Nasib Guru Mengajar Pada Jam Terakhir di Kelas



Nasib Guru Mengajar Pada Jam Terakhir di Kelas
Penulis : Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Guru PKn di SMK Syamsul ‘Ulum, Sukabumi

Nasib Guru Mengajar Pada Jam Terakhir di Kelas – Pengalaman menjadi guru PKn di SMK, saya pernah mendapat giliran mengajar di jam terakhir dan hal itu yang ingin kita bahas. Mudah-mudahan bagi calon guru atau guru lainnya dapat terinspirasi untuk mengambil pembelajaran dalam pengalaman ini. Mengajar pada jam tertentu memang ada nilai lebih kurangnya yang terpenting kita bisa menyiasatinya kalaupun tidak jangan sampai hanyut dalam suasana yang kurang menguntungkan sehingga mempengaruhi kualitas pembelajaran di kelas. Baik kita ulas aja uraiannya.

Apa ada yang mengajar jam terakhir di kelas lalu gimana kesannya?

STUDI KASUS JAM PEMBELAJARAN DI KELAS

Saat ini saya mengajar SMK di kelas X AP, X RPL, dan X Farmasi. Untuk jadwal di semester 1 (ganjil) di X AP kebagian jam terakhir antara 13:30 – 14:30 Wib, X RPL kebagian mengajar pada jam 10:50 – 12:10 Wib, dan X Farmasi kebagian mengajar pada jam 07:15 – 08:35 Wib. Pas mengajar di X AP karena kebagian jam terakhir nasibnya ya konsentrasi peserta didik rendah diakibatkan oleh rasa lelah, disebut juga jam mengantuk karena kejenuhan dari belajar makin meningkat, terkadang juga terjadi peserta didik yang kabur pada jam terakhir, guru juga terkadang didesak seperti: “pak pulang aja yuk kan kita lapar, pak mengajarnya jangan lama-lama ya ngantuk soalnya, pak jangan bikin tugas dong kan kita udah banyak diberi tugas dari awal pembelajaran pagi tadi, pak nulis mulu cape tau, pak dari kita belajar apalagi membosankan begini lebih baik kita pulang kan, dan seterusnya.” Memang tantangan mengajar pada jam terakhir sangatlah tinggi dimana kita harus berusaha keras untuk mencari variasi dalam pembelajaran supaya bosan ataupun lelah yang dialami oleh peserta didik dapat kita atasi. Sehingga pembelajaran yang akan kita lakukan tidak akan terganggu. Dan memang pada kenyataannya, tidak semua guru dapat mengatasi keadaan yang terjadi pada jam terakhir. Guru dituntut bisa humoris supaya mencairkan suasana yang membosankan, mengurangi rasa lelah mereka karena beban pembelajaran. Guru dituntut juga menggunakan pembelajaran dengan adanya permainan yang membuat peserta didik masuk dalam aktivitas permainan dalam pembelajaran yang kita pimpin. Pembelajaran jam terakhir apalagi dengan karakter siswa yang susah dikompromi pasti mereka akan menyindir atau membuat kita tidak betah dalam mengajar di kelas tersebut. Tak jarang guru yang menyadari nasib guru mengajar pada jam terakhir mereka segera kompromi ke waka kurikulum untuk mengganti jadwalnya karena tak kuat dengan tantangan pada jam tersebut. Sebetulnya, efektivitas dalam pembelajaran akan rendah bila semangat belajar peserta didik yang mulai berkurang, sehingga sebelum memulai pembelajaran harus dimulai dulu dengan sesuatu yang mengugah diri peserta didiknya untuk tetap semangat belajar sekalipun dalam keadaan ngantuk, bosan, maupun lapar. Karena suasana kelas yang kurang positif bisa menjadi pengaruh buruk bagi gurunya karena terkadang guru bisa terbawa suasana. Disinilah guru harus bisa memposisikan diri dengan baik supaya tidak mudah terbawa suasana yang buruk biar belajar tetap berlangsung dengan lancar. Sekalipun tidak sampai pada jam waktu habisnya, alias masih ada sisa waktu namun karena keadaan kelas sudah tidak memungkinkan lebih baik kita sudahi daripada dipaksakan. Hasilnya akan terasa kurang baik dan bisa jadi mengecewakan. Bahkan, penulis pernah mewawancarai guru TIK di jam-jam terakhir mereka pun sama ternyata mendapati peserta didik kurang bergairah padahal komputerisasi umumnya yang paling ditonjolkan dalam sekolah kejuruan menengah.


Muhammad Adam Hussein Bareng Siswi X AP SMK Syamsul 'Ulum Sukabumi - Dok. Pribadi


Lastri Sulastri & Herlani X AP SMK Syamsul 'Ulum Sukabumi - Dok. Lastri Sulastri https://www.facebook.com/lastri.sulastri.31149359


X RPL kebagian jam 10:50 – 12:10 Wib ini juga ada tantangannya dimana sebelum adzan dzuhur kita harus bisa menyelesaikan pembelajaran supaya bisa shalat berjamaah di masjid yayasan. Kalau misalnya lebih dari jam 12:10 Wib tentunya peserta didik tidak ikut shalat berjamaah. Karena memang jam shalat dzuhur sekarang lebih maju dibandingkan sebelumnya jam 12:30 Wib baru adzan. 

Siswa-Siswa X RPL SMK Syamsul Ulum Sukabumi - Dok. Moch Angga Al-Bakri


Siswa-Siswa X RPL SMK Syamsul Ulum Sukabumi dalam Kelas - Dok. Moch Angga Al-Bakri

X Farmasi kebagian jam 07:15 – 08:35 Wib ini yang paling kondusif dan efektif, dimana saya merasakan aktifnya siswa dalam memperhatikan pembelajaran. Ketika diajak untuk melakukan pembelajaran yang diperintahkan pun tidak susah artinya mereka mudah buat mengikuti, sehingga kegiatan pembelajaran menjadi menyenangkan. Jujur, di kelas X Farmasi ini yang merasa mengajar paling berkesan.

Neneng Nur Hafidoh, Siti Subaidah, dan Nadiah Rifa X Farmasi SMK Syamsul 'Ulum Sukabumi - https://www.facebook.com/nenkk.surga


KESIMPULAN PENULIS
Dilihat dari segi efektivitas dalam mengajar ternyata jam mengajar sangat mempengaruhi. Jam pertama antara 07:15–07:55 Wib dan jam kedua antara 07:55–08:35 Wib ini merupakan jam yang paling efektif dalam melakukan pembelajaran. Semangat peserta didik masih sangat tinggi. Jam ketiga antara 08:35–09:15 Wib dan jam keempat antara 09:15–09:55 Wib ini merupakan jam masih efektivitasnya tinggi, sehingga daya tangkap peserta didik dalam menerima pembelajaran bisa memungkinkan untuk cepat menerima materi pembelajaran. Jam kelima antara 10:10–10:50 Wib merupakan jam yang termasuk efektivitasnya mulai berkurang karena sehabis istirahat sehingga masih ada rasa lelah atau belum leluasanya suasana hati. Jam keenam antara 10:50-11:30 Wib dan jam ketujuh antara 11:30-12:10 Wib merupakan jam efektif tapi harus ditingkatkan dengan gaya pembelajaran yang santai, asik, dan menyenangkan ada unsur humor yang segar, permainan dalam pembelajaran sehingga dapat mengurangi kejenuhan, hindari tukar pendapat atau pembelajaran dengan diskusi sebab bisa meningkatkan kejenuhan. Karena pada jam segini lebih baik digunakan dengan cara santai biar bisa menjaga kestabilan semangat belajar peserta didik. Jam terakhir, jam kedelapan antara 12:30-13:00 Wib, jam kesembilan antara 13:00-13:30 Wib, jam kesepuluh antara 13:30-14:00 Wib, jam kesebelas antara 14:00-14:30 Wib merupakan jam yang rentan dengan ketidakefektivitasan dalam belajar. Sehingga perlu teknis pembelajaran yang berbeda dengan jam pertama hingga jam ketujuh. Perlu diketahui bahwa kasus jam pembelajaran diatas yang berlaku untuk SMK Syamsul ‘Ulum, Sukabumi boleh jadi di sekolah lain akan berbeda.

Penulis sendiri mengajukan diri untuk pindah jam mengajar khusus kelas X AP yang semula jam 13:30-14:30 Wib ingin dipindahkan  ke jam pertama dan kedua, atau jam ketiga dan jam keempat. Hal ini sudah diajukan ke pihak waka kurikulum. Mudah-mudahan semester 2 (genap) nanti bisa tepat dalam mengefektivitaskan pembelajaran karena pada kenyataannya mengkondusikan suasana kelas tidaklah mudah. Hal itu pun berkat usulan dari salah satu siswi X AP yang bernama Refa Lina Safitri. Ternyata jadi ide menulis juga akhirnya.

Refa Lina Safitri - Siswa X AP SMK Syamsul 'Ulum Sukabumi - https://www.facebook.com/refa.savitri



SARAN DARI PENULIS
Pada dasarnya setiap jam pembelajaran di kelas itu mempunyai nilai plus dan minusnya. Yang terpenting memang dalam melakukan jam pembelajaran terakhir dibutuhkan kesabaran yang tinggi untuk mengatasi suasana kelas maupun suasana hati peserta didik. Dalam hal ini, bila kurang kesabaran dalam menangani pembelajaran pada jam terakhir alhasil akan mempersulit masuknya materi pembelajaran untuk diingatnya. Dan bahkan, yang menunjang cepat masuknya materi pembelajaran itu dipengaruhi oleh kualitas guru dalam melakukan variasi pembelajaran. Ketika guru tersebut disukai dalam cara pembelajarannya sekalipun materi itu sulit mereka akan berusaha untuk mencintai mata pelajaran tersebut. Yang pada akhirnya sedikit demi sedikit akan mempengaruhi peserta didik untuk memahami dengan baik bagaimana mengatasi ketidakpahamannya atau kebingungannya. Yang tentunya, seorang guru harus bisa menjaga keramahtamahan dalam pembelajaran yang sedang berlangsung.

Dengan demikian, dibutuhkan penyesuaian diri dengan suasana kelas maupun dengan karakter peserta didik masing-masing kelas. Hal ini dibutuhkan untuk bisa meningkatkan efektivitas pembelajaran tanpa tergantung pada kapan jam pembelajaran dilakukan. Ya betul, seharusnya bukan jam pembelajaran yang mengatur efektif atau tidaknya, melainkan kitalah yang sesungguhnya harus mampu mengubah yang tidak efektif menjadi efektif. Sehingga ketergantungan tersebut tidak terjadi. Karena sesungguhnya yang manajemen pendidikan atau strategi belajar mengajar itu harus ditingkatkan keilmuannya supaya kita tidak berhenti ilmunya disitu saja melainkan terus meningkat dan berkembang.

Bila ingin mengubah jadwal jam pembelajaran di kelas, entah itu bentrok mengajar di sekolah lain, ataupun karena nilai efektivitas dinilai rendah, ataupun alas an lainnya. Silahkan negosiasi pihak waka kurikulum. Supaya kita mengajar di sekolah tersebut tidak terganggu dengan aktivitas mengajar di sekolah lain. Ataupun  karena alasan suasana peserta didik yang kurang antusias pada jam-jam terakhir. Semoga kita bisa memanajemen pembelajaran tanpa tergantung pada jam pembelajaran di kelas.

Semoga apa yang disampaikan oleh penulis ini, baik dari studi kasus yang sudah dilakukan sebagai bentuk penelitian. Kesimpulan sampai didapatinya saran dari penulis dari hasil analisa tersebut bisa menjadi manfaat bagi pembaca umumnya dan bagi guru-guru di Indonesia pada khususnya.


Nasib Guru Mengajar Pada Jam Terakhir di Kelas – Setelah kita menyimak ulasan ini semoga kita bisa mengajar lebih baik sesuai porsi dan dalam suasana bagaimanapun itu bisa efektif. Saya tak pernah ingin menggurui tapi yang ingin saya berikan berupa bimbingan atau pencerahan yang dapat bermanfaat bagi yang lainnya. Bila ada usulan untuk menerapkan variasi pembelajaran seperti apa, saya sebagai penulis pun dengan senang hati menerima masukan tersebut. Bila ingin bertukar pendapat dengan penulis juga, silahkan. Apalagi demi kemajuan dalam menunjang peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah maupun di kelas. Sampai jumpa!


SUMBER ARSIP

Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Nasib Guru Mengajar Pada Jam Terakhir di Kelas.
Sukabumi, 20 Desember 2015



92 Komentar untuk "Nasib Guru Mengajar Pada Jam Terakhir di Kelas"

  1. Assalamu alaykum Mas Hussein ..selamat sore ..Memang ada banyak kendala jika seorang guru pas lagi kebagian tugas pada jam-jam akhir mas..walupun saya belum pernah mengalami namun saya bisa membayangkan karna saya dulu pernah di SMA swasta...kesan capek ,males ataupun terlihat kurang semangat pada siswa yang belajar memang sering kita temui apa lagi ditambah dengan mata pelajaran yang agak susah iya...kan Mas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikum salam, ya bener mas.

      Jadinya sebagai guru kita dituntut kreatif mungkin dalam pembelajaran biar mengasyikkan dan juga bagaimana mengubah pelajaran yang susah jadi gampang dicerna. Otomatis sebagai guru perlu mengolah dan menguraikan dengan bertahap biar mudah dipahami nantinya.

      Hapus
  2. Di SMK dekat rumah saya saat ini jumlah murid melebihi kapasitas kelas, sehingga jam belajar murid dibagi menjadi 2 'shift'. Murid yang masih pada 'shift' pertama (pagi hari) oke-oke saja lah tidak ada masalah yang berarti. Nah yang jadi masalah adalah murid yang masuk pada 'shift' kedua, masuk pada pukul 14, mereka mengeluh karena harus mulai belajar pada jam-jam yang kata mereka 'Jan Malas', sehingga mereka mengeluh sulit berkonsentrasi. Jadi jangankan murid yang sudah memaras pikiran sejak pagi, murid yang baru memulai pelajaran pun (pikiran masih fresh) jika harus belajar pada jam rentan tersebut, tetap tidak optimal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mudah-mudahan ada solusi yang lebih baik daripada dengan cara shift itu malah tidak kondusif. Yang terpenting nanti guru-gurunya ga mudah terbawa dalam suasana tapi bisa mengatasi keadaan tersebut biar lebih menyenangkan.

      Hapus
    2. Mas adam pasti termasuk guru yang paling muda disekolah, mangkannya dapat jam terakhir. karena guru senior semangatnya terbatas...
      semangat terus mas.

      Hapus
    3. Achmad Fazri
      Iya mas, tapi cuma satu kelas kok yang jam siang. Kalau guru senior juga banyak kok mas yang jam siang. Memang risiko mas kalau mengajar terakhir seperti itu dalam studi kasusnya. Mudah-mudahan saya bisa mengatasi permasalahan tersebut. Makasih.

      Hapus
  3. hahaha, nasib belajar jam terakhir memang kebanyaan siswa sudah pada ngantuk ya mas :) seperti disaya juga toh mas :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, mudah-mudahan mas juga bisa mengatasi keadaan tersebut jangan sampai masuk dalam suasana pembelajaran yang buruk dan imbasnya pada ketidakefektivitasan belajar.

      Sayang kan, makasih mas.

      Hapus
  4. Kalau jam terakhir soalnya perut dah pada keroncongan, jadi nggak konsen dalam belajar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul mas, itu jadi kendala buat menjaga konsentrasi siswa.

      Mudah-mudahan kita sebagai guru bisa kreatif dalam mengatasi permasalahan tersebut, dan semoga saran yang disampaikan penulis bisa bermanfaat.

      Makasih udah membaca.

      Hapus
  5. Wah mengajar pada jam - jam sore memang melelahakan, tapi kita ambil saja sisi positifnya saja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul mas, mudah-mudahan dengan artikel ini.

      Kita bisa menemukan solusi bersama-sama dengan menelaah studi kasus dan analisa.

      Hapus
  6. Kalau saya sering ngalamin, pernah ngajar dobel dikelas beda selama 1jam, karena jadwal bentrok

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh gitu ya mas, ya mudah-mudahan bisa diatur lagi waktunya biar efisien dan juga enggak melelahkan juga buat mas. Semoga bermanfaat artikel ini dengan penawaran solusinya.

      Hapus
  7. postingannya sangat bermanfaat gan, ijin ane share yaa gan :) makasih sebelumnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya silahkan mas, semoga manfaatnya makin berasa kalau udah dishare.

      Makasih udah membaca artikel ini.

      Hapus
  8. wah jadi keayang nih kalo saya nanti ngajar
    udah gitu jurusan saya matematikkka lagi
    ssalah satu pelajaran yg dibenci
    mudah~mudahan j nanti dapetnya di jam2 awal hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin mas, mudah-mudahan ya sesuai dengan harapan mas.

      Yang terpenting mas biasa menguasai keadaan kelas selain harus menguasai materi dengan baik.

      Hapus
  9. memang kalo mengajar pada ja terakhir itu banyak yang mnegeluh, murid" udah pada capek hari juga panas apa lagi pelajarannya gk asik pasti banyak yang emosi guru kalo ngjar di kelas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ga juga mas, asal gurunya bisa mengatasi keadaan dan tidak terpancing emosi bisa memungkinkan pembelajaran jadi menyenangkan kok.

      Hapus
  10. Balasan
    1. Wiiw, itu gurunya kurang tegas berarti membiarkan siswanya ada yang selfi. Perlu dihukum itu.

      Jangan-jangan mas niat belajarnya kurang nih ya?

      Hapus
  11. Keren penelitian studi kasus dan analisa-nya mas Adam.
    Saya pernah ngalami mengajar di SMA di Jakarta, betul memang jam belajar akhir menuntut guru kreatif dlm menyampaikan bhn ajar. Pola interaktif, praktek, lbh menyenangkan, tidak membosankan.

    Penting utk mempertimbangkan / memilih / menempatkan, jenis pelajaran apa yg efektif di saat jam terakhir. Kalo mapel Kimia, Fisika, Matematika ada di jam terakhir .. bgmn yah kira2 daya serap siswa? Beda kalii ya dg saat jam awal, msh fresh :)

    Salam semangaaat sll mas ..!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau ilmu eksak jelas kurang menguntungkan kalau jam terakhir, karena memakan waktu buat konsentrasi peserta didik. Otomatis guru memang dituntut bisa lebih mengolah biar segalanya jadi mudah dicerna, menyenangkan, dan tidak membuat kantuk.

      Kita memang harus belajar dan belajar lagi bu biar bisa lebih baik lagi.

      Hapus
  12. kalau jam terakhir kebanyakan para murid sudah kelelahan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya memang mas, tapi kudu bisa mengatasi keadaan tersebut sebagai guru mah.

      Hapus
  13. Balasan
    1. Kalau mas pelajar SMK harusnya jeli dong hehe.

      Berarti mas kurang memperhatikan pembelajaran di kelas ya?

      Hapus
  14. menarik saya kira pak. saya sering mengalami sebuah pelajaran yang dianggap sulit, namun jika disampaikan oleh guru yang mampu membangkitkan semangat dan suasana enjoy dalam belajar akhirnya jadi mudah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul pak, memang perlu taktik khusus buat mengatasi keadaan tersebut. Seringkali, guru mengabaikan dari solusinya yang akhirnya tidak teratasi.

      Dengan studi kasus dan analisa ini diharapkan kita bisa lebih jeli dalam menggali potensi kita sebagai guru.

      Hapus
  15. emang gan. ane pernah ngajar di salah satu SMA di jogja. jam terakhir emang gak efektif. secara, diotak siswa pasti terngiang-ngiang 'rumah, rumah, rumah'. Yah.. apalah guru, yang cuman ngasih pelajaran yg seringnya siswa eneg. tapi ya begitulah adanya. mau gimana lagi yah? :D
    salam kenal gan. postingannya lumayan menohok. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya jangan terbawa suasana aja mas, yang penting kita sebagai guru ada cara buat menguasahakan dalam mengubah suasana yang tidak menyenangkan menjadi menyenangkan. Yang tadinya pelajaran susah menjadi gampang. Yang tadinya pelajaran dibenci jadi disukai.

      Nah itu dia tantangan buat kita sebagai guru.

      Semoga solusi diatas bisa diterapkan.

      Hapus
  16. saya juga merasa kek gitu dulu nya mas.. tapi ada yang lebih parah lagi, yaitu sekolah sore atau tambahan, biasanya akan dialami ketika ingin menghadapi ujian nasional.
    jangankan muridnya, gurunya aja sering ketiduran setelah mengasih tugas buat kami... hehehe
    tetap semangat ya mas Adam :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, memang seperti itu studi kasusnya dimana-mana.

      Mudah-mudahan dengan renungan ini, guru-guru kita bisa lebih bijak dalam mengolah suasana maupun mengolah gaya pembelajaran dikelasnya.

      Sip mas, makasih buat dukungannya.

      Hapus
    2. Jadi ingat waktu masih sekolah di SMU memang jam jam setelah istrahat kedua khususnya jam terakhir konsentrasi belajar sudah mulai berkurang untungnya kebanyakan pelajaran jam terakhir bukan pelajaran exact misal sejarah atau geografi jadi meskipun tidak konsen masih bisa mengikuti dan peran guru memang penting bila bisa mencairkan suasana tidak monoton siswa bisa fokus

      Hapus
    3. Dwi Sugiarto
      Ya betul mas, otomatis ini dituntut guru bisa lebih kreatif dalam mengolah pembelajaran di kelas. Dan juga harus berkomunikasi dengan pihak waka kurikulum biar pelajaran yang eksak bisa didahulukan jamnya. Karena dulu pernah juga matematika jam pelajaran terakhir eh malah membosankan akhirnya yang menangkap pembelajaran hanya sedikit.

      Jadi ya solusinya antara pengolahan pembelajaran dan juga koordinasi dengan pihak kurikulum.

      Makasih udah membaca artikel ini mas.

      Hapus
  17. ternyata seperti ini ya lika liku seorang guru dalam mengajar tau saja ya kalo jam trakhir itu pengenn segera mungkin untuk pulang :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, itu udah kebiasaan mau ga mau sebagai guru, saya harus lebih kreati f dalam menciptakan suasana kelas yang menyenangkan biar belajarnya pun bisa masuk ke dalam ingatan mereka.

      Hapus
    2. kalo pengalaman dulu mas pas belajar di akhir yang paling rame adalah guru yang akrobatik mengajarnya.
      menggunakan alat peraga begtu. mata jadi melek

      Hapus
    3. Usulan yang bagus, mas.

      Memang dengan cara yang beda dan bisa menghibur pasti kejenuhannya bisa teratasi. Bisa guru-guru pake itu, makasih mas.

      Hapus
  18. kadang kalo guru ngajar terakhir tuh kyk ga diperhatiin ama muridnya. soalnya muridnya udah cape pengen pulang + boring

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya begitulah nasibnya mas, mau ga mau. Tapi gimana pun tetap kita harus mengajar seperti biasanya dan harus bisa mengubah yang jenuh menjadi hepi sekalipun belajar jam terakhir.

      Semoga solusi yang saya tawarkan bisa diterapkan oleh guru-guru di Indonesia.

      Hapus
  19. Hehe, sebagai seorang siswa saya mengakui kalau jam terakhir di kelas itu kadang bikin siswa susah berkonsentrasi untuk menerima pelajaran karna ada yang udah kelaparan, ngantuk, dan ga sabar untuk kembali kerumah. Guru di jam terakhir harus bisa menciptakan suasana belajar yang di sukai siswa yang bikin mereka ga bosen dll. hehehe :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali, guru harus lebih bekerja keras dalam menciptakan kondisi yang kondusif supaya pembelajaran yang berlangsung bisa berjalan dengan lancar dan menyenangkan. Semoga saran dari penulis dapat diterapkan oleh guru-guru kita.

      Makasih udah menyimak.

      Hapus
  20. biasanya kalau ngajar di jam terakhir tidak cuma muridnya yang ngantuk pak, tapi gurunya juga kok, ini saya sering alami, nah untuk antisipasi itu guru harus pinter dan kreatif agar KBM tetap aktif dan bisa berjlan dengan baik, bisa menerapkan metode pembelajaran yang tepat ya pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul mas, makanya itu kita perlu berusaha keras sebagai guru menciptakan suasana yang kondusif jangan sampai terbawa dengan suasana. Kalau kebawa suasana otomatis pembelajaran bakalan mengalami kesulitan dalam penuntasan belajar yang efisien.

      Hapus
  21. suasana jam terakhir pembelajaran memang suasana nyaman buat ngantuk, tapi giliran pulang ya, semangat come back :D *pengalaman saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya memang godaannya gitu mas kalau jam pelajaran terakhir.

      Mudah-mudahan guru bisa lebih jeli biar bisa mengatasi permasalahan biar pembelajaran bisa menjadi lebih menyenangkan, menghibur, dan bisa dinikmati.

      Hapus
  22. Pengalaman saya sebagai seorang siswa,,,pagi hari waktu yang pas mas buat nyerap pelajaran dengan mudah karena fikiran masih fresh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul mas, paing efektif waktunya.

      Lagi-lagi guru harus pintar pasang siasat buat strategi pembelajaran yang menyenangkan.

      Makasih mas kunjungannya.

      Hapus
  23. Ini true story banget, dulu waktu saya SMA suka ada siswa yang kabur pas jam terakhir, apalagi kalau gurunya 'terlalu baik'.

    Tapi ada juga guru yang disenangi semua murid, kebetulan beliau guru PKn, karena cara ngajarnya lebih mirip standup comedy yang isinya pelajaran PKn. Jadi ga ngebosenin :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah keren itu mas, gurunya bisa menghibur sekaligus mendidik. Dengan cara seperti itu biasanya mudah diingat. Terbukti mas sendiri mengingatnya.

      Iya memang kita bisa menemukan guru yang terlalu baik sampai-sampai ga berani marah hehe

      Hapus
  24. ribet juga ya, jam terakhir harus menyesuaikan suasana hati peserta didik, kalo banyak yang abis putus cinta.... wah suasana hati peserta didik kacau dong, :D

    dimasukin sesi curhat aja ampe pulang, pasti seneng peserta didiknya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya boleh juga sesi curhat, tapi pas bagian sesi terakhir sehabis materi disampaikan. Ya mudah-mudahan peserta didik ga pernah bosan dengan apa yang disampaikan oleh gurunya. Tentu guru juga harus bisa menyenangkan hatinya dan hati peserta didik, ^o^

      Hapus
  25. Kalau semasa sma dulu sih guru saya di jam terakhir seperti itu biasanya mengawali pelajaran dengan sedikit becanda dan menggabungkan antara pelajaran saat itu dengan dakwahnyaa ala beliau. yaa dengan memberi pengalaman siapa gitu agar jadi ibroh buat muridnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya itu juga bagus mas, boleh juga usulannya. Nanti saya pikirkan apa pas buat dikelas tersebut diterapkan. Makasih mas.

      Hapus
  26. iya gan rata2 jam terakhir murid2 udah pada ngantuk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya memang mas, tapi sebagai guru harus bisa mengubah keadaan tersebut menjadi efektif dalam belajar. Enggak gampang loh!

      Hapus
  27. wkwk bener banget gan..malah klo jam terakhir semua malah bicara

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, seperti itu kenyataannya.

      Tapi sebagai guru itu menjadi tantangan buat diatasi.

      Hapus
  28. haha kadang lucu juga, kalo guru ngajar pas jam terakhir, muridnya pada ngantuk gan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, makanya itu guru selain mendidik harus bisa menghibur biar bisa semangat terus belajarnya.

      Hapus
  29. Iya sih, dulu kerasa sendiri, klo jam terakhir itu bawaan'a pengen pulang, males belajar gara-gara udah pusing sama pelajaran yang sebelumnya

    Boleh dong mas kenalin sama murid'a Nadiah Rifa Huahaha :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu dia mah, jangan baper biar ga terbawa suasana, hehe.

      Waduuuh, mas ternyata suka yang abg toh hehe, ada-ada aja.

      Hapus
  30. belajar di jam terakhir emang terasa malas sekali.. saya juga merasakan hal tersebut waktu sekolah dulu. rasa ngantuk yang diselingi perut lapar, jadi alasan kenapa belajar di jam terakhir itu malas.
    menjadi guru emang harus berfikir kreatif ya, supaya belajarnya ngga jenuh...apalagi kalau dapat jam pelajaran terakhir...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya memang mas, nah dari renungan ini mudah-mudahan jadi makin kreatif lagi gurunya. Biar siswa-siswi ga gampang bosan dan juga ga terbawa dengan suasana lapar atau ngantuk. Semoga aja pembelajaran dikelas dapat lebih ditingkatkan.

      Makasih buat kunjungannya.

      Hapus
  31. inget waktu sekolah,
    ada 1 guru yg menurutku kreatif banget, di jam terakhir cara mengajar dia dengan main tebak-tebakan kayak cerdas cermat gitu pak, kelompok yg skornya tinggi bisa pulang duluan, ahahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh juga tuh, kalau saya sih cerdas cermat suka kapan aja sesuai dengan ketentuan kbm. Umumnya yang menang ya nilainya lebih gede. Kalau dulu mah pas praktek mengajar suka ngasih hadiah-hadiah gitu.

      Hapus
  32. Nah, mas kalau saya pribadi setuju dengan kesimpulan penulis, bahwa mengajar tidak terpaku pada jam dimana pembelajaran itu dilakukan. yang perlu diperhatikan memang bagaimana kita mengajar, dan mengatur suasana pembelajaran. walaupun jujur disatu sisi banyak diantara guru merasa jam pelajaran sangatlah tidak seimbang dengan kondisi anak.

    Solusi, proses pembelajaran juga harus difikirkan oleh pemerintah dalam hal ini Kemendikbud ataupun Kemenag, untuk meng evaluasi kembali proses pembelajaran di indonesia. bukan hanya memberikan beban pembelajaran sebanyak-banyaknya. tanpa melihat kondisi fisik, psikologi anak didik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mas, mudah-mudahan kita sebagai guru bisa mengatasi keadaan tersebut dan tentunya bisa komunikatif juga dengan waka kurikulum biar bisa menyesuaikan jam pembelajaran yang tepat ataupun dengan kita berusaha sendiri untuk memberi kenyamanan dalam pembelajaran. Semoga jerih payah kita bisa membuahkan hasil.

      Hapus
  33. sip bermanfaat sekali gan artikel nya hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah kalau gitu mas, mudah-mudahan jadi solusi bagi kita semua.

      Hapus
  34. benar banget sih pak, saya aja kalau udah jam segitu pengennya bawaannya cepat pulang aja, udah lapar, ngantuk lagi, cape lagi deh. he he.., kalau ada guru yg bikin diskusi atau presentasi di kelas jam siang segitu rasanya gimana gitu ya. he he.., apalagi kalau ada guru yang masih aja nambah-nambah jam lewat 1 menit aja dari bel pulang. rasanya gimana gitu. he he..., bawaannya udah pengen pulang aja sih udah cape banget jam siang segitu ;-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu mas, guru memang perlu kreatif dalam kondisi tersebut semakin gurunya kreatif maka kondisi yang kurang menguntungkan bisa berubah. Mudah-mudahan pembelajaran menjadi mengasyikkan sehingga kantuk bisa hilang, atau lelah jadi ga terasa hehe

      Hapus
  35. biasanay kalau di jam terakhir banyak siswa yang ngak fokus lagi ya pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyalah pak, bukannya bapak tuh guru juga, kok pura-pura ga tau ya?

      Semoga dengan artikel ini kita bisa menyiasati pembelajaran menjadi lebih efektif daripada sebelumnya.

      Hapus
  36. saya rasa itulah salah satu tantangan guru,pak. saat ia mengajar di Kelas terakhir bagaimana ia bisa menumbuhkan semangat kembali atau dengan kata lain ini ujian strategi pengajaran..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, nah dengan artikel ini mudah-mudahan hal tersebut bisa diatasi dengan kesimpulan dan saran yang penulis tawarkan. Semoga bermanfaat.

      Hapus
  37. Heheh emang jam terakhir itu jam yang paling kritis. udah lapar, capek, ngantuk, dan faktor lainnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya memang itu studi kasus yang sering kita temukan, mudah-mudahan artikel saya ini jadi solusi buat yang membacanya. Makasih buat kunjungannya.

      Hapus
  38. Bener-bener guru SMK cool ya mas ini,
    Kalau pengalaman saya dulu, pasti kalau akhir pelajaran sudah pengen pulang ? ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, begitulah kenyataannya sehingga saya sebagai guru dituntut untuk lebih kreatif, humoris, dan juga mengubah pembelajaran yang membosankan jadi mengasyikkan pada prakteknya memang tidak mudah harus konsisten dan tak kenal lelah hehe

      Hapus
  39. Hemmm...Jadi ingat waktu masih sekolah dulu..seperti apa yang pak Adam ceritakan di artikel di atas. memang pada saat jam belajar terakhir kebanyakan dari siswa/siswi sudah tidak konsentrasi lagi dalam mengikuti pelajaran dengan berbagai macam alasan seperti lapar, capek dan ngantuk.

    Tapi untuk menyiasati kondisi seperti itu, saya rasa para guru harus bisa membangkitkan lagi semangat belajar para murid misalnya dengan diselingi humor dan ini efektif pak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali mas, dengan humoris dan kreatif gurunya pasti keadaan yang tidak menyenangkan bisa diubah. Mudah-mudahan hasilnya menjadi pembelajaran yang efektif dan lancar hingga mereka bisa menerima segala materi yang disampaikan.

      Makasih mas, buat dukungannya. Mudah-mudahan guru-guru di Indonesia ga mengenal rasa lelah buat mengajar di siang hari atau sore hari. Mari kita doakan hehe

      Hapus
  40. Jadi inget masa sekolah dulu memang betul waktu itu pengalaman saya pribadi jika diatas jam 12, pikiran sudah cepat sampai dirumah jadi ga konsentrasi lagi menerima pelajaran

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya memang mas, berarti terbukti apa yang saya ungkap dalam studi kasus. Nah sebaiknya guru di Indonesia bisa lebih kreatif dan humoris mengajar pada jam terakhir ini. Makasih udah membaca.

      Hapus
  41. Jam terakhir emang udah malas apalagi udah pada lapas kan mas, jangankan belajar kerja aja udah dekat waktu pulang kadang jenuh apalagi pulang kena macet...

    Perlu motivasi tinggi agar siap hadapi tantangan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya begitulah mas keadaan dan kenyataannya, sebab itu guru dimotivasi dalam artikel ini biar kita sama-sama meningkatkan kualitas profesionalitas kita. Dengan semangat dan kreativitas dari gurulah yang menjadi dasar solusi itu semua. Semoga mas juga bisa mengambil manfaat dari apa yang udah saya sampaikan disini. Yang bukan sekedar studi kasusnya aja.

      Makasih buat kunjungannya.

      Hapus
  42. Teringat masa sekolah nih Gan, kalo dah jam terakhir gak bisa konsen Gan apalagi kalo jam kosong maunya pengen cepet pulang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, memang seperti itu gangguannya.

      Nah saya sebagai guru otomatis harus lebih kreatif bikin anak didik enjoy dengan apa yang jelaskan di siang hari.

      Semoga bermanfaat ulasannya.

      Hapus
    2. hahaha itu kelas kita pisan pak,,,,pak blognya bagus penggen belajar

      Hapus
    3. Momand Kiddy
      Boleh dong, kapan-kapan ya di sekolah bapa ajarkan.

      Ini dengan siapa soalnya dengan nama samaran jadi bertanya-tanya siapa. :)

      Hapus

BACALAH SEBELUM BERKOMENTAR

Dilarang berkomentar dengan akun Unknow, akun Profil Tidak Tersedia, akun yang tidak dengan nama asli. Dilarang berkomentar dengan menaruh link didalam komentar baik link hidup maupun link mati.

Kenapa?
Karena kami tidak akan menayangkan komentar-komentar tersebut. Kami hanya menayangkan komentar yang relevan dengan isi pembahasan artikel dan komentar yang berbobot dan bermanfaat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Teh Celup Herbal Bidara Ruqyah

Rp. 30.000 (isi 25 celup/belum ongkir)

PESAN MELALUI WHATSAPPS : 08997527700