Pengalaman Menjadi Korban Banjir

Pengalaman Menjadi Korban Banjir
Oleh: Ustadz Muhammad Adam Hussein, S.Pd


Pengalaman Menjadi Korban Banjir - Dulu menonton di tv, tapi sekarang menjadi korban banjir yang melanda Jakarta tiap tahunnya dan biasanya pada bulan Januari. Nah mas ustadz pun mengalaminya juga pada Januari 2014. Padahal tinggal di Jakarta baru 5 bulan lamanya.


Mengulas Pengalaman Menjadi Korban Banjir bukan semata-mata untuk diketahui sebagai pengetahuan saja melainkan yang diharapkan mas ustadz yaitu kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran agar menjadi pembelajaran hidup yang berharga. Sehingga dari kejadian ini bila menimpa blogger maupun pembaca lainnya bisa tahu apa yang harus dilakukan sehingga tidak bingung dan tidak kesusahan.


Baiklah, ikuti sekarang ulasan kisahnya yang mas ustadz ungkapkan.


Banjir yang dimulai dari Jum'at, 17 Januari 2014 mulanya banjir hanya sebetis itupun hanya diluar mess A, B, dan C karyawan PT. Zug Industry Indonesia sedang untuk didalam messnya masih aman dari banjir. Maka kerja lancar-lancar saja masih diusahakan. Kemudian pulang semua ke mess dengan anggapan masih aman. Namun ketika Sabtu, 18 Januari 2014 pada jam 02:30 Wib mas ustadz terbangun buat ke kamar mandi namun langsung terkaget seketika ternyata di kamar mandi sudah sebetis. Setelah itu langsung ke kamar untuk melanjutkan tidur. Namun apa yang terjadi lagi-lagi dibangunkan kembali pada 03:30 Wib dengan banjir yang sudah keseluruhan isi mess sebetis orang dewasa. Kemudian semua penghuni mess berhamburan ke luar mess melihat situasi di luar dan setelah dilihat mencengangkan karena diluar mess sudah meninggi hingga selutut. 

Pengalaman Menjadi Korban Banjir
Situasi Banjir di Jalan Kamal Raya, kawasan Tegal Alur.
Jakarta Barat.

Barulah banyak penghuni mess yang kebingungan ada yang pulang ke kotanya, ada yang mengungsi ke kostan temannya, dan ada yang mengungsi ke sodaranya sekalipun itu jauh. Tapi ada juga yang masih bertahan di mess. Sedangkan mas ustadz mengungsi ke mess kakaknya teman di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Karena melihat dari cuaca yang sering mendung menandakan masih mau hujan di malam hari dan memang firasat mas ustadz enggak meleset memang pada hari Minggu, 19 Januari 2014 hujan kian tak berhenti akhirnya bukannya surut malah makin parah di luar mess menjadi seperut yang awalnya selutut itu. Dan ternyata malah banjirnya makin meluas dimana jalan kamal raya mendadak menjadi kolam renang bagi anak-anak, menjadi kolam susu bagi perawan yang suka perawatan, dan menjadi kolam ikan bagi pemancing. ^.^


Pengalaman Menjadi Korban Banjir
Pengalaman Menjadi Korban Banjir


Pada minggu baju yang masih kering hanya yang saat dipakai yang lainnya kena air jadinya basah karena lemari mas ustadz ambruk. Jadinya banyak juga yang basah seperti sepatu, buku rekening, buku bacaan, kasur dan bantalnya dan lainnya. Sekarang Sabtu, 25 Januari 2014 sedang mencuci pakaian yang basah-basah dikarenakan kemarin-kemarin masih hari kerja jadinya pulang sore sayang kalau kena hujan lagi. Dilanjut siangnya harus ke mess karena ada kabar harus kesana buat bersih-bersih dan mengamankan barang yang ketinggalan.

Pengalaman Menjadi Korban Banjir
Kamar Muhammad Adam Hussein, S.Pd Kena Banjir

Pengalaman Menjadi Korban Banjir
Pengalaman Menjadi Korban Banjir


Selain dari apa yang mas ustadz alami. Ternyata banyak juga pedagang yang masih bertahan di rumah toko alias rukonya. Tapi sayangnya yang membelipun hanya sedikit orang tak seperti biasanya. Sungguh menyedihkan sebetulnya bagaimana kalau itu menimpa keluarga kita. Memang mengajarkan nilai kemanusiaan. Dimana letak kepedulian kita terhadap sesama.


Intinya musibah banjir ini bukan memakan jiwa raga melainkan juga harta benda tak jarang ada yang kehilangan. Untuk bertahan hiduppun korban banjir terkadang mengusahakan kesejahteraan hidup sendiri tak mau menyusahkan diri orang lain. Tapi disisi lain mereka memang butuh bantuan dana bukan sebatas bantuan moril semata.


Ada yang bilang dari korban banjir yang sudah berlangganan banjir tiap tahunnya. Ia mengatakan, "banjir tahun ini makin parah karena terlalu lama. Biasanya 2 atau 3 hari sudah surut kalau sekarang 1 minggu aja belum surut seluruhnya."


Ada juga partai politik yang memanfaatkan momentum korban banjir ini untuk meraih sebanyak-banyaknya pendukung agar pemilihan presiden bisa berhasil. Cara ini benar-benar picik karena ia tidak mempedulikan jangka panjangnya melainkan berpikir jangka pendek. Yaitu biar sementara waktu ini kebutuhannya dicukupi oleh partai politik. Setelah pasca banjir bisa saja mereka akan sulit diminta bantuannya. Inilah jebakan politik yang sangat buruk.


Semoga pasca banjir ini mental korban banjir ini bisa cepat pulih. Bisa kembali lagi semangat hidupnya yang sempat hilang karena kebimbangan barang yang hilang atau rumah yang ambruk. Ya Ilahi Robbi, semoga dengan musibah banjir ini kita semakin kuat lagi imannya. Semakin mendekat bukannya menjauh dariNya. Aamiin Allahuma Aamiin.


Boleh jadi ini sebagai teguran atau sebagian ujian keimanan sekaligus kesabaran kita dalam menyikapinya. Semoga dengan musibah banjir ini bisa melahirkan jiwa-jiwa yang tegar terhadap ujian dari Ilahi Robbi. Semata-mata untuk menyadarkan kita karena sembarangan membuang sampah, tidak peduli terhadap lingkungan, dan penyebab lainnya. Sehingga alampun menegur kita dengan peristiwa banjir ini. 

Ilahi Robbi menegaskan pula dalam Firman-Nya, sebagai berikut.

“Telah nampak kerusakan di daratan dan di lautan, disebabkan perbuatan tangan-tangan manusia. Agar Allah merasakan sebagian dari perbuatan yang mereka lakukan, supaya mereka kembali.” (QS. Ar-Rum: 41).

FOTO PASCA BANJIR




Pengalaman Menjadi Korban Banjir ini dicukupkan sekian ulasannya. Sebetulnya banyak yang harus diceritakan tapi karena waktu yang membatasi. Makasih atas kunjungannya!

LOKASI BANJIR

Jalan Kamal Raya Perum Taman Kencana A1/21 Tegal Alur, Arah ke Gudang Miami. Jakarta Barat.
25 Januari 2014.



SUMBER GAMBAR

Dokumentasi Pribadi.


SUMBER ARSIP


Ustadz Muhammad Adam Hussein, S.Pd.
Pengalaman Menjadi Korban Banjir.
Jakarta Barat, 25 Januari 2014.


20 Komentar untuk "Pengalaman Menjadi Korban Banjir"

  1. Alhamdulilah pak ustad, rumah saya tidak banjir, Tapi akses jalannya saja yang banjir, jadi suka bingung kalau mau pergi keluar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Syukurlah kalau begitu, memang banjir bisa menyisakan kesedihan namun jangan sampai kita terpuruk ataupun terjebak dalam kegalauan yang begitu hebat bisa dibilang.

      Karena bisa mempengaruhi perekonomian, berpergian, dan lainnya.

      Yang intinya, semoga Ilahi Robbi memberi yang beri terbaik buat kita. Aamiin.

      Hapus
    2. sekarang ini seperti banjir lebih parah dari tahun-tahun yang lalu, semoga yang terkena banjir diberikan ketabahan dan keshabaran, mungkin bisa dijadikan hikmah untuk kita agar selalu menjaga alam, memeliharanya

      Hapus
    3. Aamiin Ya Robbal A'lamiin.

      Semoga menjadi pelajaran untuk bijak dalam menyikapi musibah dan membenahi kebiasaan buruk kita agar terhindar dari banjir. ^.^

      Hapus
  2. wah saya bersyukur ustadz, pejaten aman dari banjir .. semoga yang korban banjir diberikan hikmah atau sesuatu yang lebih bermanfaat .. :) oh ya .. katanya daerah tj. duren sekarang ikut2an banjir juga yaw?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, minggu kemarin daerah indosiar ke bagian banjirnya.

      Syukurlah kalau begitu, saya ikut senang dengarnya.

      Semoga kita berada dalam lindungan Ilahi Robbi, aamiin.

      Hapus
  3. wah lumayan besar juga ya banjir nya. Semoga cepat surut air nya agar bisa beraktivitas seperti semula. Keep spirit and happy blogging always :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan lumayan lagi mbak, memangnya besar banjirnya seperti apa gitu hehe.
      Aneh aja basa-basinya ^.^

      Makasih mbak, alhamdulillah sekarang udah surut.

      Hapus
  4. wah ternyata ada pengalaman jg yah pak ustad,...
    semoga teman2 yg pernah mengalami sabar dan terus optimis :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ini pengalaman mas ustadz sendiri, karena baru pertama kali ke Jakarta langsung kena deh hehe

      Makasih dukungannya!

      Hapus
  5. Hamdalah tempat kami aman dari banjir, walau beberapa bulan lalu tanggul di sebelah sempat longsor dan 2 rumah paling ujung penghuninya dipindah ke apartemen, tapi in shaa Alloh aman dari bahaya banjir. Semoga musibah ini lekas usai dan manusia mampu memetik hikmahnya.

    salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Ya Robbal A'lamiin.

      Apa yang ditakdirkan oleh Ilahi Robbi pastinya sudah disertai dengan hikmahnya tinggal kita bisa menangkap pelajaran dari peristiwa ini, ^.^

      Hapus
  6. semoga banjir segera berlalu ....

    BalasHapus
  7. Ternyata jadi korban sendiri ya mas...nggak enak ya jadi korban gimana menolaknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, miris juga merasakannya jadi tahu bagaimana susahnya menjadi korban banjir itulah pelajaran dari Ilahi Robbi terhadap saya. ^.^

      Hapus
  8. warus cari tempat pengungsian tuh kalau banjir nya besar ya mas :)

    BalasHapus

BACALAH SEBELUM BERKOMENTAR

Dilarang berkomentar dengan akun Unknow, akun Profil Tidak Tersedia, akun yang tidak dengan nama asli. Dilarang berkomentar dengan menaruh link didalam komentar baik link hidup maupun link mati.

Kenapa?
Karena kami tidak akan menayangkan komentar-komentar tersebut. Kami hanya menayangkan komentar yang relevan dengan isi pembahasan artikel dan komentar yang berbobot dan bermanfaat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Teh Celup Herbal Bidara Ruqyah

Rp. 30.000 (isi 25 celup/belum ongkir)

PESAN MELALUI WHATSAPPS : 08997527700