Ciri Orang Dewasa Setengah Matang

Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Tambahkan
...
48
Ciri Orang Dewasa Setengah Matang
Penulis : Muhammad Adam Hussein, S.Pd

Ciri Orang Dewasa Setengah Matang – Ternyata bukan telur aja yang bisa setengah matang tapi kedewasaan seseorang juga ada yang termasuk setengah matang. Semula ini didapatkan dengan berfilosofi dan adanya fenomena yang terjadi disekitar kita yang akhirnya penulis ingin menganalisa dari hasil penelitiannya selama ini dalam bidang psikologi kepribadian. Yang mudah-mudahan hasil analisa tersebut bisa memberi manfaat bagi kita semua, menjadi referensi yang bisa dipercaya kebenarannya. Apalagi penulis sebelumnya melakukan uji keakuratan di lapangan apa yang penulis akan sampaikan disini merupakan kebenaran yang tak bisa disangkal. Dan oh ternyata, hasilnya sangat mengejutkan memang seperti itu kenyataannya. Yuk, simak ulasannya.

Ilustrasi Gambar Ciri Orang Dewasa Setengah Matang
Ilustrasi Gambar Ciri Orang Dewasa Setengah Matang
Sumber Gambar : https://lifeschool.files.wordpress.com/2014/02/istock_000009244809small.jpg


Ciri Orang Dewasa Setengah Matang
Ada beberapa ciri orang dewasa setengah matang yang dapat dikenali oleh kita, seperti berikut:
1.     Dewasa belum pada waktunya
       Dewasa belum pada waktunya artinya usia kronologisnya masih dalam tahapan usia remaja, sekalipun yang dimaksud dewasa disini adalah cara berpikirnya. Bukan dari dewasa dari bobot berat badannya.

        Contoh Kasus :
     Anak kelas X SMK, ia sudah berpikiran tentang calon imam, rencana pernikahan, memikirkan konsep berumah-tangga, dan bahkan aktivitas kedewasaan lainnya.

        Berdasarkan pendapat penulis itu sangat tidak wajar, karena ia dewasa belum pada waktunya. Yang dimana usia remaja umumnya harus fokus dengan pembelajaran di sekolah, mengejar prestasi belajar, dan mencari ilmu yang sebanyak-banyaknya. Apalagi yang namanya ta’aruf atau pacaran pada usia remaja umumnya mereka tidak dengan komitmen, ketika bosan atau jenuh maka menghentikan hubungan tersebut. Padahal, cinta itu harus dijalani dengan penuh tanggungjawab, kalau memang mau menjalankan konsep dewasa yang sudah matang secara fisik, mental, spiritual, dan lainnya.

Dewasalah sesuai dengan usiamu, maka engkau akan meraih kedewasaan yang matang. Karena engkau mengetahui hak dan kewajibanmu pada usia tersebut. Jadilah orang dewasa pada waktunya, maka akan tahu banyak tentang makna kehidupan yang diharapkan olehNya dari kita.

[Muhammad Adam Hussein, S.Pd – www.adamsains.us]


2.     Kalimat yang digunakan ambigu atau tidak sinkron dengan pendapat sebelumnya.
        Kalimat yang digunakan ambigu atau tidak sinkron dengan pendapat sebelumnya, sebagai contoh: pendapat pertama ia bilang tidak akan mencari dulu pasangan ia ingin fokus kerja, tapi pendapat kedua kita mengetahui ia mengincar-incar seorang pasangan di tempat kantor yang sama. Sangat berbeda bukan, dimana pendapatnya tidak sesuai antara hati dan tindakannya. Ia mengatakan kepada kita tidak akan mencari, tapi ia malah mengincar seseorang. Secara tidak langsung, memang ia tidak lagi memberikan kesempatan untuk kita, tapi membuka ruang kosong untuk hati yang lain.

        Contoh lain, ketika ditanya oleh kita, “apa kamu bosan dengan hubungan ini?”, ia menjawab, “aku tidak bosan kok, masih nyaman”. Pendapat pertama, ia memberikan pernyataan bahwa dirinya masih nyaman dengan hubungan tersebut. Namun apa yang berbeda dengan pendapat keduanya, dimana tindakannya selalu membuat bertanya-tanya sebagai contoh, semula ia pengertian selalu mengabari kita tiba-tiba ia tidak pernah lagi memberi kabar, susah diajak ketemuan semula ia mudah sekali diajak ketemuan yang lebih anehnya ia lebih sering jalan-jalan bersama temannya. Sudah jelas, kalau ia memang bosan dengan hubungan tersebut namun ia tak berani memutuskan karena masih membutuhkan. Tapi ia kalau berani memutuskan ia akan beralasan-alasan yang lebih halus supaya tidak menyakiti perasaan kita sepertinya begitu.

       Contoh lain, dari uraian kalimatnya susah dimengerti dan susah dipahami ini biasanya jalan berpikirnya belum dewasa dalam artian belum memahami secara mendalam atau belum menguasai dengan sepenuhnya. Sehingga antara pendapat teori pertamanya, ia menjelaskan ini tapi pendapat keduanya malah bentrok atau semacam sanggahan dari pendapat teori pertamanya. Berarti pendapat yang ia sampaikan tidak konsisten. Hal ini yang membuat bingung siapa yang membaca dan mendengarnya.

3.     Tidak tegas mengatakan Ya atau Tidak
     Dimana ia sewaktu-waktu mengatakan ya dan kadang-kadang mengatakan tidak dengan pertanyaan yang sama diajukan. Kalau memang ya harus katakan ya, tapi kalau memang tidak ya katakan tidak. Dengan mengatakan ya dan tidak apalagi dalam keadaan waktu yang sama maka itu akan membuat orang bingung dengan pernyataan tersebut. Jawaban mana yang harus ia pilih karena keduanya saling bertolak-belakang. Yang tentunya, kita harus melihat tindakannya lebih cenderung jawaban ya atau tidak, karena bahasa tubuh seringkali tidak membohongi sekalipun direkayasa tetap akan ketahuan kebohongannya.

4.     Belum berani berkomitmen
    Komitmen bukanlah pemaksaan kehendak seseorang, tapi komitmen memang kewajiban satu sama lain. Dimana atasan punya kewajiban dan bawahan pun sama punya kewajiban. Seorang suami punya komitmen maka ia tahu kewajibannya seorang suami, dan sebaliknya seorang istri yang berkomitmen maka ia pun akan melaksanakan kewajibannya sebagaimana mestinya. Ketika satu sama lain saling mengetahui kewajibannya maka akan timbul rasa tanggungjawab yang tinggi terhadap kewajibannya. Bukan hanya selalu menuntut hak pribadinya.

        Komitmen itu terinspirasi dari kepatuhan kepadaNya karena sebagai ibadah, maka kewajibannya harus ditunaikan dengan sebaik-baiknya. Dan orang yang bertanggungjawab dimodali oleh komitmen terhadap sesuatu. Bila belum berani berkomitmen, maka ia belum berani untuk mempertanggungjawabkan kewajibannya. Itu artinya ia belum bisa dikatakan dewasa matang, tapi sebaliknya dewasa setengah matang.

5.     Masih mudah dipengaruhi
        Dimana ia dari segi usianya ia sudah bisa dikatakan dewasa karena lebih dari usia 20, usia 30, bahkan seterusnya. Namun dari cara berpikirnya masih kekanak-kanakan yang seringkali tidak realities atau tidak masuk akal. Tak sedikit bukan, orang dewasa tapi cara berpikirnya tidak dewasa padahal dari tindakannya selalu terlihat dewasa.

        Ya memang dewasa itu bukan hanya dari dewasa pikiran, dewasa hati, tapi harus dewasa secara spiritual, dewasa secara emosional, dewasa secara intelektual, dan dewasa secara hal lainnya. Bila masih bisa dipengaruhi oleh pandangan buruk tentang dirinya maka ia tidak akan bisa maju-maju karena ia selalu terpengaruhi menjadi orang yang buruk karena dipandang buruk. Tapi seharusnya ia harus bisa membedakan mana kenyataan atau mana yang menjadi ilusi atau menjadi sugesti negatifnya. Karena tanpa mengetahui hal itu bisa-bisa mudah diombang-ambingkan oleh keadaan yang sedang menekannya. Jangan heran nantinya bisa sering salah memilih langka.

6.     Masih mengeluh dengan keadaan yang menimpanya
        Ketika ia ditimpa musibah baik kesusahan atau kesedihan, ia masih mengeluh dengan ini dan itu. Yang seringkali karena mengeluhnya ia menjadi mudah stress dan mudah terserang penyakit. Dengan mengeluhnya, ia bukan tambah baik suasana hati dan suasana dalam kehidupannya, malah sebaliknya makin buruk.

        Orang dewasa matang ia akan mampu menghadapi segala macam keadaan sekalipun itu tidak menguntungkan bagi dirinya. Tapi ia ada kekuatan dalam dirinya, berupa kesiapan mental dan pertahanan iman yang dimilikinya.

7.     Masih belum menguasai dirinya dari emosi, nafsu, dan ego
        Ketika seseorang masih terpancing dengan emosi, nafsu, bahkan ego berarti ia belum bisa menguasai potensi buruknya. Ketika emosi muncul, maka harus segera ditahan supaya marah tidak keluar dari mulut dan juga tangan berhenti mengepal untuk memukul. Ketika nafsu muncul sudah seharusnya kita mengarahkan nafsunya pada waktunya, bila belum waktunya ya harus ditahan, dan jangan sampai tertipu daya. Ketika ego, maka jangan sampai dibutakan oleh anggapan yang salah atau oleh tindakan yang salah yang menyebabkan apa yang kita tempuh bukan jalan yang sebaiknya dilakukan malah memperburuk keadaan atau menghancurkan perasaan seseorang.

Berpikirlah sebelum dikendalikan oleh musuh yang ada dalam diri, seperti; emosi, nafsu, dan ego. Dan segeralah tempuh jalan kebijakan yang seharusnya dilakukan berhati-hatilah jangan sampai salah langkah.

        Muhammad Adam Hussein, S.Pd – www.adamsains.us


Ciri Orang Dewasa Setengah Matang – Itulah poin terpentingnya, yang boleh jadi lebih banyak ketika nanti dibukukan. Ini sebatas pengetahuan aja bagi pembaca yang mudah-mudahan buka wawasannya. Semoga dengan mengenal ciri orang dewasa setengah matang ini kita bisa mendewasakan diri di kemudian hari. Untuk menjadi lebih bijak dan lebih sportif dalam hal apapun. Sukses ya, buat kita semua. Terimakasih banyak udah membaca apa yang disampaikan penulis disini.




SUMBER REFERENSI

Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Ciri Orang Dewasa Setengah Matang
Sukabumi, 5 Maret 2016


Baca Juga

Tersalin!

48 komentar

BACALAH SEBELUM BERKOMENTAR

Dilarang berkomentar dengan akun Unknow, akun Profil Tidak Tersedia, akun yang tidak dengan nama asli. Dilarang berkomentar dengan menaruh link didalam komentar baik link hidup maupun link mati.

Kenapa?
Karena kami tidak akan menayangkan komentar-komentar tersebut. Kami hanya menayangkan komentar yang relevan (sesuai dengan topik yang sedang dibahas) dan komentar yang berbobot dan bermanfaat. Tidak untuk komentar basa-basi seperti: nice info, keren gan, makasih infonya, mantap, dan lainnya. Jadi daripada sia-sia lebih baik ikuti aturan main berkomentar di blog ini.
f
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
hf
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Unknown
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Anonim
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Anonim
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Anonim
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Unknown
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Kang Nurul Iman
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Kang Nurul Iman
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Kang Nurul Iman
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Kang Nurul Iman
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Kang Nurul Iman
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Bos Informasi
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
blogger14
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Yogi Prasetyawan
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Linux Info
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Unknown
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Dwi Sugiarto
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Admin
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
God
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
gunungkidulku
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Nuryana
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Unknown
Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Anonim
Muhammad Adam Hussein, S.Pd