Cara Menerbitkan Buku Sendiri

Cara Menerbitkan Buku Sendiri
Oleh: Muhammad Adam Hussein, S.Pd


Menerbitkan buku sendiri sekarang bukan lagi impian semata, bila kita tahu caranya itu semua menjadi mungkin. Dapat ditemukan berbagai cara menerbitkan buku sendiri dalam artikel singkat kali ini. Berdasarkan pengalaman pribadi dan pengakuan sejumlah pegiat penerbitan buku. Semoga ini menjadi wawasan yang berharga untuk modal utama menyukseskan penerbitan buku.

Berbagai Cara Menerbitkan Buku
Cara I : Penerbitan Buku Konvensional (Umum)
       Cara menerbitkan buku konvensional ini dimana penulis menawarkan naskah jadi (sudah lengkap dengan: kata pengantar, ucapan terima kasih, daftar isi, daftar pustaka dan tentang penulis) ke penerbit, untuk terlebih dahulu diseleksi, bila lolos seleksi maka buku akan naik cetak tentunya akan mengalami penyuntingan naskah agar kualitas ejaan, tanda baca, dan lainnya sesuai dengan pedomen EYD (Ejaan yang Disempurnakan).

Kelebihan Cara Menerbitkan Buku Konvensional
Tidak direpotkan, karena mulai dari tata letak buku, sampul buku (cover depan dan belakang), penyuntingan naskah, pengurusan ISBN, hingga beredar ke toko buku itu semua ditanggung oleh Penerbit. Penulis hanya menunggu passive income saja bila ada penjualan buku terjadi. Sangat enak bukan? Eits, nanti dulu baca kelemahan cara ini setelah berikut ini.

Kelemahan Cara Menerbitkan Buku Konvensional
Sayangnya peluang untuk diterima harapan kecil karena biasanya penerbit suka penulis yang sudah mempunyai nama karena anggapan umum penerbit, bila penulis punya nama maka nilai penjualan pun tak tersedat. Untuk penulis pemula, tentu ini menjadi kesulitan tersendiri karena harus memberikan naskah yang terbaik bila tidak ya penolakan naskah akan terjadi. Perlu diketahui penerbit, akan lebih selektif dalam seleksi naskah, dan saking banyak naskah yang ditawarkan hanya beberapa saja yang beruntung terpilih untuk naik cetak. Karena penerbit, memang memilih itu dinilai dari kualitas nilai jual naskah sehingga tak jarang penerbit sering menebak-nebak atau memprediksi bilamana buku ini terbit maka bagaimana tanggapan pasar, laku terjualkah atau tidak. Saking, ketatnya persaingan seleksi naskah tak jarang pula banyak naskah yang ditolak untuk disarankan dikirim ke penerbit lain. Ingat, jangan mengirim naskah ke berbagai penerbit secara bersamaan bila menggunakan e-mail karena penerbit akan memblacklist nama kita bila itu dilakukan. Kecuali, menunggu keputusan penerbit layak terbitkah atau ditolak naskah kita itu baru bisa mengirimkan naskahnya ke penerbit lain. Begitu etika pengiriman naskah buku yang kita lakukan bila tidak tercoreng nama baik kita.

Karena penulis hanya menunggu passive income saja maka ya keuntungan finansial pun tidak terlalu banyak, sebaliknya penerbit bisa lebih dari 60% itu pun terbagi lagi bila menggunakan jasa distribusi buku. Karena royalti penulis buku hanya rata-rata 8% – 12% dari harga buku. Coba hitung, bila penerbit menetapkan harga buku Rp. 35.000,00 maka bila 8% hanya mendapat Rp. 2.800,00 atau bila 10% akan mendapat Rp. 3.500,00 dari harga buku. Kecil bukan, ya itulah kenyataannya kecuali penulis buku penulis/kita dapat menjual buku lebih dari 1000 eksemplar maka ya cukup banyak juga bila dikalikan. Jadi, keuntungannya, banyak pembeli buku maka keuntungan pun akan besar. Royalti biasanya dibagikan pada bulan ke tiga maupun bulan ke enam setelah penerbitan buku. Bila buku tersebut dicetak ulang, maka penghasilan masih akan terus berlanjut, tapi sebaliknya bila tak dicetak ulang lagi maka penghasilan akan terputus sampai disitu. Memang tak banyak juga sebetulnya, penulis yang mengharapkan finansial dari royalti buku karena ada juga diterbitkan saja sudah cukup bangga dan senang, berpikirnya jalan untuk mencari bekal amal akhirat semakin terbuka lebar dengan banyaknya pembaca buku penulis tersebut baik ia membeli bukunya atau meminjam dari temannya.

       Kesimpulan:
       Cara menerbitkan buku konvensional ini mulai ditinggalkan karena banyak penulis yang tidak puas dengan sistem royalti, sekalipun ada sistem pembayaran tutup langsung dibayar dimuka sehingga kelak penulis tidak akan terima royalti kecuali cetak ulang terjadi. Tapi bila tak ingin pusing-pusing dalam memasarkan buku ya cara ini harus ditempuh, dengan cara harus melewati lolos seleksi. Siapa yang mau?

Cara II : Cara Menerbitkan Buku Mandiri
       Cara ini disebut penerbitan mandiri atau self publishing bukan di Indonesia saja, di negara pun cara ini menjadi pilihan sekalipun banyak yang harus dipertimbangkan. Untuk itu, kita harus mengetahui terlebih dahulu baik buruknya cara ini. Untuk legalitas, badan penerbit didaftarkan dengan akta notaris minimal nantinya CV, bikin stempel, kop surat penerbit, kemudian ajukan judul buku ke Perpustakaan Nasional untuk mendapatkan ISBN, kemudian dalam memasarkan buku boleh memanfaatkan blog, promosi bedah buku di kampus dengan bantuan BEM atau hanya di kelas sendiri, atau boleh gunakan jasa distribusi buku jaringan nasional dengan DiandraBookswww.distribusisukabuku.comwww.solusidistribusi.com, dan lainnya tentu keuntungan dari satu buku akan terpotong bila menggunakan jasa distribusi ini.

       Kelebihan Cara Menerbitkan Buku Mandiri
       Memiliki kepuasan tersendiri karena semua dikerjakan sendiri dengan hasil yang maksimal. Imajinasi, perspektif, muncul dari inisiatif sendiri juga prediksi harga jual dan nilai keuntungan akan lebih besar bisa mencapai 60% dari harga buku bahkan lebih. Bila harga buku Rp. 35.000 dan keuntungan 60% maka keuntungan yang didapatkan dari satu bukunya sebesar Rp. 21.000 luar biasa bukan? Melatih mental kemandirian dan melatih jiwa kepemimpinan dalam mengelola usaha penerbitan. Boleh jadi, awalnya usaha penerbitan kecil-kecilan yang hanya menerbitkan buku sendiri namun sepanjang perjalanan kelak pun berpotensi memiliki karyawan pemasaran dan menerbitkan dari penulis lain. Menjadi langkah awal untuk membangun perusahaan dalam dunia penerbitan buku. Jadi, yang diperlukan adalah keberanian, berani modal lamban laun bila usaha penerbitan buku tersebut dirasa sukses dan ada kepercayaan dari pihak donator maka donasi (bantuan dana) akan berdatangan dari pihak saudara maupun dari pihak lainnya. Ingat, sahamnya jangan sampai dipegang oleh pihak donatur karena bisa jadi keuntungan kita akan semakin berkurang.

       Kelemahan Cara Menerbitkan Buku Mandiri
       Agak repot karena harus dikerjakan serba sendiri, mulai dari tata letak buku, cover buku, penyuntingan naskah, hingga memasarkan buku secara online dengan menggunakan popularitas blog, sebab bila banyak pengunjung tiap hari maka ada saja yang membaca mengenai promosi buku sebaiknya juga tambahkan download sampel bukunya berformat PDF agar pengunjung mempelajari daftar isi buku, tata letak bukunya, dan lainnya hingga kemungkinan besar tertarik untuk membelinya. Karena penasaran dengan isi buku selengkapnya, jadi jangan menampilkan semua isi halaman. Yang penting: halaman identitas buku, kata pengantar, ucapan terimakasih, komentar pembeli buku, daftar isi buku, cara pemesanan dan pembelian buku, satu halaman topik bahasan, dan tentang penulis. Bila ingin mendapat contohnya, silahkan Download Sampel Buku Buku Fenomena Remaja Jilid Dua di http://www.sharebeast.com/4gktr9qneqdy       

       Kesimpulan:
       Jadi banyak yang harus dipelajari dan dikuasai berbagai macam ilmu, agar untuk menghasilkan sebuah buku yang berkualitas dan bisa laku di pasaran. Cara ini benar-benar kerja keras, karena bermula dengan menggunakan potensi diri diibaratkan harus semua bisa. Karena cara ini sedang saya tempuh, sehingga saya alami sendiri bagaimana sulitnya. Ketika dapat masukan dari pembeli/pembaca mengenai kualitas buku itu jangan menjadi penurunan  kualitas tapi tingkatkan kepercayaan diri dan benahi segala yang dianggap kurang. Baik itu cara penulisan, salah ejaan, sampul buku yang biasanya aja, dan sebagainya.

       Tapi bila kita berhasil dalam menjaga kualitas luar dalamnya buku, maka kita pun akan bisa bersaing, ketika masuk ke took buku diyakini dapat laris dipasaran. Pertimbangkan pula dari harga buku jangan terlalu mahal, sebab bila mahal calon pembeli ditakutkan akan menunggu promo diskon buku sehingga mereka menyiasati untuk mendapatkan buku dengan harga murah. Dan masih banyak yang perlu dijelaskan namun di buku secara khusus untuk membahas cara menerbitkan buku mandiri ini agar tak ada yang terlewatkan.

       Bila kualitas luar dalam buku kurang bisa dijaga, karena ingin cepat-cepat diterbitkan, itu bisa menjadi kerugian yaitu kurangnya penjualan buku sehingga modal awal tak kembali.


Sumber Olahan:

Jonru. Ini Dia Tiga Cara Untuk Menerbitkan Buku.

2 Komentar untuk "Cara Menerbitkan Buku Sendiri"

  1. pengen juga nih bisa menerbitkan buku sendiri. Tapi bingung ingin memulainya darimana hehehe soalnya nggak punya pengalaman :D

    berarti harus menyiapkan draft dulu ya mas, baru kemudian menghubungi kantor penerbit buku? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya betul naskahnya dulu dipersiapkan lalu kirimkan ke penerbit deh buat diseleksi.

      Hapus

BACALAH SEBELUM BERKOMENTAR

Dilarang berkomentar dengan akun Unknow, akun Profil Tidak Tersedia, akun yang tidak dengan nama asli. Dilarang berkomentar dengan menaruh link didalam komentar baik link hidup maupun link mati.

Kenapa?
Karena kami tidak akan menayangkan komentar-komentar tersebut. Kami hanya menayangkan komentar yang relevan dengan isi pembahasan artikel dan komentar yang berbobot dan bermanfaat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Teh Celup Herbal Bidara Ruqyah

Rp. 30.000 (isi 25 celup/belum ongkir)

PESAN MELALUI WHATSAPPS : 08997527700