Hujan Kebahagiaan

Hujan Kebahagiaan
Oleh: Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Penulis Buku Fenomena Remaja
Guru Cinta Termuda
www.adamsains.us


Puisi Hujan Kebahagiaan - Hujan tak harus identik dengan kesedihan dan penderitaan. Hujan juga bisa diartikan sebagai tanda kebahagiaan maka tak heran ada istilah lainnya Air Mata Kebahagiaan. Dimana air dan hujan itu menjadi identik persepsi yang sama dalam menggambarkan sebuah perasaan yang kurang menguntungkan. Padahal dibalik air mata itu ada kebahagiaan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.


Beberapa bulan yang lalu jarang seringkali adanya hujan, malah sekarang dinantikan karena banyaknya manfaat terhadap alam untuk menyuburkan tanah yang gersang, tapi ada juga yang mengeluhkan adanya turun hujan. Padahal seorang petani sangat membutuhkan hujan agar tanamannya bisa panen tepat pada waktunya. Hujan sebetulnya banyak manfaat daripada mudharatnya, tak salah memang Allah menyebutkan bahwa hujan merupakan bagian dari rahmat-Nya. Jadi barang siapa yang mengeluhkan adanya turunnya hujan maka ia sudah kufur nikmat terhadap rahmat Allah.

Boneka Beruang Merenungi Hujan Kebahagiaan
Boneka Beruang Merenungi Hujan Kebahagiaan
[klik gambar untuk memperbesar]

Sesuai dengan dalil di bawah ini :
Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.” (QS. Asy Syuura: 28). 
Tafsiran Penulis:
Bahwa hujan yang membawa rahmat itu hujannya yang deras atau secara perlahan-lahan namun turunnya hujan itu hanya sebentar semata-mata untuk mencairkan tanah yang gersang. Untuk itulah kita perlu mensyukurinya.

Puisi Hujan Kebahagiaan ini ingin menyampaikan isi pesan yang berbeda. Dimana hujan bukan lagi kesedihan ataupun kemalangan namun sesuatu yang lain yang memberi hikmah, pembelajaran hidup, dan hal lainnya yang bisa dipetik dijadikan pengalaman hidup yang berharga.


Karya Muhammad Adam Hussein, S.Pd


Rintik hujan perlahan turun, 
Basahi tanah gersang percikan,
Hujan suara gemuruh angin, 
Sayup terdengar hangat dingin.


Hujan temani sepi,
Sunyi pun senyap di hati,
Gundah tak lagi hampiri, 
Senyum aku pun kembali.


Teringat kembali masa yang di nanti,
Terpukau dalam dinginnya hujani,
Haru biru menghiasi mimpi,
Kemelut hati pun pergi.




ILUSTRASI GAMBAR HUJAN

Suasana Hujan di Amerika
Suasana Hujan di Amerika
[klik gambar untuk memperbesar]
Anak Kecil Hujan-Hujanan
Anak Kecil Hujan-Hujanan
[klik gambar untuk memperbesar]

Motor-Motoran Sambil Hujan-Hujanan
Motor-Motoran Sambil Hujan-Hujanan
[klik gambar untuk memperbesar]

Tangan Merasakan Dinginnya Air Hujan
Tangan Merasakan Dinginnya Air Hujan
[klik gambar untuk memperbesar]

Suasana Keindahan Hujan Kebahagiaan
Suasana Keindahan Hujan Kebahagiaan
[klik gambar untuk memperbesar]

Daun Mengalirkan Air Hujan Kebahagiaan
Daun Mengalirkan Air Hujan Kebahagiaan
[klik gambar untuk memperbesar]


Berpelukan saat hujan karena sudah tiada kegundahan
Berpelukan saat hujan karena sudah tiada kegundahan.
[klik gambar untuk memperbesar]

Ilustrasi Hujan Kebahagiaan
Ilustrasi Hujan Kebahagiaan
[klik gambar untuk memperbesar]
Hujan Bukan Hanya Kesedihan Bisa Saja Menjadi Hujan Kebahagiaan
Hujan Bukan Hanya Kesedihan Bisa Saja Menjadi Hujan Kebahagiaan
[klik gambar untuk memperbesar]

Puisi Hujan Kebahagiaan ini akhirnya dicukupkan sekian, semoga bisa dihayati dan bisa bermanfaat untuk direnungkan. Insya Allah, puisi ini juga bakal dibukukan. Jadi silahkan berikan komentarnya mengenai pemilihan kata yang saya buat. ^.^

KATA KUNCI
Puisi Hujan Kebahagiaan, Puisi Renungan Alam, Puisi Romantis, Sastra.



SUMBER ARSIP

Muhammad Adam Hussein, S.Pd.
Puisi Hujan Kebahagiaan.
Sukabumi Selatan, 9 November 2013.


12 Komentar untuk "Hujan Kebahagiaan"

  1. Benar-benar luar biasa artikel ini. Yang nulis spd soalnya hehe :) Sehingga sudah tidak diragukan lagi keabsahannya :)
    Hujan adalah anugrah ilahi yang patut kita syukuri keberadaannya. Sekarang sedang akan atau baru ingin memasuki bulan musim penghujan. Mudah-mudahan jakarta nggak kebanjiran kayak dulu lagi ya mas :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, mbak. Semoga hujannya memberi berkah buat kita berdua, cielah. ^.^

      Waah mbak bisa aja memujinya kan jadi malu sayanya.
      Biasanya juga, ^.^

      Makasih kunjungannya.

      Hapus
  2. Biasanya kalau sudah spd itu tulisannya ilmiah. Kayak tulisan di skripsi getu. Ada sumber nya, dan cara menulis nya juga enak. Terlihat sekali perbedaannya antara blogger biasa dan blogger yang berpendidikan kalau dilihat dari tulisan di blog nya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya begitulah mbak, argumentasi kita enggak bakal kuat tanpa ada sumber.
      Ya maklumlah belajar menjadi editor buku juga mbak, jadinya dalam pemilihan kata memang saya cukup jeli.

      Makasih ya kunjungannya!

      Hapus
  3. Wah keren puisinya mas, emang ga diragukan lagi deh mas yang satu ini artikelnya bermanfaat semua..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mas, biasa sering berlatih menyusun puisi jadinya enggak asing gimana bikin puisi yang bikin kena di hati. Hehe.

      ^.^

      Makasih juga kunjungannya!

      Hapus
  4. Indah sekali mas puisinya, pas mengena dihati setelah dihayati.

    Sungguh sangat berkesan, meski puisinya cuma 12 baris.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekalipun puisinya singkat enggak terlalu panjang yang penting bisa menggambarkan isi pesan yang sebenarnya.

      Makasih kunjungannya neng!

      Hapus
  5. Belajar bagaimna menulis dan merangkai puisi dengan ejaan yang tepat dan bahasa yang mudah dimengerti bagi saya masih sulit jadi saya bisa nyunak sanmbil belajar dari sin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nanti deh minggu depan diusahakan bahas Cara Menulis Puisi yang Kaya Makna.

      Makasih usulannya.

      Hapus
  6. salut deh, berani menggunakan kata asing 'hujani'. sebuah keberanian mengeksplorasi kata. namun secara keseluruhan, seperti pa ustadz masih membatasi dalam memilih diksi. masih terlalu terpaut dengan rima. coba ke depan buat lagi puisi yang bebas sebebasnya. saya ingin mendengarnya... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau enggak berani berbeda kan bukannya enggak kreatif mas.

      Kalau ciri khas mas ustadz sih berirama mas, kalau bergaya majas tergantung pembacanya siapa. Kalau orang awam kan ntar malah berkerut dahi gara-gara enggak ngerti maksudnya. Hehe.

      Hapus

BACALAH SEBELUM BERKOMENTAR

Dilarang berkomentar dengan akun Unknow, akun Profil Tidak Tersedia, akun yang tidak dengan nama asli. Dilarang berkomentar dengan menaruh link didalam komentar baik link hidup maupun link mati.

Kenapa?
Karena kami tidak akan menayangkan komentar-komentar tersebut. Kami hanya menayangkan komentar yang relevan dengan isi pembahasan artikel dan komentar yang berbobot dan bermanfaat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Teh Celup Herbal Bidara Ruqyah

Rp. 30.000 (isi 25 celup/belum ongkir)

PESAN MELALUI WHATSAPPS : 08997527700