noktural (mimpi basah) biasanya terjadi karena adanya tekanan atau stimulasi pada alat kelamin oleh kasur atau seprai, mimpi erotis, kandung kemih penuh atau kenangan dari aktivitas atau pikiran seksual.
Tapi seperti dilansir dari WomenHealthZone, pada perempuan lebih karena adanya kenangan dari aktivitas atau pikiran seksual yang tejadi sebelum ia beranjak ke tempat tidur, yang akhirnya akan menyebabkan terjadinya mimpi erotis.
Mimpi basah terjadi ketika seseorang mengalami tahap tidur REM (gerakan mata cepat atau rapid eye movement), yaitu tahap tidur yang dalam dan terjadi mimpi, laju respirasi dan aktivitas otak meningkat, serta otot-otot menjadi lebih rileks, yang ditandai dengan gerakan bola mata yang cepat.
Perempuan juga bisa mengalami mimpi erotis dalam tidurnya. Tapi hanya sedikit perempuan yang dapat mengingat kejadian tersebut, bahkan ada yang lupa sama sekali. Hal inilah yang membuat orang menganggap bahwa perempuan tidak bisa mengalami emisi noktural alias mimpi basah.
      Tapi mimpi basah pada perempuan adalah normal. Ini tidak berarti bahwa perempuan tersebut mengalami frigiditas (hilangnya minat dan respons seksual) ataupun nymphomania (gairah seksual berlebihan).
     
      Penelitian telah menunjukkan bahwa 40 persen perempuan mengalami mimpi basah sebelum berusia 45 tahun. Tapi mimpi basah pada perempuan tidak terjadi sesering pada laki-laki, perempuan biasanya hanya mengalaminya beberapa kali dalam setahun.[3]

      Ini terbukti, dengan adanya pengakuan perempuan yang pernah mengalami mimpi basah bercerita langsung pada saya, dan ia tersipu malu, sebab merasakan yang aneh dengannya. Dalam ilmu tafsir mimpi, mimpi bersenggama dengan seorang yang dicintai kelak sekalipun dipisahkan oleh siapapun dengan kondisi yang bagaimanapun akhirnya kelak akan bersatu kembali artinya itulah jodohnya. Wa’allahu ‘alam (hanya Allah yang tahu kebenarannya).

      Nah, sekarang kita simak macam-macam mimpi basah, semoga penjelasan bagian Usia Seseorang Mulai Mengalami Mimpi Basah dapat dipahami secara jelas.

UNTUK SELENGKAPNYA BISA DIBACA DENGAN MEMBELI 
BUKU FENOMENA REMAJA JILID DUA

PEMESANAN HUBUNGI:
08997527700

PEMBAYARAN BUKU:

Bank Muamalat Cabang Sukabumi
An. Adam Nurul Husein
No Rekening: 0163270508
Kode Banking: 147
Jl. Pabuaran No. 47 Sukabumi



Catatan Kaki
[1]   Wikipedia Indonesia. Mimpi Basah. http://id.wikipedia.org/wiki/Mimpi_basah
[2]   Fenz Capri. 2010. Bisakah perempuan Mengalami Mimpi Basah.
[3]   Fenz Capri. 2010. Bisakah perempuan Mengalami Mimpi Basah.
[4]     Utsman At-Thawill. Ajaran Islam tentang Fenomena Seksual. 2000. Penerbit PT RajaGarfindo persada, Jakarta. Hal. 31.
[5]      Ditambahkan oleh pandangan penulis sendiri.
[6]   Utsman At-Thawill. Ajaran Islam tentang Fenomena Seksual. 2000. Penerbit PT RajaGarfindo persada, Jakarta. Hal. 32. Dan diberi tambahan penjelasan dari penulis.
[7] Organisasi Kisara Online. Mimpi Basah.
[8]     Demikian pendapat yang kuat bahwa waktu terakhir shalat Isya’ adalah pertengahan malam.
[9]   Muhammad Abduh Tuasikal. Mimpi Basah Ketika Puasa. http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/mimpi-basah-ketika-puasa.html


Rujukan Sumber Pustaka:

BUKU

Utsman At-Thawill. Ajaran Islam tentang Fenomena Seksual. 2000. Penerbit PT RajaGarfindo persada, Jakarta. Hal 28 – 32.

INTERNET

Fenz Capri. 2010. Bisakah perempuan Mengalami Mimpi Basah.

Muhammad Abduh Tuasikal. Mimpi Basah Ketika Puasa. http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/mimpi-basah-ketika-puasa.html

Muhammad Adam Hussein. Maret 2012. Mimpi Basah dalam Fenomena Seksual.

Organisasi Kisara Online. Mimpi Basah.

Wikipedia Indonesia. Mimpi Basah. http://id.wikipedia.org/wiki/Mimpi_basah

2 Komentar untuk "Mimpi Basah dalam Fenomena Seksual"

BACALAH SEBELUM BERKOMENTAR

Dilarang berkomentar dengan akun Unknow, akun Profil Tidak Tersedia, akun yang tidak dengan nama asli. Dilarang berkomentar dengan menaruh link didalam komentar baik link hidup maupun link mati.

Kenapa?
Karena kami tidak akan menayangkan komentar-komentar tersebut. Kami hanya menayangkan komentar yang relevan dengan isi pembahasan artikel dan komentar yang berbobot dan bermanfaat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Teh Celup Herbal Bidara Ruqyah

Rp. 30.000 (isi 25 celup/belum ongkir)

PESAN MELALUI WHATSAPPS : 08997527700